by

Pendistribusian Bantuan Langsung Tunai di Desa Langkan Disinyalir Tidak Tepat Sasaran

KOPI, Pelalawan – Pendistribusian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 di Desa Langkan, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Gilbertm salah seorang warga kepada wartawan media ini, Kamis (23/07/2020).

Menurut Gilbert, penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 tidak merata dan tidak tepat sasaran. Pasalnya, menurutnya masih banyak warga miskin di Desa Langkan yang sangat layak untuk menerima BLT, namun justru tidak terdaftar sebagai penerima BLT.

Gilbert juga mengungkapkan ada warga yang sempat melakukan protes akibat penyaluran BLT yang dinilai tidak tepat sasaran tersebut. “Setelah warga melakukan protes terkait penyaluran dana BLT yang tidak tepat sasaran, Bapak Rofi’i, selaku Kepala Desa Langkan langsung mengagendakan pertemuan dengan warga untuk melakukan pembahasan terkait dana BLT yang dilaksanakan pada hari Kamis (23/07/20) bertempat di Balai Desa Langkan,” jelasnya.

Lanjut Gilbert, dalam pertemuan tersebut warga mempertayakan kepada Kepala Desa terkait syarat dan ketentuan untuk mendapatkan batuan BLT dan berapa persen dana ADD yang dialokasikan untuk dana BLT. “Pada kesempatan tersebut Kepala Desa, Rofi’i, menjelaskan kepada warga yang hadir bahwa dana BLT diperuntukkan kepada masyarakat yang kurang mampu yang terdampak Covid-19, sementara warga yang sudah menerima Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) atau Program keluarga Harapan (PKH) sudah tidak bisa lagi menerima dana BLT. Sementara Anggaran Dana Desa (ADD) yang bisa dialokasikan untuk dana BLT minimal sebesar 20 persen dan maksimal 30 persen, kata Kepala Desa,” ucap Gilbert menirukan.

Tambahnya lagi, dana ADD untuk Desa Langkan pada tahun 2020 mencapai 1,2 milyar. “Kalau anggaran 1,2 milyar, diambil 30% untuk dana BLT, berarti dana BLT mencapai Rp 360 juta Rupiah. Sementara, berdasarkan keterangan Sekdes Desa Langkan, penerima BLT di Desa Langkan hanya berjumlah 127 orang saja. Maka kalau dihitung 127 orang dikali Rp. 1.800.000 per orang, artinya yang dialokasikan dari dana ADD baru mencapai Rp 228.600,000 ribu rupiah. Yang menjadi pertayaan, sisa dana BLT sekitar Rp 131 juta lagi dialokasikan kemana oleh Pemerintah Desa Langkan, sementara pembagian dana BLT sudah masuk tahap tiga,” tanya Gilbert.

Mendapat keterangan dari Gilbert, yang menduga ada dana yang dinilai kurang tepat sasaran, awak media mencoba menghubungi Kepala Desa Rofi’i melalui nomor selulernya. Namun kepada wartawan Kepala Desa Langkan membantah apa yang disampaikn oleh Gilbert.

“Terkait masalah BLT, sudah selesai tadi siang, dan sudah tidak ada masalah, semua sudah sesuai dengan ketentuan,” jawab Kepala Desa Langkan sambil langsung menutup sambungan telponnya.

Di tempat terpisah, Jamur Das, selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan dan Desa (DPMPD) yang dihubungi wartawan menjelaskan mengenai besaran pengalokasian dana ADD untuk anggaran dana BLT. “Besaran anggaran Dana Desa mencapai 900 juta sampai 1 milyar, maka 25 persen yang dialokasikan untuk BLT. Sementara, untuk anggaran satu milyar sampai 1,2 milyar, maka 30 persen. Sedangkan diatas 1,2 milyar sebesar 35 persen,” ungkapnya menjelaskan. (Pranseda)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA