by

Cinta Yila

KOPI, Jakarta – Yilandra… bila Tuhan berkehendak kita berjodoh’ kita pasti bertemu lagi… cium manis’ kekasihmu Alexander.

Entah sudah berapa kali Yila membaca kalimat terakhir dari surat itu… Yila yang lugu,  gadis manis di usia 22 tahun berambut hitam panjang, kurus’ dengan tinggi semampai, yang selalu menitikkan air mata bila membaca bagian akhir dari surat itu…

Yila bergumam dalam hati.. mengapa Tuhan di bawa-bawa jika mau memutuskan tali kasih yang telah kita bina selama satu tahun ini?

Tuhan pasti capek kalo harus mikirin hubungan pacaran setiap 2 insan… huh… mau putus saja pake bawa Tuhan..itukan keputusan mu’ bukan keputusan Tuhan..hm..Tuhan kan tidak membuat keputusan hidup seseorang’ tapi Tuhan mau membimbing kita’ untuk yang mau di bimbing’.. agar kita dapat membuat keputusan hidup yang baik… Bukannya begitu? Ya sudahlah…

Yila kemudian merebahkan diri di kasur kamarnya yang mungil… dan dengan air mata yang masih menggenang di kedua matanya yang sipit’ yila berusaha memejamkan mata… tanpa terasa malam semakin larut.. terdengar sepoi sepoi suara musik dangdut dari luar jendela kamarnya… Suasana pedesaan masih terasa di rumah yila, karena ia memang tinggal di pinggiran kota Jakarta yang bertempat di sawangan…yila bergumam’.. pasti ada hajatan pernikahan yang mementaskan musik dangdut nih..senandung lagu biduan terdengar jelas kata-katanya…” Janganlah lupa sampaikan salam padanya.. badanku kurus karna memikirkan dia.. salam cup cup cup cup salam kecup serta rindu”…. hm.. Yila berusaha mengingat lagu siapa ya ini?!… Ah lupa… tapi yang jelas’ kata-kata bagian pada lagu ini mewakili banget perasaanku saat ini… huh!..

Yila langsung menutup wajahnya dengan bantal, menandakan menipu diri atas perasaannya dengan lagu tersebut…dan kemudian….zzz…zzzz…..Yila jatuh tertidur…

jam weker berbunyi’ dan waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi…Yila membuka matanya yang sedikit bengkak karena lelah mengeluarkan air dari tumpahan kesedihan perasaannya semalam…

Yila langsung ke kamar mandi dan byur….byur….suara gayung mendinginkan tubuhnya…Yila harus berangkat kuliah hari ini…

Kaos putih polos’ celana Levis dan sepatu bot dengan tas ransel adalah gaya Yila bila ke kampus…maklumlah…Yila kuliah di Institut Kesenian Jakarta jurusan musik…jadi berpakaiannya tidak harus seperti anak kampus jurusan hukum yang harus formal.

Waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi’..Yilapun sudah berada di terminal bus Lebak bulus..suasana pagi itu di terminal sangat ramai’.. semua orang sibuk ke arah tujuan masing-masing dengan membawa pikirannya masing-masing masing….dan..

Bus Kopaja 20 adalah bus yang selalu setia mengantar yila ke kampus…kernet bus selalu teriak2..arah terminal Senen….Senen…Senen…yang mau ke Senen…senen…senen…..walaupun hari itu mau jumat’ sabtu’ minggu’.. tetap saja dia bilang Senen!… Harga mati banget deh…Yila melompat ke tangga bus untuk naik..dan seperti biasa Yila duduk paling depan sebelah kiri dekat supir…..

Perjalanan macet sudah sangat pasti…..dan yila duduk terdiam’ memejamkan mata sembari mengingat-ingat surat bagian akhir dari Alexander…berusaha menerawang gak jelas bergaya paranormal’ yang hasil terawangan Yila selalu adalah khayalannya sendiri….hihi..lalu tiba2 Yila mendengar suara seseorang lelaki berbicara dengan cukup keras by handphone…

Abang baik neng!..

Neng diam saja disana..

Gak usah khawatirkan Abang!

Neng udah makan?.. makanlah yang banyak!.. jangan sampai kurus’.. tak sedap di pandang jika kurus..

Waduh…kurus?!… Yila membuka mata dan menoleh ke kanan….ternyata pak supir yang sedang berbicara di telphone..

Tangan kiri memegang handphone dan tangan kanan memegang bulatan setir yg cukup besar…..terlihat supir itu sangat mahir menyetir sambil ber’handphone ria sembari sesekali melirik kaca spion samping…

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA