by

“KLIKKB” Diluncurkan Sambut Hari Kontrasepsi Sedunia

KOPI, Jakarta – Menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia 2020, KlikDokter bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Luncurkan “KLIKKB”. Dengan meningkatnya angka kehamilan pada masa Pandemi merupakan sisi problematika yang dapat menjadi permasalahan pada lonjakan angka penduduk yang tidak terkendali baru kedepannya. Melalui teknologi klikdokter bekerjasama dengan bkkbn meluncurkan aplikasi yang bertujuan untuk mengontrol penggunaan kontrasepsi.

Sebagai salah satu upaya membantu pemerintah untuk mengendalikan meledaknya jumlah penduduk terkait pandemi COVID-19, KlikDokter bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mengembangkan dan meluncurkan sebuah aplikasi yang dinamakan “KLIKKB”. Acara peluncuran tersebut disiarkan secara daring dan dihadiri oleh 500 orang di platform Webex dan 600 orang di kanal Youtube. Kerjasama KlikDokter dan BKKBN ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap perkembangan terbaru yang terjadi di Indonesia. Adanya penurunan cukup drastis dalam penggunaan kontrasepsi selama pandemi COVID-19 mengakibatkan peningkatan jumlah kehamilan tidak direncanakan sebesar 17.5 persen pada skala nasional.

Dr (H.C). dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) selaku Kepala BKKBN menegaskan, “Peningkatan angka kehamilan sebesar 17.5% bukan angka yang kecil. Angka ini berarti untuk setiap 100 kehamilan, ada 17 kehamilan yang tidak direncanakan. Hal ini sangat mungkin terjadi karena kurangnya akses Pasangan Usia Subur terhadap pelayanan kontrasepsi. Berbagai penyebab seperti kekhawatiran akseptor KB untuk menggunakan fasilitas kesehatan, adanya provider yang tidak membuka layanan, ataupun terhambatnya menuju tempat pelayanan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar menjadi faktor-faktor yang membuat Pasangan Usia Subur tidak memiliki akses untuk mendapatkan kontrasepsi.”

Padahal, pelayanan kontrasepsi harus terus dilakukan untuk memenuhi tujuan perencanaan keluarga yaitu menunda kehamilan, menjaga jarak antar kelahiran, dan mengakhiri kesuburan. Adanya kebutuhan digitalisasi terhadap pelayanan kontrasepsi kepada Pasangan Usia Subur di masa pandemi COVID-19 ini ditanggapi dengan baik oleh KlikDokter dan BKKBN dengan meluncurkan aplikasi “KLIKKB”.

“KlikDokter (www.klikdokter.com) sebagai mitra kesehatan pemerintah ingin selalu mendukung penuh kebutuhan komunikasi informasi dan edukasi kesehatan untuk masyarakat Indonesia. Terlebih di era pandemi ini, ketika pelayanan kesehatan membutuhkan digitalisasi secara cepat, kami ingin berperan serta aktif. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan akan mendekatkan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi kepada masyarakat Indonesia. Pemakaian teknologi saat ini menjadi kunci penting terhadap penyesuaian perubahan zaman yang serba cepat dan dinamis, termasuk dalam pelayanan kontrasepsi. Harapannya, dengan adanya aplikasi ini, tujuan akhir membentuk keluarga aman, tenteram dan mandiri dapat bisa tercapai melalui perencanaan keluarga,”jelas Bonny Anom, Deputy CEO KlikDokter

“Dalam aplikasi ini tersedia layanan live chat dengan provider, informasi tempat pelayanan KB, alarm pengingat baik bagi provider maupun akseptor untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi ulangan. Sebelum mendapatkan pelayanan, peserta KB dapat membuat janji terlebih dahulu sehingga meminimalisir waktu tunggu. Upaya ini juga diharapkan membantu akseptor dalam mendapatkan alarm pengingat saat meminum pil KB setiap harinya,” tutup Mia Argianti, Head of B2B KlikDokter.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA