by

Warga Karantina: Dia yang Masak Sayur, Dia yang Bikin Kopi, Kami Kesal

KOPI, Flores Timur – Sebanyak 16 warga pelaku perjalanan yang dikarantina secara terpusat di Emaus Weri Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, melakukan protes terhadap Pemerintah Flores Timur.

Protes tersebut disampaikan langsung ke hadapan Bupati Kabupaten Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST saat memberikan motivasi kepada warga karantina di lokasi karantina, Jumat, 8 Mei 2020. Saat itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten Flores Timur.

“Kami kesal. Tindakan mengantisipati supaya kami bisa selamat itu tidak ada. Hasil Rapid Tes dua kali, Bapa mereka sudah tau ada satu orang reaktif, kenapa disuruh gabung di sini,” kata seorang warga karantina.

Selain itu para peserta karantina menilai Pemerintah Kabupaten Flores Timur tidak transparan terhadap hasil pemeriksaan rapid tes pada 18 April 2020 yang menyatakan 1 orang reaktif dan masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama mereka yang lainnya pada lokasi karantina yang sama. Tidak hanya itu, warga karantina pun meminta pemerintah segera mengambil sikap untuk memulangkan mereka ke kampung halamannya masing-masing.

“Seharusnya dari awal bilang kalau satu orang reaktif, dan seharusnya kami dipisahkan, kenapa digabung di sini semua. Sekarang satu orang sudah positif. Hari-hari kami makan-minum bersama. Dia yang masak sayur, dia yang bikin kopi kasi kami minum. Kami kesal,” kata salah satu dari mereka dan bersikeras ingin pulang.

Bupati Anton pada kesempatan tersebut menanggapi protes tersebut dengan memberikan motivasi dan mengharapkan warga karantina bersabar dan tetap menjalani apa yang telah menjadi prosedur tetap pemerintah.

Bupati Anton mengatakan, prosedur karantina tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memastikan kondisi kesehatan warga karantina serta melindungi para warga karantina dan seluruh masyarakat Flores Timur dari ancaman virus corona.

“Kami menyampaikan banyak permohonan maaf. Memang ada keinginan untuk mengembalikan ke keluarga, tapi pemerintah harus melakukan berbagai pertimbangan terhadap kondisi saat ini. Jadi saudara-saudari diharapkan untuk bersabar, dikarantina dulu sampai benar-benar pasti baru dikembalikan ke desa dan keluarga,” kata Bupati Anton.

Untuk diketahui, pemeriksaan test swab terhadap warga karantina baru dilakukan untuk 9 orang dan baru 1 orang dilaporkan positif Covid-19, sedangkan 8 lainnya belum dilaporkan hasilnya. Saat ini Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Flores Timur sedang berupaya untuk melakukan pemeriksaan test swab terhadap 8 warga karantina lainnya. (Att)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA