by

Pesantren Ar Risallah Menempah Generasi Bangsa yang Berprestasi dan Berakhlak

KOPI, Lubuklinggau – Pesantren adalah lembaga pendidikan yang sangat bersejarah di bumi Indonesia, istilah dan sistem pesantren murni arisan ulama Indonesia.

Alhamdulillah, pesantren kini semakin berkembang bahkan keberadaannya sudah hampir ada diseluruh pelosok negeri baik yang kecil maupun yang besar atau yang terkenal ataupun tidak terkenal.

Pesantren berkembang dengan sangat mandiri, keberadaannya sangat tidak bergantung seratus persen dari pemerintah, ada atau tidak ada bantuan dari pemerintah pesantren tetap berdiri dan berjalan programnya sesuai kemampuannya.

Walaupun pesantren sangat butuh perhatian dari pemerintah tetapi, pesantren tidak bergantung ada atau tidak adanya bantuan. Tetapi ketika ada itu sangat membantu setiap pesantren, seperti halnya perhatian pemerintah Kota Lubuklinggau untuk pesantren se Kota Lubuklinggau melalui FORPESS Kota Lubuklinggau.

Program pesantren sangat beraneka ragam tidak sama dengan sekolah biasanya, selain menyajikan kurikulum pemerintah dan kurikulum ke pesantrenan-pesantren juga menyajikan beberapa bidang yang berhubungan dengan minat dan bakat santri, seperti marching band, hadroh, nasyid, band islami, multimedia, silat dan berbagai macam keahlian olahraga.

Seperti yang disampaikan oleh H. Moch. Atiq Fahmi, Lc., M.Ag ( Pimpinan Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau ) dan juga selaku ketua Persatuan Pesantren Kota Lubuklinggau. Terkait dengan berbagai macam pengembangan tentu akan memerlukan waktu, pelatih dan pelatihan tambahan yang diluar jam formal pendidikan. Selain itu juga memerlukan pengadaan alat dan maintenancenya.

“Disinilah didalam lembaga pesantren wali santri diajak untuk ikut bekerjasama melalui infaq pengembangan yang program berbeda dengan infaq pembangunan yang biasanya diminta diawal pendaftaraan baik di pesantren ataupun di lembaga pendidikan swasta manapun,” ujarnya.

Dalam perjalanan pendidikan di pesantren jangan heran kalau setiap tahun ada saja yang di rehab, karena selama pendidikan berlangsung tidak jarang santri melakukan kerusakan pada sarana dan prasaran pesantren baik disengaja atau tidak. Di pesantren apa yang datang dari santri akan kembali kepada santri itu sendiri dalam rupa upaya pencapaian target pendidikan dan Pembentukan minat dan bakat santri, amanah sangat dipegang teguh oleh setiap lembaga pesantren, begitu juga Pesantren Modern Ar Risalah. Dalam hal ini sarana dan prasarana itu wujudnya sangat dirasakan oleh santri bahkan mereka meraih prestasi dalam berbagai perlombaan baik lokal sampai nasional.

Apalagi saat ini pada masa pandemi, ketika pesantren harus memenuhi protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan santri serta wali santri dari bahayanya Covid-19, maka pesantren menambahkan saran tersebut seperti memperbanyak tempat cuci tangan, baik di ssrama dan di kelas yang merupakan tempat santri belajar, alat dan juga bahan untuk kebersihan, walaupun dengan sederhana.

“Oleh karenanya bagi seluruh calon wali santri dari pesantren manapun harus memahami betul program pesantren yang akan ia titipkan Putra putrinya, terlebih lagi apabila lembaga pesantren itu memiliki program yang besar dalam mewujudkan pencapaian targetnya,” jelas Ustad Fahmi.

Tentu akan memilih guru yang terbaik, mencari methode yang terbaik, menjadwalkan waktu semaksimal mungkin demi tercapai target pendidikan dengan baik. Nah, penyelenggaraan pendidikan seperti ini sangat tidak mudah dan tentu juga dengan upaya yang sangat dipertimbangkan.

Sama halnya ketika akan membeli kendaraan tentu kondisi kelengkapan kendaraan juga menentukan pembiayaan. Tinggal kita sebagai pemilih, tentu akan membuat pilihan diantara semua kendaraan yang ada dengan segala pertimbangan.

“InsyaAllah pesantren akan selalu mendahulukan apa yang diberi kepada santri dari pada apa yang akan diambil dari santri. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang sangat menitik beratkan kepada nilai ibadah dari sekedar angka rupiah. Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberi kekuatan istiqomah dalam berjihad pada seluruh pesantren yang ada di Indonesia umumnya dan di Kota Lubuklinggau khususnya,” pungkas Ustad Fahmi. (Vhio)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA