by

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto Bubarkan Munaslub Inkonstitusional Secara Persuasif

KOPI, Jakarta Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, beserta Sekjen Berkarya, Priyo Budi Santoso dan seluruh Keluarga Besar Partai Berkarya se-Indonesia didukung oleh 31 DPW Aklamasi menyampaikan bahwa Saya, Tommy Soeharto tetap sebagai Ketua Umum yang sah dan valid.

Hal ini disampaikan oleh Ketum, Tommy Soeharto saat pembubaran Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang sudah siap dibuka pagi hari ini Sabtu (11/07/2020) di hotel grand kemang Jakarta. Pada pembubaran tersebut dilakukan secara persuasif.

“Atas nama Keluarga Besar DPP Partai Berkarya mengucapkan terima kasih kepada Sdr. William bersama 40 kader AMPB yang telah gigih menyelamatkan Marwah Partai dan berani menjaga kehormatan Partai Berkarya.

Tetapi kita belum selesai, saya pastikan mereka harus keluar dari hotel ini dan selanjutnya saya serahkan kepada Ketua-ketua DPW, Satgas dan lainnya yang ada untuk memproses masing-masing untuk tetap menjaga terus kebaikan dan citra partai terutama di Jakarta ini.” ucap Tommy Soeharto.

Tokoh Sentral Partai Berkarya ini juga menjelaskan bahwa Munaslub yang diadakan Presidium Penyelamat Partai ini adalah inkonstitusional dikarenakan akan memilih Ketua umum baru candidat Muchdi Pr. untuk menggantikan Tommy Soeharto sebagai Ketum dan Sekjen Priyo Budi Santoso padahal Ketum tidak memberikan sinyal apa-apa.

Munaslub tidak sah ini sebenarnya adalah bentuk kekecewaan sebagian kader atas kondisi partai sehingga Munaslub ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut yaitu Sabtu (11/07/2020) hingga Minggu (12/07/2020).

Sedianya, dihadiri oleh Hari Yusuf selaku salah satu pendiri Partai bersama 200 Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) yang hadir menggunakan 7 bis pada pukul 08.10 pagi.

“Hari ini mereka harus keluar semua dari hotel ini. Surat keputusan pemecatan sudah diterbitkan terhadap kelompok yang melaksanakan Munaslub tanpa dasar yang sah,” kata Andi Faisal selaku Pengacara Partai.

Selanjutnya dilakukan pencopotan spanduk Munaslub dan atribut partai berkarya yang ada di dalam ruangan oleh AMPB kubu Tommy Soeharto pukul 10.00 WIB sehingga acara Munaslub yang tidak sah ini yang akan dimulai oleh kubu Muchdi Pr. dibatalkan,” kata Tommy Soeharto.

Tommy juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader yang telah hadir dan Semua Ketua DPW yang sudah berjuang menyelamatkan Partai Berkarya dengan pembubaran Munaslub ini.

“Semoga kedepannya partai Berkarya menjadi lebih baik. Setelah Rapimnas pada hari Rabu lalu (08/07/2020) sebanyak 31 DPW yang hadir dan mendukung penuh secara aklamasi baik ke depannya kita akan perbaiki.

Sambung Tommy,”Kiranya semangat juang dari semua kader Partai Berkarya agar merapatkan barisan terus menerus agar jika ada hal-hal lain yang terjadi, kita akan selalu siap menghadapinya,” pungkas Tommy Soeharto kepada semua kader dan loyalis.

Pada saat yang sama, Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso mengingatkan agar semua Ketua DPW berikut Dansatgas pembubaran Munaslub untuk tetap tinggal di hotel tempat diadakannya acara tersebut.

“Semua dilakukan dengan cara persuasif,” tutup Priyo mengingatkan.(Dr. Jimmy Wahyudi Atmadinata S.Kom., M.M., M.Ikom.)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA