by

“Bright Future Festival” Dukung Anak muda Indonesia Raih Masa Depan

KOPI, Jakarta – “Bright Future Festival” mengajak anak muda Indonesia berdiskusi mengenai isu-isu kekinian bersama para pembicara ternama dari berbagai industri (webinar). Kegiatan yang akan dimulai dari tanggal 8 hingga 11 Desember 2020 juga memberikan kesempatan bagi para kawula muda mengikuti pelatihan berkaitan dengan pekerjaan dan masa depan (Career Clinic), menemukan fakultas paling sesuai dengan minat dan target (Faculty Exhibition), serta tentunya melihat berbagai fasilitas serta teknologi yang dimiliki Sampoerna University melalui Virtual Open House.

Dalam laporannya pada bulan Februari 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa angka pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan tertinggi yang diselesaikan menunjukkan lulusan Diploma dan Universitas masih berada di 6,76% dan 5,73%. Sedangkan, pada laporan terbaru BPS di bulan Agustus 2020, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 9,77 juta orang diakibatkan situasi pandemi yang masih berlangsung hingga kini.

“Statistik menunjukkan generasi muda Indonesia menghadapi persaingan dunia kerja lebih ketat dengan berbagai tantangan yang dapat menghadang mereka meraih masa depan gemilang. Melihat situasi ini Sampoerna University berkomitmen untuk terus menghadirkan kurikulum pendidikan berbasis internasional, membuka program Twa Degree yang diakui secara global, serta tentunya membekali generasi muda dengan berbagai keahlian tambahan dan persiapan lebih matang. Hal inilah yang menjadi latar belakang digelarnya “Bright Future Festival” dengan mengedepankan EPIC, empat kunci penting untuk masa depan lebih cerah: Cducation, Preparation, Insight, dan Credential,” ungkap Dr. Marshall Schott, President of Sampoerna University, Selasa (08/12/2020).

“Bright Future Festival” adalah sesi Career Clinic, dimana para peserta mendapatkan pelatihan intensif dan komprehensif berkaitan proses rekrutmen. Sebuah riset dari The Ladders di tahun 2018 menemukan hanya dibutuhkan sekitar 7.4 detik bagi perekrut untuk memilih kandidat yang akan diwawancara berdasarkan Curriculumt Vitae. Sedangkan, studi lain mengungkapkan 5 hingga 15 menit pertama wawancara paling menentukan status penerimaan calon karyawan.

“Kami dari SINARI sangat senang dapat hadir dan berdiskusi bersama teman teman generasi muda Indonesia membahas hal hal berkaitan dengan lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Harapan kami melalui acara ini, teman teman generasi muda semakin terinspirasi dengan berbagai peluang karier dari Green Industry dan Green jobs demi membentuk ekosistemm ekonomi dan lingkungan berkelanjutan untuk Indonesia,” ujar Daniel Sibbald, CMO and CO- Founder SINARI.

Para pembicara juga akan membahas berbagai topik berkaitan dengan pengembangan diri di masa depan. Misi Sampoerna University yang tertuang di Bright Future Festival sejalan dengan Menjadi Manusia yang ingin mendukung anak muda Indonesia memiliki masa depan lebih baik dan mampu memberikan dampak positif ke masyarakat.

“Sebagai manusia, banyak hal akan membuat kita terbelenggu, dengan belajar dan mendengar banyak sudut pandang, semoga bisa menjadi pelajaran dalam mewujudkan masa depan lebih cerah,” lanjut Adam Alfares Abednego, CO-Founder Menjadi Manusia.

Harapan kami di Sampoerna University, kata Marshall Schott, Bright Future Festival dapat mendukung anak muda Indonesia meraih sukses secara akademis maupun profesional serta pada akhirnya dapat memberi kontribusi bagi masa depan Indonesia lebih baik. (*)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA