by

Tingkatkan Kognitif Siswa di Masa PJJ, PMM UMM Lakukan Sabtu Belajar di Kelurahan Tunggulwulung

KOPI, Malang – Sistem pembelajaran di Indonesia hingga saat ini masih silakukan secara daring di beberapa wilayah. Pada wilayah dengan zona hijau dapat menerapkan pembelajaran tatap muka kembali  seperti sedia kala. Namun, bagi wilayah yang masih berzona oranye bahkan merah, dihimbau untuk tidak melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, karena imunitas peserta didik lebih diutamakan.

Kota Malang yangtermasuk dalam satu lingkup wilayah Malang Raya, tercatat hingga 4 November 2020 masih berada di zona oranye. Saat ini di Kota Malang pada beberapa sekolah di jenjang SMA/SMK sederajat telah melakukan pembelajaran tatap muka dengan sistem shift, sedangkan untuk jenjang SMP dan SD masih diterapkan pembelajaran daring melalui platform seperti zoom, google meet, dan whatsapp sesuai dengan kondisi peserta didik dan sarana prasarana sekolah.

Di wilayah Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, khusunya di RT 02 RW 01, terdata banyak anak-anak pelajar mulai jenjang TK sampai dengan SMP yang masih melakukan pembelajaran sacara daring di rumah. Pemberian materi disampaikan melalui video yang diunggah di youtube atau dikirimkan melalui google classroom yang telah dibuat oleh guru.

Pada dasarnya, kemampuan kognitif setiap anak berbeda. Akan tetapi, tidak sedikit anak yang mampu memahami apabila menyimak sendiri atau membaca sendiri. Anak-anak lebih banyak memahami materi apabila disertai dengan gambar. Hal tersebut dapat membantu merangsang stimulun tanggap berfikir anak dalam belajar. Sama halnya dengan penggunaan video dalam penyampaian materi, anak akan terdorong untuk belajar dengan penyajian materi yang dirancang sesuai kreatifitas guru masing-masing.

Melihat dari segi kemampuan anak yang berbeda-beda, untuk anak yang masih kurang memahami cara belajar daring, PMM UMM Kelompok 2 Gelombang 12 dengan bimbingan Dosen Lapangan Kuncahyono menerapkan Sabtu Belajar. Kegiatan Sabtu Belajar bertujuan untuk membantu anak-anak RT 02 RW 01 Kelurahan Tunggulwulung dalam menghadapi sistem belajar pada masa pandemi. Mulai dari kegiatan membaca, menulis, berhitung, dan konsultasi belajar. Peran PMM UMM di Tunggulwulung dapat dikatakan sebagai guru sementara untuk anak-anak, apalagi dengan menciptakan sebuah buku untuk mencatat kegiatan sehari-hari yaitu buku Senarai Aktivitas.

Pada kegiatan Sabtu Belajar difokuskan untuk mengajar akademik pada anak-anak, tentunya pada anak-anak yang kesulitan untuk menerima materi dari sekolah secara daring. Peserta yang banyak mengikuti kegiatan tersebut rata-rata duduk dibangku SD dan kegiatan belajar bersama tersebut mendapat respon yang positif dari orang tua. Kegiatan ini dinilai sangat membantu orang tua dalam hal belajar anak secara mandiri di rumah selama pandemi. Alasannya adalah karena tidak sedikit dari orang tua kerepotan mengajari anak-anak.

Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung) untuk meningkatkan kognitif anak juga diajarkan kepada anak-anak sesuai dengan tingkatan kelas. Cara mengajarnya pun dibuat dengan suasana yang mengasyikan. Disela-sela belajar diberikan sebuah motivasi, ice breaking, dan hal-hal menarik lainnya untuk menghilangkan tingkat kebosanan pada anak saat belajar.

Setelah kegiatan belajar selesai, anak-anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan kesulita apa saja yang dihadapi dalam belajar. Kesulitan dan keluhan itulah yang pada petemuan selanjutnya akan dicarikan solusi supaya tidak ada hambatan dalam mencoba meningkatkan pengetahuan kognitif anak. Tentunya peran PMM UMM sebagai tenaga pendidik tidak akan lepas dari suksesnya anak-anak untuk tetap giat meningkatkan pengetahuan dan dapat menerima keadaan pada masa pandemi.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA