by

Ragu Badan (Body Doubt)

-Opini-1,846 views

Oleh: Dr. Haidar Bagir, Dosen Filsafat UI/Pendiri Penerbit Mizan

KOPI, Jakarta – Istilah ini saya ambil dari ungkapan seorang dokter ahli penyakit jantung yang saya kenal baik di Bandung. Apa itu “ragu badan”? Ya, itu lawannya keyakinan bahwa badan kita bekerja dengan sepenuhnya bisa diduga (predictable). Menurut dokter terkemuka itu, sebetulnya tubuh kita tak se-predictable itu. Atau, kemampuan ilmu kedokteran masih jauh dari sempurna untuk menduga seluruh gejala yang terkait dengan badan itu.

Saya kira hal ini sedikit banyak terkait dengan peradaban positivistik-saintistik (sic), yang berpandangan bahwa seluruh kejadian di alam ini bersifat kasualistik. Bekerja berdasar hukum sebab-akibat yang rigid. Problem orang modern, seperti kata Prof. Iwan Pranoto, adalah kehilangan apresiasi kepada ketidakpastian (padahal sudah lama ada teori Ketidakpastian Heisenberg dalam ilmu fisika, yang al. menghasilkan Teori Relativistas yang sudah diterima luas itu).

Tapi problem terbesarnya bukan di situ. Seperti saya singgung di atas, problem terbesarnya adalah kemudian manusia merasa bisa mengetahui semua komponen hukum sebab-akibat itu dan mampu mengendalikannya dengan sempurna. Sehingga, para saintis kesehatan – baca dokter – dengan yakin “mengumbar” resep2 hidup sehat, yang seolah-olah jika resep-resep itu dijalankan, orang akan otomatis panjang umur.

Kenyataannya, banyak orang hidup sehat – atau diyakini hidup dengan gaya hidup sehat – justru sakit, atau bahkan mati muda. Tak sedikit juga, orang yang sakit bertahun-tahun, malah panjang umur. Bisa karena penyakit tidak biasa yang tidak pernah diduga sebelumnya, bisa juga karena sebab-sebab non-kesehatan.

Menurut sang dokter, harusnya hal itu menyadarkan kita bahwa: atau hukum kausalitas tak se-rigid itu – nanti tentang ini akan saya jelaskan lebih jauh – atau kita memang tidak mampu memahami, apalagi mengendalikan hukum kausalitas yang begitu banyak variabelnya dan begitu kompleks relasi di antara berbagai variabel itu.

https://www.tokopedia.com/madubaduy

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA