by

Filantrofi Kakak Teladanku

(Kedermawanan Denny JA)

Nazrina Zuryani

Oleh: Dr. Nazrina Zuryani, Wakil Dekan III FISIP Universitas Udayana, Bali

KOPI, Denpasar – Kalau 17 tahun disebut usia manis (sweet seventeen) dan perlu dirayakan, sebagai anak baru gede (ABG), pada usia itu aku melihat figur baru dalam hidupku. Figur itu acap berkelebat dalam kelompok diskusi yang diselenggarakan pengurus dan anggota Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Indonesia di Jakarta Timur, tepatnya wilayah Rawamangun.

Seingatku awal tahun 1983 adalah masa para remaja dan pemuda di wilayah urban mencari jati diri keIslaman. Masjid-masjid berbarengan dengan organisasi kemahasiswaan (HMI Cabang berbagai kampus di Jakarta) membuka kegiatan “Pesantren Kilat”. Marak pula kegiatan remaja masjid dan kumpul bareng Ikhwan dan ukhti (demikian mereka mulai mengadopsi Bahasa Arab) agar menemukan pola organisasi kerohanian yang cocok.

Menjelang tahun terakhir di bangku Sekolah Menengah Teknologi Kerumahtanggan/SMTK, usia manis 17 tahun kulalui dengan proses sumpah baiat sebagai Muslimah pada satu kegiatan pesantren kilat di wilayah Bogor. Sejak saat itulah bibit “Kelompok Studi Proklamasi” alias KSP terbentuk dan membentuk jati diri dengan kesepuluh anggotanya. Delapan pria dan dua wanita.

Jujur saja, usia ABG buatku — yang harus menjalani job training di sebuah hotel saat itu — menimbulkan rasa galau. Perasaan minder melekat padaku selama 6 bulan magang di hotel Hilton Jakarta. Karena aku harus pulang larut malam, sesuai shift kerja.

Untunglah di ujung tahun sebelumnya, aku sudah mengikuti kegiatan pesantren kilat tersebut. Di pesantren itulah aku dapat pencerahan dari kakak-kakak mentor. Mereka tak kenal lelah menasehati dan mengajak aku memahami hidup — melalui kegiatan diskusi di hari Minggu sore.

Salah seorang kakak mentor itu bernama Eka Budhy Munawar Rahman. Ia mengajakku untuk memahami: bahwa agama adalah proses pembelajaran seumur hidup. Seiring belajar memahami diri sendiri dan mengerti orang lain. Serta bermanfaat bagi masyarakat.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA