by

Banyak Pelaku Usaha Tak Patuh SOP dalam Penanggulangan Covid-19

KOPI, Lubuklinggau – Pelaku Usaha di Kota Lubuklinggau dinilai mengangkangi maklumat Kapolri Jendral Polisi Idham Azis, Nomor. Mak/2/III/2020 tentang kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid19).

Hal ini berdasarkan hasil investigasi LSM Geram bersama Tim divisi Humas dan Media GANN Lubuklinggau kemarin dini hari, Kamis (08/04/2020).

Bedasarkan hasil investigasi dilapangan masih bnyak sekali hotel-hotel, pertokoan dan tempat fasilitas publik yang belum ada cuci tangan, seluruh pegawai belum memakai masker saat bekerja, tidak memiliki thermogun, tempat menyuci tangan, bahkan semprotan disefiktan.

Pantauan dibeberapa tempat perhotelan dan hiburan malam kota Lubuklinggau dinilai nakal dikarenakan membuka hiburan malam hingga tengah malam bahkan sampai pagi.

Tim investigasi yang datang sekitar pukul 02.00 WIB dini hari memnyusuri hotel-hotel tempat-tempat hiburan malam masih buka dengan suara dentuman musik hingga keluar sampai ke lobi wisma.

Sontak tim langsung menuju ke room karaoke untuk melihat ternyata di beberapa room memang masih ada pengunjung. Malah semakin malam tambah ramai beberapa pengunjung banyak yang datang.

Namun saat dikonfirmasi langsung kepihak manajemen hotel, mereka banyak berdalih buka karena sudah berkoordinasi dengan oknum anggota. namun saat diminta menyebutkan namanya pihak management salah satu hotel kewalahan dan mengalihkan pembicaraan melalui saluran teleponnya.

“Saya sudah berkoordinasi, silahkan kalo mau diberitakan,” ungkap pihak management salah satu hotel di Kota Lubuklinggau yang tidak menyebutkan namanya.

Ketua tim investigasi, Indra Sena menyayangkan pernyataan manejemen hotel yang ada di Kota Lubuklinggau, pernyataan pihak manajemen hotel yang ada di Kota Lubuklinggau sangat menampar Maklumat Kapolri Jendral Polisi Idham Azis.

Menurutnya ditengah Pemerintah Kota Lubuklinggau bersama TNI Polri sibuk melawan bahaya Covid19 malah manajemennya tidak mengindahkan.

“Padahal berdasarkan pantauan kami tadi malam setidaknya ada pamflet maklumat Kapolri yang ditempel di beberapa Hotel dan tempat hiburan tersebut kok ini hanya sebagai bahan bacaan saja, tidak dipatuhi,” ungkapnya dengan tegas.

Lanjutnya beberapa pihak management manajemen hotel dan pertokoan di Kota Lubuklinggau, melanggar maklumat Kapolri nomor 2A point 3, yakni tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya masa dalam jumlah banyak baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri kegiatan jasa hiburan.

Tentunya hal ini akan menjadi laporan tim invetigasi untuk Kapolres, Walikota Lubuklinggau dan Ketua DPRD serta Dandim 0406 untuk memberikan teguran.

Jangan sampai menurutnya, maklumat Kapolri dan pemerintah untuk selalu menjaga jarak dan tidak melakukan kegiatan mengumpulkan banyak orang hanya berlaku pada acara hajatan maupun masjid-masjid hingga 14 hari ke depan.

“Ini bencana nasional, harus kita perangi termasuk pelaku usaha, sebagai contoh di Batam saja yang merupakan kota hiburan malam mampu memberikan efek jera yakni mengamankan sebanyak 71 orang dari dalam tempat hiburan malam, kok ini dibiarkan tentu harus kita tindak kita cegah, supaya Lubuklinggau tidak termasuk zona merah dalam wabah Covid19,” jelasnya dengan gamblang.

Saat diwawancarai bisa tidak dikenakan pasal, Indra Sena menyatakan tentunya bisa sesuai siaran pers Kadiv Humas Polri, Irjen M. Iqbal yakni bisa disangkaman kepada yang membandel yakni pasal 212, pasal 216, pasal 218 KUHP.

“Ancaman pidananya 1 tahun,” ujarnya.

Untuk diketahui yang menjadi sasaran hampir semua hotel dan pelaku usaha yang dimasuki dalam upaya protokol pencegahan covid 19 masih banyak yang kurang.

Tim menyisir di mulai dari hotel Hakmaz Taba, Dewinda, Aura Hotel, City Hotel, Hotel We, Hotel 929, Wisma Q, JM, Indomaret, dan Alfamart yang masih belum memenuhi standart dan mempercepat penanggulangan wabah Covid-19 khususnya di Kota Lubuklinggau MN

Menurut Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa, S.I.K, MH, saat dihubungi melalui WA milik pribadinya, mengenai para pelaku usaha yang tidak dapat bekerja sama dengan pemerintah, dengan cara memenuhi SOP, untuk bersama menanggulangi Covid-19 khususnya di kota Lubuklinggau.

Terutama untuk beberapa hotel dan tempat hiburan, yang msh beroperasi hingga ada yg sampai pagi, dan jelas ada beberapa point yang diduga melanggar maklumat dari Bapak Kapolri.

“Perihal terkait masalah ini, kami POLRI, bekerja sama TNI, dan Pemkot Kota Lubuklinggau serius dalam mempercepat penanggulangan wabah Covid-19 ini, secara bertahap telah kami berlakukan peraturan pemerintah, akan tetapi apabila masih saja ada yang nakal, terutama untuk para pelaku usaha. Saya telah berkoordinasi dengan Walikota Lubuklinggau, akan tindak tegas dan untuk para pelaku usaha nakal akan kita cabut izinnya,” ungkap Kapolres. (Vhio)

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA