by

Berburu Ilmu Jurnalistik diacara Diklat PPWI, Peserta dari berbagai daerah Terkesan


KOPI, Jakarta. Menulis bukanlah persoalan pekerjaan atau sepiring nasi, ini adalah panggilan dari hati yang terdalam, dengan menulis kita sudah memberikan penghargaan pada setiap peristiwa yang terjadi disekitar kita, yang kita saksikan, dengar, ataupun rasakan.

Bagi orang yang berprofesi sebagai jurnalis, apapun medianya, dituntut untuk menguasai kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang benar, karya tulis yang baik berikut penulisan maupun materi yang dimuat akan dapat mempengaruhi pembaca, bahkan tidak sedikit pembaca dapat meluapkan emosionalnya setelah membaca, ada yang gembira, sedih maupun marah.

Apalagi di era keterbukaan seperti sekarang ini, siapapun dapat menulis di media, jika tidak dibarengi dengan pengetahuan menulis yang benar serta dasar jurnalisme tentu akan menjadi sorotan bagi pembaca.

Ditengah Pandemi Wabah Virus Corona di negeri ini, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) terus menunjukan eksistensinya dalam berkontribusi positif ditanah air dengan membekali insan pers maupun masyarakat umum untuk bersama-sama belajar menjadi pewarta yang profesional. Diklat Jurnalistik yang digelar oleh PPWI berlangsung secara online via whastsapp. Peserta yang sebelumnya telah mendaftar, diasah kemampuannya untuk mengenal dasar-dasar penulisan Bahasa Indonesia yang benar, tidak hanya itu, peserta dijuga dibuka wawasannya untuk memahami dasar jurnalistik, jurnalisme online dan teknik reportase.

Ini adalah Diklat angkatan kedua setelah sukses menggelar Diklat pertama pada pekan lalu, di gelombang kedua ini Diklat dilaksanakan tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan tanggal 17 April 2020. Kegiatan menarik ini diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan daerah lainnya.

Wilson Lalengke, SPd, M.Sc, MA, Inisiator Diklat Jurnalistik Corona yang juga Ketua Umum PPWI sangat mengapresiasi semangat belajar para peserta dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya apresiasi semangat yang luar biasa dari peserta, serius untuk berburu ilmu, saya berharap setelah selesai diklat ini dapat meneruskan ilmunya didaerah masing-masing” Ujar Ketua PPWI yang juga Alumni PPRA-48 Lembahanas RI tahun 2012.

Sementara itu, salah satu peserta dari Bandung, Leo Ahmaron, kepada Pewarta KOPI menuturkan Diklat ini sangat berkesan, “Saya sangat terkesan, saya acungi jempol untuk PPWI, ditengah wabah virus corona PPWI mampu menggelar diklat ini, selain dapat ilmu kita juga dapat bersilaturahmi dengan rekan-rekan pewarta dari daerah lain” ujarnya kepada Pewarta Kopi. (fa)

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA