by

Imbas Lockdown di Belanda

Oleh: Mang Ucup

KOPI, The Netherlands – Minggu depan Jepang akan bagi-bagi angpauw sebesar 100.000 Yen (AS $ 930) untuk setiap warganya, entah ia itu kaya ataupun miskin. Sedangkan, bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, angpauw akan diberikan selama 3 bulan berturut-turut.

Bagaimana dengan di Belanda tempat Mang Ucup tinggal?

Pemerintah Belanda berupaya menerapkan karantina wilayah secara cerdas atau yang disebut “intelligent lockdown”. Pemerintah menghimbau agar warganya menjaga jarak satu dengan yang lain, minimum 1,5 m.

Disamping itu, warga diminta agar tidak mengadakan pertemuan lebih dari tiga orang, terkecuali dengan sanak keluarga sendiri.

Selama Lockdown supermarket di sini tetap buka terus mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 09.00 malam. Supermarket tidak pernah ada kekurangan sesuatu komoditi kebutuhan hidup apapun juga yang diperlukan warga.

Sistem jaminan sosial di Belanda merupakan salah satu sistem yang paling lengkap di Eropa. Maklum, Belanda termasuk negara kaya dengan penghasilan gas bumi terbesar di Eropa.

Bagi warga Belanda, dari segi ekonomi mereka tidak akan merasakan imbasnya sama sekali. Misalnya, bagi mereka yang di-PHK akan tetap mendapat gaji sebesar 80% dari gaji terakhir. THR-pun akan tetap dibayar sebesar satu bulan gaji dan akan dibayar pada bulan Mei.

Bagi mereka yang mengalami kesulitan keuangan dengan mudah bisa mengajukan permohonan kredit secara online s/d Euro 2.500 (Rp 45 juta), Pinjaman itu bisa segera cair hanya dalam hitungan menit. Sedangkan bagi pengusaha, mereka bisa mengajukan kredit s/d Euro 100.000 = Rp 1,7M) yang akan dijamin oleh negara sehingga tidak perlu ribet membuat kredit proposal lagi.

Setiap orang di negeri Belanda yang berusia 18 tahun ke atas, wajib mengasuransikan diri untuk jaminan dasar pelayanan kesehatan seperti dokter umum, rumah sakit dan obat-obatan. Premi wajib yang harus dibayar 120 Euro per orang per bulan (Rp 2,04 juta).

Namun bagi mereka yang penghasilannya di bawah Euro 1.100 = Rp 18,7 juta per bulan, mereka akan dibantu untuk bayar sewa rumah hingga 50% dari harga sewa maupun untuk bayar Premi Asuransi kesehatan tsb.

Dengan adanya kewajiban tinggal di rumah, otomatis mereka membutuhkan komputer. Oleh sebab itulah pula setiap warga termasuk anak sekolah bisa dapat bantuan beli laptop per orang hingga Euro 375,00 = Rp 6,75 juta.

Semua bantuan tersebut di atas telah disediakan oleh pemerintah setempat. (*)

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA