by

Reaktor Daya Eksperimental, Kreasi Anak Bangsa untuk Ketahanan Energi Nasional

Di alam, SiC amat langka. Tapi, ia bisa dibuat secara sintetis. Lapisan SiC terkenal sangat kuat dan tahan panas tinggi. Rompi antipeluru dan kendaraan yang tingkat keamanannya sangat tinggi – seperti mobil dinas Presiden AS dan Perdana Menteri Inggris – bodinya dilapis SiC. Sehingga aman dari tembakan senjata berat, ledakan dinamit, dan kobaran api. Ini karena, di samping sangat kuat, titik leleh SiC mencapai 3500 derajat Celsius.

Dengan demikian, jika terjadi kecelakaan, bahan bakar RDE (kernel U-235 dengan coating SiC berdiameter 1,0 mm) tetap terkurung. Ia berada dalam cangkang tipis keramik carborundum yang superkuat. Kernel-kernel U-235 yang tingkat panas dan radiasinya amat tinggi pun tidak keluar dari cangkang SiC. Sehingga tidak mencemari habitat dan lingkungan spesies di muka bumi.

Kenapa radioisotop dan radiasi bocor pada kasus Fukushima? Karena coating bahan bakar U-235 di reaktor Fukushima menggunakan zircaloy (lempengan logam Zirconium) yang titik lelehnya hanya 1855 derajat Celsius. Jauh lebih rendah dari titik leleh senyawa silikon karbida yang 3500 derajat Celsius. Zircaloy juga tidak sekuat carborundum.

Selain desain bahan bakar — keselamatan lain yang penting di PLTN adalah sistem pendingin reaktornya. Dalam hal ini, PLTN G-4, menggunakan sistem pendingin pasif. Artinya, jika PLTN berhenti mendadak, saat mana panas bahan bakarnya masih sangat tinggi, maka reaktor bisa mendinginkan diri sendiri.

RDE sudah menggunakan sistem pendingin pasif. Media pendinginnya bukan air seperti PLTN Chernobyl dan Fukushima. Tapi gas helium.

Kita tahu, helium titik didih dan titik bekunya paling rendah. Pada suhu ruangan, helium berwujud gas. Helium baru akan mencair jika didinginkan hingga suhu sangat ekstrem, minus 268,9 derajat Celsius. Sedangkan untuk memadatkannya, suhu yang dibutuhkan lebih ekstrem lagi: minus 272,2 derajat Celsius. Super duper dingin.

Itulah sebabnya, pakar desain RDE menggunakan helium sebagai pendingin reaktor. Karena ia bisa direkayasa menjadi pendingin pasif.

Ini berbeda dengan reaktor PLTN Chernobyl dan Fukushima yang menggunakan pendingin aktif. Zat pendinginnya air. Pendingin aktif butuh intervensi dari luar jika ada bencana reaktor. Bencana Fukushima terjadi karena pompa pendingin bahan bakarnya rusak diterjang tsunami.

Madu Baduy (https://www.tokopedia.com/madubaduy)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA