by

Covid-19 Lebih Berbahaya Mematikan Kehidupan Sosial Politik dan Ekonomi

KOPI, Jakarta-  Pandemi kian hari semakin bertambah banyak memakan korban di Indonesia. Data Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Covid-19 per 9 Mei 2020, menunjukkan 13.645 kasus, 10.079 orang dirawat, 959 orang meninggal dunia, dan 2.607 sembuh. Tentu saja genderang perang melawan virus ini wajib dilakukan oleh Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat. 

Menyikapi hal tersebut, dalam momentum Ramadhan ini Pemerintah melalui Gugus Tugas menggaet para pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Nasional guna menajamkan upaya-upaya pencegahan wabah yang berdampak melumpuhkan kehidupan masyarakat ini, dengan menggelar webinar series Ramadhan “Gugus Tugas COVID-19 bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP)”  pada Sabtu, 9/5/2020.

Diskusi online yang bertema “Bikin Corona Kalah, Ga Cukup Cuma Berserah”  tersebutmenghadirkan narasumber Lilik Kurniawan (Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana), M.Azizi Rois (Ketua Umum DPP Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia- SEMMI) , Iqbal M. Dzilal (Ketua Umum PP Hima Persis), Husin Tasrik (Ketua Umum PB PII) dan Susanto Triyogo (Sekjend PP KAMMI).

Webinar yang dipandu oleh Miftah Antaries (Plt. Sekjend DPP SEMMI) sejak pukul 16.00 WIB ini, dimulai dengan paparan Lilik Kurniawan terkait kondisi update covid-19 di Indonesia, proses penularan, dan memaksimalkan fungsi sosial dari masjid. “Intinya, kita berharap masyarakat kita jangan terpapar virus, dan jangan pula terkapar PHK,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, upaya pencegahan yang diharapkan dilakukan oleh OKP, “Setidaknya OKP bisa melakukan tiga hal, yakni ajakan kolektif ke semua unsur masyarakat, ajakan pencegahan serius, dan penilaian mandiri,” tambahnya.

Selain itu, ia juga berharap adanya peran OKP untuk memaksimalkan fungsi sosial masjid dalam upaya pencegahan.

“Jadikanlah fungsi sosial masjid lebih maksimal dalam pencegahan covid-19, bagaimana kegiatan ibadah di rumah tidak menghilangkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan utama muslim. Sementara, Satuan Gugus Tugas memandang masjid bsia dijadikan sebagai Edukasi, pinjam ganti logistik, dan isolasi mandiri. Namun, saya yakin bisa ada masukan solusi lain dari OKP,” pintanya kepada para pembicara yang dihadirkan dari OKP.

Menjawab pernyataan dan harapan Pemerintah tersebut, M. Azizi Rois menjelaskan bahwa DPP SEMMI menilai bahaya covid ini bukan masalah mematikan secara medis saja.

“Secara medis, covid-19 dianggap berbahaya karena dapat menyebabkan orang yang positif bisa meninggal dunia. Tetapi lebih dari itu, dikhawatirkan lebih berbahaya karena bisa membunuh seluruh sendi kehidupan manusia, terutama sosial, ekonomi, politik dan budaya,”paparnya.

“Maka, aksi-aksi seperti pembagian masker, penyemprotan disinfektan, penggunaan handsanitizer, pembagian sembako, nasi bungkus dan lainnya yang telah dilakukan oleh Rumah Tanggap BencanaDPP SEMMI, tidak cukup berhenti disitu. Kita juga harus berfikir bagaimana orientasi menghidupkan kembali dampak ambruknya sosial, ekonomi dan politik pasca pandemi ini selanjutnya,” tambahnya lagi.

“Dan masjid bisa berfungsi sosial sebagai Gerakan Tengok Tetangga (GTT) dan Gerakan Ekonomi Masjid (GEMA) sebeagaimana yang sudah banyak digaungkan oleh kawan-kawan kader SEMMI di cabang-cabang seluruh Indonesia. Namun belum terdengar massif, karena memang harus saling sinergi dan Pemerintah hadir memfasilitasi,” pungkasnya.

“Masjid seharusnya jadi episentrum ummat Islam beribadah selama Ramadhan ini, tapi kondisi begini akhirnya kita mengalihkan kegiatan ibadah kita ke rumah dengan tidak mengurangi nilai pahala ibadahnya,” Husin memaparkan sebelumnya.

Selain itu, Iqbal menyampaikan agar nilai spirit masjid yang harus dibangun dalam upaya pencegahan ini.  “Ketika fungsi ibadah masjid dialihkan ke rumah, maka nilai spirit masjid ini yang harus tetap ada di kalangan ummat dalam pandemi ini,” tutur pria berkacamata ini. 

Susanto menambahkan kita juga bisa melakukan urban farming yakni menanam tumbuhan, sayuran dan lainnya di sekitar rumah dan masjid untuk menyiapkan kehidupan ekonomi setelah covid-19 berakhir.

Diskusi berakhir dengan komitmen bersama untuk melaksanakan masukan-masukan dari para OKP tersebut secara konkret yang akan difasilitasi penuh oleh Pemerintah dalam hal ini Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Republik Indonesia.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA