by

Produksi Gerabah Kasongan yang Tidak Lekang oleh Zaman

Hasil kerajinan gerabah Kasongan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Bangunjiwo. Selain menjadi tempat yang ramai wisatawan hingga dari segi karya seni, mampu membuat mereka yang berkunjung terpikat ingin memilikinya.

Tidak hanya di dalam negeri, Gerabah Kasongan memiliki banyak peminat di negara luar negeri, baik Belanda, Kanada Australia, Malaysia, India, Jepang dan masih banyak lagi. Bisa dipastikan omset yang didapatkan dari seni rupa ini mencapai milyaran rupiah.

Hasil Produksi Gerabah Kasongan

Berawal dari tanah liat yang diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan, gerabah Kasongan memberikan hasil produksi tidak monoton hanya sebatas alat-alat dapur saja. Tetapi dapat dibentuk menjadi beragam seni rupa lainnya seperti asbak, guci, pot bunga, patung, souvenir dan sebagainya.

Potensi bisnis yang begitu besar dari produksi seni rupa ini membuat para pengrajin terus berupaya memberikan inovasi produk terbaru lewat tangan-tangan lihai mereka. Itulah sebabnya gerabah Kasongan mampu bertahan mengikuti perkembangan zaman. Lantas, apa saja hasil produksinya?

  • Patung

Patung adalah seni rupa tiga dimensi yang mampu bertahan dalam waktu lama. Gerabah Kasongan dapat diolah menjadi berbagai bentuk dalam pembuatannya. Ide kreatif ini berasal dari salah satu pengrajin bernama Sohikromo.  

Pada masa penjajahan Belanda, Sohikromo membuat sepasang patung macan saat menyambut karnaval atas penobatan Ratu Wilhelmina. Saat itu, orang-orang Belanda yang melihatnya merasa suka dengan hasil kerajinannya hingga meminta untuk dibuatkan lagi demi mengisi pos penjagaan tentara.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA