by

6 Alasan Kenapa Memilih Menjadi Seorang Arsitek

-Inspirasi-4,294 views

Menentukan buat berkarir pada dunia arsitektur adalah keputusan buat sebagian orang yang memang mendambakannya. Pastinya di balik keputusan itu, pasti ada alasan-alasan tersendiri yang mendasari sampai seseorang serius ingin berkecimpung di dalam dunia arsitektur—sebuah bagian yang diketahui akan mengonsumsi banyak waktu tidur untuk mengakhiri beberapa jenis gambar atau maket.

Buku Architect: A Candid Guide to the Profession karya Roger K. Lewis berisi beberapa alasan-alasan yang banyak membuat orang tertarik untuk memahami karier ini. Sebelum Anda betul-betul menguatkan diri menjadi seorang arsitek, baiknya simak 6 alasan kenapa orang ingin menjadi arsitek versi jasa arsitek Jogja beriku ini:

Uang, Gaya Hidup, dan Status Sosial

Di mata masyarakat, arsitek adalah sosok yang berpendidikan dan artistik. Selain itu, arsitek adalah profesi yang kerapkali diibaratkan dengan proyek bernilai tinggi serta klien yang datang dari golongan menengah ke atas. Dengan lingkungan kerja semacam itu, banyak warga yang tahu kehadiran arsitek memandang jika karier arsitek adalah profesi yang menjanjikan uang banyak.

Asumsi yang juga sama menggiring pendapat warga jika arsitek mempunyai pola hidup yang berkualitas, sama dengan klien-klien mereka. Ini jadi salah satunya daya tarik tertentu buat mereka yang mempunyai talenta di bagian design untuk terjun jadi seorang arsitek.

Popularitas

Dalam dunia profesi arsitek, popularitas bisa datang seiring dengan meningkatnya karir. Cukup banyak mahasiswa arsitektur tergiur untuk memahami karier ini serta jadi arsitek terkenal yang namanya diketahui.

Sebut saja Andra Matin atau Yori Antar, namanya cukup sudah diketahui di arena arsitektur Indonesia serta jadikan role mode oleh beberapa arsitek-arsitek muda yang lain.

Tentu saja profesi seorang arsitek tidak dapat melesat cuma dalam waktu cepat mata. Diperlukan perjalanan yang panjang untuk sampai pada step itu.

Mereka melalui profesi dari 0 serta terus belajar dari kesalahan-kesalahan sampai dapat membuahkan design yang fantastis serta pada akhirnya sukses mengundang perhatian warga.

Sebab perjalanan profesi yang lumayan panjang berikut banyak arsitek yang mendapatkan popularitas di lanjut usia saat orang dengan karier lain telah mulai pensiun.

Sebutlah saja Frank Gehry serta Cesar Pelli, keduanya saling memulai karier diawalnya usia 30-an serta baru melesat diawalnya usia 60-an. Terhitung 30 tahun perjalanan yang diperlukan untuk dapat sampai pucuk profesi.

Kontribusi pada budaya

Bangunan merupakan salah satu penanda budaya dan peradaban dalam sejarah. Karena itu, arsitek mempunyai peluang untuk mencatatkan riwayat lewat karya-karya terbangunnya.

Ini kurang lebih membuat karier arsitek jadi menarik untuk dilirik. Tetapi perlu untuk diketahui jika untuk mencatatkan riwayat lewat satu bangunan, beberapa hal yang penting dilihat oleh seorang arsitek.

Salah satunya hal yang penting berkaitan dengan sustainability bangunan yang direncanakan. Arsitek harus mendesain satu bangunan yang ageless, baik itu berkaitan façade atau susunan, hingga dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama.

Tidak hanya dari bagian bangunannya sendiri yang memang seharusnya memerhatikan rumor sustainability, unsur external lain ikut terlibat dalam preservasi bangunan, khususnya warga di seputar bangunan itu.

Membantu masyarakat

Teaching is giving. Didorong oleh jiwa sosial, banyak arsitek yang menyakini kalau mereka memiliki tanggung jawab mental kepada masyarakat. Sejumlah arsitek cukup tersohor dari aksinya menolong membuat komunitas warga lewat beberapa program development.

Sebutlah saja Yu Sing serta Romo Mangunwijaya yang konsentrasi lakukan pendampingan-pendampingan pada warga berkaitan pembangunan sekitar lingkungan mereka. Meski tidak selalu mendapatkan keuntungan finansial, mereka akui suka dapat share ilmu dan pengetahuan serta menolong warga.

Tidak itu saja, mereka memperoleh peluang untuk ‘memasyarakatkan’ arsitektur. Dengan demikian, mereka berupaya memberikan keyakinan pada warga jika arsitektur adalah hak buat tiap manusia, tidak cuma buat yang mempunyai uang banyak serta dapat meng-hire layanan arsitek saja.

Bentuk aktualisasi kreativitas & ilmu pengetahuan

Melampiaskan kreativitas sekaligus juga ilmu dan pengetahuan yang dipunyai dapat juga jadi salah satunya fakta buat satu orang untuk pilih karier jadi arsitek.

Kreatifitas di dunia arsitektur dapat dihubungkan dengan potensi seorang arsitek untuk memproses material bangunan mentah jadi satu ruangan yang bisa dirasa serta di nikmati orang yang berada di dalamnya.

Tidak itu saja, karier arsitek memerlukan potensi cendekiawan di bagian lain untuk kuasai kompleksitas dalam membuat bangunan. Beberapa potensi itu salah satunya:

Kegemaran menggambar

Hal terakhir yang juga banyak mendasari seseorang untuk terjun ke dalam dunia arsitektur yaitu kegemaran menggambar. Bila Anda hobi menggambar, terutama freehand drawing, jadi arsitek dapat dimasukkan ke salah satunya pilihan karier untuk ditekuni nanti yang di dukung dengan pendidikan arsitektur juga.

Telah jadi satu rahasia umum jika sejumlah besar arsitek benar-benar senang menggambar. Buat mereka, menggambar telah jadi satu natur layaknya seperti menulis serta membaca buat orang pemula biasanya. Serta beberapa arsitek berasumsi jika sisi paling menyenangkan pada sebuah serangkaian project ialah tuangkan ide design dalam sketsa-sketsa di atas kertas.

Keenam soal di atas merupakan alasan-alasan yang sering memicu satu orang untuk putuskan terjun ke dunia arsitektur. Bila Anda merasakan banyak beberapa poin yang pas dengan diri Anda, kemungkinan arsitek adalah karier yang pas untuk Anda jalani. Ditambah lagi bila telah menjalaninya, bisa saja Anda berpotensi menjadi seorang arsitek besar.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA