by

Korban Wanaartha Life Datangi Kantor Pusat Menuntut Haknya

KOPI, Jakarta – Puluhan Pemegang Polis Wanaartha Life (WAL), kemarin 9/09/2020 mendatangi Kantor Pusat WAL di Jl. Mampang Prapatan No.76 Jakarta Selatan. Maksud kedatangan puluhan orang dari Perkumpulan Pemegang Polis Wanaartha (P3W) ini merupakan kulminasi atas aksi WAL yang sudah tidak melakukan pencairan polis yang sudah jatuh Tempo semenjak bulan Pebruari 2020 dan juga tidak membayar manfaat tunai 50% dari Maret 2020 sampai saat ini dengan alasan Rekening Efek yang disita oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Para pemegang polis menuntut management WAL untuk segera mencairkan nilai manfaat dan juga polis yang sudah jatuh tempo.

Salah seorang nasabah mengatakan bahwa manajemen harus bertanggung jawab sepenuhnya. “Manajemen harus bertanggung jawab akan keterlambatan pembayaran nilai tunai dan juga pencairan pokok yang sudah jatuh tempo yang sudah berlarut-larut,” tutur salah seorang nasabah yang tidak mau disebutkan namanya.

“Banyak pemegang polis yang menderita kesulitan akan kegagalan bayar ini. Bahkan ada pemegang polis yang sudah meninggal pun belum dibayarkan. Hal ini tentunya memalukan bagi sebuah intitusi perasuransian yang sudah berumur 46 tahun dan bahkan dikepalai oleh profesional-profesional di dunia perasuransian, bahkan salah satunya Ibu Evelina Pietrusckha, mantan Ketua Umum AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) periode 2008 – 2011,” urainya lagi.

Para Pemegang Polis menuntut WAL untuk segera memenuhi tuntutan mereka sebagai berikut:

  1. Menuntut Pencairan Dana Pemegang Polis yang sudah jatuh tempo, baik Manfaat maupun
    Pokok Polis.
  2. Melakukan Klarifikasi ke Kejagung dan dinyatakan secara terbuka melalui Press Conference
  3. Meminta dengan segera Penambahan Modal dilakukan sesuai dengan anjuran dari OJK untuk
    menyehatkan perusahaan dan menghindari perusahaan dari potensi gagal bayar.
  4. Penjelasan kepada seluruh Nasabah tentang yang terjadi di PT. AJAW secara konkrit, faktual,
    jujur dan transparan.

Di samping itu, Dewan Penasehat P3W, Rudiansyah Moestafa menyampaikan bahwa pemegang polis sudah lama dininabobokan.

“Pemegang polis sudah cukup lama dininabobokan oleh manajement WAL, diminta bersabar karena rekening efek disita, namun WAL tidak memikirkan bahwa para pemegang polis saat ini pun sudah dalam kesulitan apalagi di tengah pandemic Covid19 ini,” urai Rudiansyah penuh harap.

“Sekarang saatnya WAL yang bergerak dan meresponi tuntutan kami.
Bahkan minggu tanggal 3 september 2020 dalam RDP dengan Komisi III DPR RI Jampidsus Ali Mukartono menyampaikan bahwa management WAL tidak pernah menyampaikan klarifikasi bahwa dana yang disita adalah merupakan dana milik nasabah, yang diperoleh dari kerja keras nasabah dan bukan dari hasil korupsi,” urainya.

“Bilamana memang ada dari hasil korupsi, maka sitalah jumlah yang dinilai dari hasil korupsi, dan hal itu merupakan tanggung jawab WAL, bukan pemegang polis yang harus menderita. Sehingga saat ini Kejagung mengundang WAL untuk dapat hadir dan memberi klarifikasi,” tutur Rudiansyah.

Adapun masalah ini yang awak media temui di lapangan, banyak pemegang polis menyampaikan tuntutan seperti: Kembalikan uang kami, karena uang kami bukan hasil korupsi, manajemen mana janjimu?, kami butuh uang untuk berobat, dan meminta manajemen WAL mau berkomunikasi dengan pemegang Polis.

Humas P3W, Eddy Handojo menambahkan bahwa akan terus berjuang, tidak akan berhenti. “Kami tidak akan berhenti hingga saat ini, kami akan terus berjuang hingga uang-uang kami yang merupakan hak kami, dibayarkan!,” tutup Freddy dengan tegas.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA