by

Kesigapan TNI dan Polri dalam Menangani Kehebohan Si Jilbab Merah

KOPI, Lubuklinggau – Masyarakat Lubuklinggau sempat dihebohkan oleh keberadaan seorang perempuan berjilbab merah yang tergeletak di tepi jalan A. Yani tepatnya di depan bengkel Solihin Lubuklinggau, Selasa siang (28/04/2020). Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, tidak ada satupun warga Lubuklinggau yang menolong perempuan tersebut. Dalam kondisi pingsan, wanita itu hanya menjadi kerumunan warga dari jarak jauh.

Selang beberapa menit, setelah mendapatkan laporan dari warga, salah satu Anggota Polantas yang berada di Pos, Aiptu Tedi, bersama Sertu Sutarjo, Anggota Kodim 0406, mendatangi TKP. Karena belum adanya petugas medis, mereka langsung berinisiatif mendatangi Puskesmas Megang untuk minta bantuan petugas medis menolong perempuan tersebut.

Dalam situasi hanya 1 orang petugas medis yang ada, Aiptu Tedi bersama Sertu Sutarjo langsung bergegas membawa mobil ambulance milik Puskesmas ke TKP. Mereka kemudian mengevakuasi korban dibantu anggota lainnya, lalu membawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah dengan perlengkapan seadanya.

Menurut Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa, S.I.K., M.H, ketika dikonfirmasi pada Rabu (29/04/2020), tindakan yang dilakukan anggotanya sudah tepat. Dalam situasi seperti apapun, resiko tugas harus diambil.

“Karena keselamatan warga adalah hal utama, kita harus memaklumi. Tidak ada yang tahu kondisi ibu tersebut, lambat sedikit, beresiko terhadap keselamatan nyawanya. Apapun resikonya harus diambil, dalam waktu yang singkat tersebut,” ujar Mustofa.

Dilanjutkan Kapolres, kedepan akan kita evaluasi. APD ini sangat terbatas. Anggota di lapangan secara umum hanya dibekali masker saja. Belum ada dukungan operasional untuk itu.

“Namun kami selalu siap hadir menjunjung keselamatan jiwa raga, harta benda dan hak asasi manusia,” ujar Kapolres.

Selanjutnya, diketahui bahwa perempuan berjilbab mera ini berinisial D, merupakan warga Kelurahan Taba Jemekeh, Lubuklinggau Ia berprofesi sebagai PNS, saat ini dalam keadaan sadarkan diri. Sempat panas tubuh tinggi lalu pingsan, dan belum ada keterangan resmi dari pihak RS Siti Aisyah. Namun dari hasil pemeriksaan awal dan rapidtest Covid-19 yang dilakukan terhadap pasien, didapatkan hasil sementara bahwa pasien tersebut negative virus Covid-19. (*)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected] Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA