by

Banjir dan Longsor Hantam 2 Lokasi Objek Wisata di Langkat

KOPI, Langkat – Dua objek wisata di Kabupaten Langkat, Sumut, dihantam banjir dan longsor. Dua objek wisata itu adalah pemandian alam Landak River dan Salang Pangeran yang berada di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat, Selasa (17/11/2020) sekira pukul 01.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, karena lokasi tersebut bukan merupakan pemukiman penduduk.

Namun banjir disertai longsor tanah, membuat pepohonan yang berada sepanjang Sei Landak tumbang dan dibawa/terseret arus air sungai. Akibat banjir tersebut 2 objek wisata tersebut hancur akibat banjir. Tingginya curah hujan dilokasi Kecamatan Bahorok tersebut, juga merusak areal pertanian masyarakat di 4 desa sekitarnya. 

Informasi dirangkum pewarta-indonesia, Rabu (18/11/2020) terdapat beberapa villa dan joglo/pondok dilokasi tersebut hancur. Untung saja, disaat peristiwa tersebut, pengunjung lagi sepi. Saat ini tim BPBD Langkat dan pemerintah di Kecamatan Bahorok serta desa sedang melakukan pendataan kerugian yang dialami pemilik objek wisata dan warga lainnya.

Salah seorang warga bernama Timbang Ginting, warga Desa Sampe Raya yang menyaksikan kejadian peristiwa itu menjelaskan, luapan air sejak pukul 22.00.-23.00 Wib.

“Tahun 1980-an pernah banjir tapi  tidak sebesar ini,” sebut Timbang Ginting. Ia juga mengatakan, kalau banjir saat ini terjadi kekira pukul 23.30. WIB. Saya (Timbang Ginting -red)  masih berada dipinggir sungai di joglo/warung mengemas barang dagangan untuk diagkut ke tempat yang lebih tinggi bebernya.

Sekira pukul 24.00. WIB, tiba-tiba terdengar suara gemeruh dari daerah hulu menuju hilir. Semakin mendekat dengannya dan seketika menyapu kawasan  wisata. Villa/penginapan, warung dan pondo-an joglo serta lahan pertanian warga disapu oleh  kayu dari berbagai jenis pepohonan. Terlihat jelas kayu yang terseret banjir lengkap dengan akar, ranting, daun yang hijau hingga batang terkelupas.

Ada pohon Ketapang, pohon sejenis Meranti juga turut terseret air. Kayu itu terpental tidak tentu arah menyapu areal wisata. Tumpukan kayu terlihat terhenti dilahan pertanian warga yang bervariasi jumlah jenis tanamannya, ungkapnya Timbang Ginting.

Ketua harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Irwan Sahri mengatakan, membenarkan banjir yang disertai longsor/abrasi pingiran sungai dilokasi objek wisata tersebut. Hancurnya objek wisata itu karna banjir biasa, bukan banjir bandang.

“Ketinggian debit air dilokasi sungai saat itu mangkin tinggi, sehingga merubuhkan/menumbang pepohonan yang berada dilokasi kultur tanah, yang dibawahnya terdapat batu cadas. Pohon yang tumbang itu memiliki kedalaman akar tanah yang dijangkau akar pepohonan sekitar 1 meter sampai 2 meter dikandungan tanahnya,” bebernya Irwan Sahri.

Terpisah, kepala seksi (kasi)  wilayah 1V TNGL, Palber Turnip S.P.M, Hum mengatakan, murni longsor alami di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Kayu yang terseret arus sungai disertai akar, bukan illegal logging.  Namun demikian kita akan turunkan tim untuk memastikan titik longsoran di kawasan TNGL, sebut Palber Turnip kepada Wartawan.

Hal senada juga diutarakan Kapolsek Bahorok IPTU Pamilu Hutagaol SH. Banjir merusak lokasi di 2 objek wisata, yakni pemandian alam sungai Landak, area wisata Landak River dan Salang Pangeran. Jembatan Salang Pangeran juga putus, ungkapnya Kapolsek Bahorok, seraya mengatakan tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. (reza fahlevi)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA