by

Lima Wartawan Pelalawan Ikuti Diklat Jurnalistik Online PPWI

KOPI, Pelalawan – Lima anggota PPWI dari Kabupaten Pelalawan mengikut Diklat Jurnalistik Online Hari Merdeka (DJO-HM) PPWI angkatan ke-2 selama 3 hari. Kegiatan yang dimulai sejak Senin, 13 Juli hingga hari Rabur, 15 Juli 2020 ini juga diikuti oleh peserta dari daerah lainnya. Tidak kurang dari 15 orang berpartisipasi sebagai peserta DJO-HM angkatan kedua.

Para peserta DJO dari Pelalawan, Riau, adalah Wasito, Oberdin Halawa, Herman Waruwu, Harris Simanjuntak dan Suswanto S.Sos. Diklat yang menggunakan aplikasi WA grup dan Zoom meeting ini dimulai dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 12.00 Wib selama tiga hari.

Seperti peserta dari daerah lainnya, kelima rekan wartawan PPWI dari Pelalawan terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran dan praktek serta mengerjakan tugas yang diberikan narasumber. Mung Pujanarko, dosen komunikasi dan jurnalistik dari Universitas Jayabaya merupakan salah satu narasumber pada diklat ini. Para peserta sangat menikmati sesi demi sesi pembelajaran dari para narasumber.

“Saya sangat berterima kasih atas diadakannya diklat jurnalistik online ini. Para narasumber memberikan materi dengan sangat menarik, praktis, dan mudah,” ujar Suswanto.

Peserta lainnya, Herman Waruwu (44T) menyatakan dirinya mengikuti dengan serius diklat ini karena ingin menambah ilmu dan ketrampilan di bidang jurnalistik. “Saya ingin menambah ilmu lebih dalam lagi tentang ilmu jurnalistik dan dapat mengapload di Koran Online Pewarta Indonesia atau KOPI,” ucap Herman Waruwu.

Senada dengan rekan peserta dari Pelalawan, para peserta dari daerah lainnya juga terlihat amat serius dan menikmati kegiatan yang bagus ini. Para peserta bersemangat mengikuti diklat ini agar bisa menjadi seorang pewarta warga Indonesia yang mampu menulis dengan baik sesuai fakta dan informasi yang ditemui di lapangan.

Narasumber Mung Pujanarko dalam paparannya mengatakan bahwa seorang pewarta harus bisa membuat quick news atau berita cepat yakni berita 150 kata yang ditulis dalam waktu yang relative singkat. “Membuat quick news amat mudah dengan berpatokan pada prinsip 5W dan 1 H,“ ujar Mung Pujanarko dalam diklat ini. (Wasito).

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA