by

Mengapa Denny JA Sukses?

-Opini-6,732 views

Nah, suatu hari dalam obrolan santai dengan Denny, saya mengusulkan mengganti penyebutan LSI Lingkaran menjadi LSI Denny J.A. Ini akan memudahkan membedakan LSI Lembaga dengan LSI Lingkaran. Sampai sekarang Denny mempertahankan nama LSI Denny JA. Semua dokumen untuk publik, Denny menggunakan nama “LSI Denny JA”.

Saya juga mengatakan kepada Denny waktu itu, kalau Denny sudah pensiun 100% dari LSI, sebutan LSI Denny JA diubah lagi menjadi Denny JA saja. Persis seperti orang menyebut lembaga survey Gallup. Lembaga ini didirkan pada tahun 1935 oleh George Gallup.

LSI inilah yang membuat Denny JA kaya raya. Ada beberapa hal yang membuat Denny mendapat uang banyak dari bisnis ini. Pertama, saat itu belum ada jasa konsultan politik, jadi Denny pelopor dalam bisnis konsultan politik di Indonesia. Pasar belum mempunyai pilihan lain untuk menggunakan jasa konsultan politik yang profesional, berupa perusahaan yang dibentuk dengan bidang bisnis konsultan politik. Jadi, secara bisnis, supply hanya satu perusahaan sedangkan demand-nya banyak. Jadi harga melonjak tinggi. Kedua, kemunculan Denny berbarengan dengan berlakunya undang-undang tentang pemilihan presiden secara langsung.

Seperti kita ketahui, sejak zaman Orde Baru pemilihan presiden dilakukan oleh MPR. Presiden terakhir yang dipilih oleh MPR RI adalah Abdurahman Wahid atau populer dipanggil Gus Dur, tahun 1999. Sedangkan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat adalah Susilo Bambang Yudoyono, populer disapa dengan SBY.

Calon presiden belum mempunyai contoh praktik pemilihan kepala negara secara langsung di Indonesia. Mereka tidak banyak memiliki pilihan untuk mensiasati pemilihan langsung agar menang dalam Pilpres selain menggunakan konsultan. Jadi, kehadiran Denny secara waktu pas sekali.

Undang-undang baru ini seperti pintu rezeki yang kuncinya khusus diberikan tuhan kepada Denny JA. Betapa tidak? Undang-undang ini membuat peluang bisnis besar di bidang konsultan politik. Sebelum ada undang-undang ini, dan presiden dipilih oleh MPR, cara kampanye tidak berubah dari tahun ke tahun. Presiden hanya dipilih oleh ratusan orang anggota MPR. Persoalannya jadi “gampang”. Meyakinkan ratusan orang tentu lebih mudah dibandingkan meyakinkan seratus juta lebih penduduk Indonesia.

Madu Baduy (https://www.tokopedia.com/madubaduy)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA