by

Rofin Kabellen Isi Reses di Pantai Utara, Warga Keluhkan Jalan yang Rusak

KOPI, Flores Timur – Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, sekaligus Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN), Rofinus Baga Kabellen, melakukan kegiatan reses di Dusun Koliwutun, Desa Lewokluok, Kecamatan Demong Pagong, Flores Timur, NTT, Minggu 20 Desember 2020.

Rofin Kabelen memilih melakukan kegiatan reses di Dusun Koliwutun karena dusun ini merupakan dusun terpencil di ujung utara daratan Flores Timur. Jalan menuju ke Dusun Koliwutun harus melewati jalur yang sangat memprihatinkan, dan hingga kini dusun tersebut belum juga dialiri aliran Perusahaan Listrik Negara atau PLN.

Hampir seluruh masyarakat Dusun Koliwutun tampak antusias untuk menghadiri kegiatan Reses Anggota DPRD, sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, yang diadakan di ruangan Gereja Dusun Koliwutun. Untuk diketahui, kegiatan reses di Dusun Koliwutun ini, merupakan kegiatan reses titik ketiga, yang dilakukan oleh Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), di daerah pemilihannya.

Pantauan media ini, dalam kegiatan reses ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait rusaknya jalan sekitar 5 Kilometer menuju dusun Koliwutun, dan juga belum adanya PLN yang menjadi kebutuhan masyarakat di Dusun ini. Kepala Dusun Koliwutun, Fransiskus Lein, mengatakan dirinya dan juga masyarakat Dusun Koliwutun, baru mengetahui, kalau ruas jalan yang rusak sepanjang kurang lebih 5 kilometer ini, merupakan jalan Kabupaten, selama ini yang mereka ketahui adalah ruas ini, merupakan jalan Provinsi.

“Kalau jalan ini jalan Kabupaten, kok.. bisa di biarkan rusak selama ini,” ujar Fransiskus Lein kesal.

Fransiskus juga menambahkan, ruas jalan yang rusak ini, sangat menyulitkan kami masyarakat Dusun Koliwutun, termasuk 5 Desa di sekitar sini. “Masyarakat sangat kesulitan untuk memasarkan hasil Komoditinya ke Kota, dikarnakan mahalnya biaya transportasi, untuk sampai ke Pasar Oka Desa Lamawalang, masyarakat kami harus merogoh kocek hingga 50 Ribu untuk biaya Transportasi,” tambah Fransiskus.

Tidak hanya itu, akibat ruas jalan yang rusak ini, sudah beberapa pasien rujukan Ibu hamil yang terpaksa melahirkan dijalan, sebelum sampai ke tempat tujuan.

Sementara salah seorang guru kontrak di SDK Koliwutun, Lidwina Lito Ritan, mengeluhkan adanya kekurangan Guru dan juga kesulitan dalam belajar mengajar, akibat kekurangan buku kurikulum. Dirinya juga meminta, agar Pemerintah Daerah dapat membantu menempatkan satu guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk sekolah mereka. Karena saat ini mereka sangat kekurangan Guru PNS.

“Ada beberapa pelamar yang sempat mengirimkan lamaranya kesekolah, namun yang menjadi pertimbangan pihak sekolah adalah, tidak cukupnya anggaran Dana Bos, sehingga apabila pihak sekolah terpaksa menerima guru honor lagi, maka biayanya akan kembali dibebankan ke orangtua murid. Hal ini yang menjadi pertimbangan pihak sekolah,” ungkap Lidwina Lito.

Sementara Rofinus Baga Kaballen, Anggota DPRD Flotim, mengatakan terkait beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan resesnya akan menjadi catatan penting bagi dirinya untuk diperjuangkan pada Sidang Paripurna di Gedung DPRD. Rofin juga menanggapi terkait ruas jalan yang rusak, dirinya mengatakan, karna APBD 2021 sudah dibahas sehingga kemungkinan dapat di intervensi melalui ABPD 2022.

Namun dirinya mengatakan, pemerintah daerah, harus sedapat mungkin mencari anggaran lain untuk dapat melakukan pembangunan di Flores Timur. Rofin juga berharap agar ruas jalan ini dapat menjadi prioritas pemerintah daerah dalam pada ABPD 2022.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA