by

Unimed Laksanakan Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Berbasis Blended Learning

KOPI, Percut Sei Tuan – Pelaksanaan pembelajaran di sekolah saat ini tidak dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung di ruang kelas akibat pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan perubahan sistem pembelajaran tradisional di sebuah ruang kelas menjadi sistem pembelajaran berbasis online. Salah satu alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19 adalah dengan menerapkan Blended Learning.

Tim pengabdi yang dikomandoi Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D didampingi anggota Pelaksana, Dedy Husrizal Syah, SE., M.Si. dan Drs. Jurubahasa Sinuraya, M.Pd, yang ditemui pada Jum’at (23/10/2020), mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bidang Pendidikan yang diadakan itu didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Tahun 2020. Judul kegiatan adalah “PKM Pendampingan Guru-Guru SMA Mendesain dan Menerapkan Pembelajaran Berbasis Blended Learning Dalam Menyukseskan Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang”.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari di Sekolah YAPIM Taruna Sei Rotan yang beralamat di Jl. Medan Batang Kuis Dusun VIII, Kelurahan Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. “Saya sebagai Ketua Program berterima kasih kepada Plt. Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Bapak Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., yang telah memfasilitasi kami dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan pengabdian ini diusulkan tahun lalu dan kebetulan sekali sangat cocok diterapkan sekolah sebagai solusi pelaksanaan pembelajaran dengan situasi pandemi yang sedang terjadi saat ini yaitu pembelajaran berbasis blended learning,” kata motlan yang merupakan Guru Besar Jurusan Fisika FMIPA UNIMED.

Lebih lanjut, Profesor Bidang Material yang juga alhli di bidang Pendidikan ini menjelaskan bahwa, “Blended learning sebagai pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face. Terdapat tiga komponen penting dalam model pembelajaran blended learning yaitu online learning, pembelajaran tatap muka, dan belajar mandiri. Peserta didik dapat belajar tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.”

Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdian merupakan hilirisasi dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan oleh tim dosen antara lain : 1) pelatihan tentang pembelajaran berbasis blended learning oleh Ketua Program Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D; 2) pelatihan penyusunan bahan ajar oleh Drs. Jurubahasa Sinuraya, M.Pd; dan 3) pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem pembelajaran online dengan nama “SIPO” oleh Dedy Husrizal Syah, SE., M.Si. SIPO ini terintegrasi pada website sekolah yang juga didesain dan dibuatkan oleh tim pengabdi.Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 25 orang yang merupakan guru-guru SMA dan SMK di Sekolah YAPIM Taruna Sei Rotan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengikuti protocol Kesehatan. Peserta difasilitasi dengan seminar kit dan alat pelindung diri (masker dan face shield).

Kepala Sekolah YAPIM Taruna Sei Rotan Ibu Tince Sitorus, S.Pd mengapresiasi program pengabdian yang dilakukan oleh para dosen unimed, “Saya sangat bersyukur sekali Bapak-Bapak Dosen Unimed meluangkan waktu untuk melaksanakan pelatihan dan pendampingan tentang pembelajaran berbasis blended learning bagi guru-guru saya. Selain itu dengan adanya website sekolah terintegrasi dengan Sistem Pembelajaran Online (SIPO) yang dibuat oleh Bapa-Bapak Dosen sangat bermanfaat ke depannya untuk digunakan sebagai media pembelajaran daring yang wajib dilakukan oleh sekolah di masa adaptasi kebiasaan baru.”

Selain kepala sekola, salah seorang guru mata pelajaran fisika yang menjadi peserta kegiatan Bapak Dede Parsaoran Damanik, M.Pd mengatakan sangat senang sekali bisa mendapatkan kesempatan bertemu dan belajar kembali dari Ketua Program Prof. Motlan yang adalah dosennya ketika kuliah di Pascasarjana Unimed. “Selama ini jika kami ingin mengikuti pelatihan dengan menghadirkan narasumber harus merogoh kantong pribadi untuk honor narasumbernya, untuk itu saya mewakili guru-guru peserta kegiatan pengabdian mengucapkan terimakasih kepada Dosen saya Prof Motlan dan tim,” kata Dede.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA