by

Komisi X DPR RI dan Kementerian Pariwisata Laksanakan Bimtek Pemasaran Ekonomi Kreatif di Langkat

KOPI, Langkat – Pengusaha Coffee Shop dan pencinta  Coffee  (penikmat Coffee) di Langkat, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasaran Ekonomi Kreatif, untuk peningkatan penghasilan bagi pelaku usaha, Rabu (28/10/2020), di gedung Unit Darma Wanita Pertamina (UDWP) Pangkalan Berandan, Langkat.

Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan Kemenparekraf/Baparekraf ini langsung dibuka anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. Djohar Arifin Husin. Djohar mengatakan, pelaku wisata dan usaha di Langkat ini tidak terhenti kreatifnya, untuk menghasilkan rezeki, meski terdampak Covid-19.

“Jadi, saya berharap, para peserta dapat memanfaatkan momen  Bimtek ini dengan maksimal, dari pihak Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bidang ini merupakan lembaga yang mengalami penggabungan dengan Badan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf. Lingkup kerjanyapun semangkin luas, sebab selain memperhatikan sektor pariwisata, juga harus mensinergikannya dengan sektor ekonomi kreatif.

Djohar juga nenerangkan, dalam praktiknya, ekonomi kreatif dikelompokkan menjadi 17 sub-sektor di antaranya, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film dan video, fotografi, kuliner, musik, fashion, aplikasi, penerbitan, priklanan, televisi, radio, seni dan pertunjukan, gim/permainan serta seni rupa.

“Ekonomi kreatif sendiri adalah sebuah konsep ekonomi baru yang mengandalkan ide, gagasan dan kretivitas daya manusia, sebagi faktor produksi utama. Ide dan gagasan tersebut yang kemudian diberikan nilai tambah, sehingga menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi,” terangnya.

Jadi diharapkan, sambung Djohar, Bintek ini mampu meningkatkan kemampuan Sumberdaya Daya Manusia (SDM) dari pelaku usaha, khususnya pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti Coffee Shop di Langkat, apalagi yang berada dilokasi objek pariwisata, sehingga berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat di daerahnya tentunya.

Koordinator Pemasaran Film, Animasi, Vidio dan Fotografi Kemenparekraf/Baparekraf, Feriandy, S.S.T.P, M.S.I mengatakan, saat ini para pelaku usaha harus siap bersaing didunia usaha dengan mengikuti perkembangan zaman. “Baik untuk usaha kecil, maupun usaha besar,” sebutnya. 

Para pelaku usaha yang ada di Langkat ini, semuanya harus bisa masuk kedalam era digital serta mengikuti prosesnya. ” Hal ini guna memperkenalkan merek dan menjajakan produknya melalui internet,” ujarnya, seraya mengatakan, para pelaku usaha dapat mengikuti Bimtek ini dengan baik dan serius dalam menghadapi adaptasi baru ini. 

Sebelumnya diketahui, Bupati Langkat, melalui Wakil Bupati Langkat, H. Syah Afandin S.H, didampingi Kadis Pariwisata Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe dalam kata sambutannya mengatakan, para Bimtek ini dapat meningkatkan SDM pelaku UKM di Langkat, sehingga membuat peningkatan perekonomian kerakyatan dan Peningkatan Asli Daerah (PAD) di Langkat dari sektor wisata.

Kabuten Langkat ini kaya akan potensi pariwisata baik wisata alam, budaya, sejarah dan destinasi religi. Selain itu setiap objek wisata tersebut memiliki kegiatan ekonomi kreatif. Untuk itu, tambahnya, Pemkab Langkat sangat mendukung dan mengapresiasi Bimtek ini, karena tujuannya sejalan dengan visi misi Pemkab Langkat, untuk menjadikan Langkat yang maju dan Religius melalui perkembangan Pariwisata.

“Oleh karena itu pemasaran pariwisata Langkat, harus  menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan,” sebutnya Syah Afandin, seraya mengatakan, kepada peserta Bimtek ini agar  memanfaatkan momen kegiatan ini dengan baik dan serius. Semoga ilmu yang diberikan dapat dipahami dan di implementasikan, sehingga benar-benar bermanfaat untuk mendongkrak prekonomiannya.(reza fahlevi)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA