by

Wako Lubuklinggau Bahas Penanganan Covid-19 dan Kartu Pra Kerja Bersama Mendagri-Menaker

-Daerah-1,315 views

KOPI, Lubuklinggau – Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengikuti video conference (vidcon) dengan kepala daerah, yang terdiri dari gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia di Posko Induk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Selasa (07/04/2020).

Vidcon dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dan dihadiri pula Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Mendagri, Tito Karnavian menyampaikan mengenai kesiapan daerah dalam percepatan relokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam penanggulangan Covid-19.

Ia meminta agar kepala daerah juga fokus dalam ketersediaan bahan pangan, Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, hand sanitizer, serta mengenai kesiapan rumah sakit dan sumber daya manusia (SDM).

Tito juga membahas mengenai bantuan PLN untuk meringankan biaya listrik bagi masyarakat serta percepatan realisasi Kartu Pra Kerja untuk membantu warga yang kesulitan membiayai hidup sebagai dampak pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan beban kredit untuk pelaku UMKM dan nelayan yang sudah dilakukan oleh bank dan finance.

“Setiap daerah harus menjalankan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan baik dan benar, diupayakan masyarakat tidak mudik termasuk saat Hari Raya Idulfitri nanti,” ujar Tito.

Ia juga menegaskan, jika lockdown sebagai pilihan terakhir harus dilakukan, maka pemerintah daerah harus menyiapkan banyak stok sembako serta alat kesehatan agar terhindar dari aksi penjarahan oleh masyarakat.

“Selalu jalankan sosial distancing dan physical distancing dalam antisipasi penyebaran Covid-19. Persoalan bantuan akan disampaikan Kemensos agar setiap daerah mendapatkan bantuan, alokasinya harus tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah menyampaikan, saat ini pihaknya segera melaunching Kartu Pra Kerja yang difokuskan terlebih dahulu bagi pelaku usaha, pekerja informal, buruh harian, serta karyawan yang diberhentikan atau dirumahkan karena terkena dampak Covid-19.

Program ini sebagai upaya peningkatan kompetensi agar penerima manfaat dapat memanfaatkan ketika akan kembali membuka usaha atau mencari pekerjaan baru.

“Penerima manfaat akan mendapat kompensasi total Rp 3,55 juta yang dialokasikan untuk beberapa kegiatan dan diberikan selama empat bulan,” katanya.

Wako Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menyampaikan pihaknya selalu berusaha berkoordinasi dan menjalin sinergitas untuk mempersiapkan ketersediaan sembako dalam penanganan Covid-19 di Kota Lubuklinggau. (*)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA