by

Corona, Umar, dan Takdir Allah

Sesampainya di Syam, benar saja, wabah sedang merajalela. Tapi Abu Ubaidah berkhutbah di hadapan orang-orang: “Wahai manusia! sesungguhnya penyakit ini merupakan rahmat dari Rabb kalian, doa para Nabi kalian, dan penyebab kematian orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Abu Ubaidah memohon kepada Allah untuk mendapat bagian dari rahmat tersebut.” Tak lama kemudian Ubaydah terjangkit penyakit tersebut sehingga meninggal dunia.

Sepeninggal Abu Ubaydah, Mu’adz bin Jabal menggantikannya sebagai pemimpin rombongan. Mu’adz menyampaikan khutbah setelah wafatnya Abu Ubaidah: “Wahai manusia, penyakit ini merupakan rahmat dari Rabb kalian, doanya para Nabi kalian dan penyebab kematiannya orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Mu’adz memohon kepada Allah agar keluarga Mu’adz mendapat bagian dari rahmat tersebut.” Tidak lama kemudian Abdurrahman bin Mu’adz, anak Muadz bin Jabal, terjangkit wabah tersebut, dan meninggal dunia.

Kemudian ‘Amr bin al-Ash, Gubernur Syam, menggantikan kedudukan Mu’adz sebagai pengkhotbah. Tapi ‘Amr memilih kebijakan yang berbeda dengan kedua sahabat Rasu yang wafat tersebut. ‘Amr berdiri menyampaikan khutbah di hadapan masyarakat.

“Wahai manusia! Sesungguhnya jika wabah menjangkiti suatu negeri, maka dia akan melahapnya sebagaimana menyalanya api. Karena itu, menghindarlah kalian ke gunung-gunung.”

Berkat khutbah ‘Amr bin Ash, sang gubernur, penyebaran wabah penyakit itu terbendung. Lalu berhenti. Menurut catatan para sejarawan seperti al-Shafady dan al-Nuwairi, serangan wabah penyakit di Syam itu terjadi pada tahun 18 H. Korban tewas akibat wabah mencapai 25 ribu orang lebih.

Dari kisah di atas, umat Islam mendapat pelajaran berharga. Ikhtiar Umar bin Khatab dan ‘Amr bin Ash adalah yang menyelamatkan manusia dari terjangan wabah.

Madu Baduy (https://www.tokopedia.com/madubaduy)
______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA