by

KKN Tematik Covid-19 Unsoed, Melatih Kepekaan Sosial di Masa Pandemi

KOPI, Purbalingga – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jendral Sudirman (Unsoed) dilaksanakan berbeda dari periode sebelumnya. Khusus tahun ini bertajuk program KKN Relawan Covid-19 dengan sasaran pengabdian diri ke masyarakat sebagai bentuk sumbangsih nyata di tengah Pandemi yang masih belum usai.

Titin Faradina (21), salah satu peserta (KKN Relawan Covid-19 – red) memilih daerah tempat tinggalnya sebagai lokasi KKN. Yakni Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah/

Menurutnya, kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak awal bulan Juli 2020 hingga 35 hari ke depan. Terhitung sejak informasi ini diturunkan, ia sudah melaksanakan kegiatan selama 24 hari pelaksanaan.

Dia mengatakan, banyak program kerja yang perlu diselenggarakan di desanya terkait dengan cobaan bersama di masa krisis pandemi seperti ini. Termasuk kegiatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan masyarakat menjadi prioritas untuk dilaksanakan. Seperti pembagian masker, Pendampingan Belajar Siswa, dan sosialisasi terkait Covid-19 penting adanya.

Pembagian Masker

proses pembagian masker. (pribadi)

“Pembagian masker kepada warga dilakukan di sekitar lingkungan tempat tinggal masuk sebagai program kerja wajib mahasiswa peserta KKN. Bisa dikatakan kegiatan ini merupakan bentuk uluran tangan dan kepedulian nyata Universitas melalui mahasiswanya dalam mengadapi problema nyata di masyarakat,“ kata gadis yang sering disapa Titin ini.

Alokasi Pengadaan masker sendiri sebagian berasal dari pemberian Universitas, separuhnya hasil pembelian pribadi.

Ia menjelaskan, bahwa pembagian masker sangat penting adanya meskipun kini sebagian besar dari mereka pastinya sudah memiliki masker sebagai kebutuhan wajib saat berkegiatan, tapi tidak ada salahnya menambah ketersediaan masker walaupun jumlah yang dibagi tidak menyeluruh dengan jumlah total keseluruhan warga di desa, namun harapannya tetap memberikan implikasi positif kepada sesama.

“Selain itu, pemberian masker tidak sepenuhnya terfokus door to door setiap tempat tinggal warga, namun dilakukan di lokasi kegiatan termasuk di Balai Desa,” ungkap Titin.

Pendampingan Belajar Siswa Sekolah

ilustrasi pendampingan belajar. (Kompas)

Selain pemberian masker cuma-cuma, melakukan pendampingan belajar tak lupa masuk menjadi bagian penting proses pengabdian diri ke masyarakat dalam masa pandemi. Sebagai sosok akademisi, meskipun bukan berasal dari jurusan kependidikan tidak menjadikan alasan untuk enggan memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan sekarang, terlebih situasi pembelajaran mulai ajaran baru 2020/2021 mengacu Surat Edaran Kemendikbud No 15 Tahun 2020 yang isinya menetapkan pembelajaran masih menerapkan metode dalam jaringan (daring) sebagai solutif untuk menghindari cluster baru persebaran Covid-19.

Menurutnya, untuk pelaksanaan program pendampingan belajar yang diselenggrakan terfokus pada satu sampai lima orang saja, meliputi siswa SD, SMP, maupun SMA/SMK. Metodenya dilakukan dengan jemput bola, atau datang langsung berkumpul dengan siswa.

Materinya bervariasi, mulai mengajar tulis-menulis bagi siswa sekolah dasar,membantu tugas sekolah, serta bimbingan belajar sesuai jenjang pendidikan mereka. Tidak lupa pelaksanaannya tetap taat terhadap protokol kesehatan.

“Hal tersebut perlu dilaksanakan mengingat kebutuhan akan sosialisasi dan pemberian arahan dalam model baru pendidikan serba online patut diberi perhatian lebih oleh semua kalangan,“ tandas Titin.

Pamflet Sebaran Pencegahan dan Pemahaman Istilah Terbaru Kasus Covid-19

pamflet sebaran. (instagram/@titin.fdn)

Melansir publikasi Pamflet sebaran terkait pencegahan persebaran Covid-19 di laman Instagram miliknya @titin.fdn, tertera banyak himbauan agar senantiasa paham dan mengerti bagaimana cara yang bisa dilakukan supaya terhindar atau minimal jauh dari resiko terjangkit virus corona tersebut. Ditulis anjuran mencuci tangan secara baik dan benar, menjaga jarak fisik, menghindari menyentuh mata, hidung maupun mulut, serta ajakan guna mengenali gelaja Covid-19.

Menurut Titin, menyoal tentang perubahan istilah baru yang diacanangkan pemerintah, sejatinya perlu menjadi perhatian dan penting disosialisaikan kepada seluruh elemen masyarakat. Adapun konten isinya meliputi perubahan istilah seperti Orang Tanpa Gejala (OTG) dirubah menjadi Kontak Erat, ODP dan PDP Kontak Erat berubah jadi Suspek dan istilah Probable. (*)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA