by

Mengapa Denny JA Sukses?

-Opini-6,733 views

Dengan persiapan belajar bahasa Inggris gila-gilaan itu — dan tentu saja membuahkan hasil maksimal — akhirnya Denny berangkat ke Amerika dengan super pede.

Dari Amerika dia mengirim email dengan isi yang menunjukkan kegembiraan yang luar biasa. Saya masih ingat kata-katanya. Begini.

Kelak setelah rombongan keluarga yang memakamkan kita pulang meninggalkan pemakaman, malaikat akan langung menghampiri kita dan bertanya empat perkara. Bukan tiga pertanyaan seperti yang biasa diceritakan oleh ustaz ketika masih mengaji di surau. Yaitu.
• Siapakah Tuhan kamu?
• Siapa nabi kamu?
• Apa agama kamu?
• Apakah kamu sudah pernah melihat salju?

Setelah kembali ke Indonesia

Denny menikah ketika dia masih kuliah di Amerika. Setelah kembali ke Indonesia Denny sudah berkeluarga. Ketika itu saya sudah keluar dari bekerja di KONTAN, dan tengah bekerjasama dengan Rhenald Kasali yang juga baru kembali dari sekolah di Ohio, Amerika.

Rhenald Kasali (kini Guru Besar FE UI) menghubungi saya ketika sudah di Jakarta. Saya ingat bertemu di kafe Classic Rock. Di sana kami sepakat bekerjasama memembangun bisnis bersama. Kami menjual jasa untuk mengisi content tentang manajemen dan bisnis kepada berbagai media di Indonesia. Kami menyebutnya Media Content Provider.

Perusahaan yang kami bangun bekerjasama dengan berbagai media, mengisi konten media tersebut: media radio, televisi, majalah, dan suratkabar. Di masa itu, media masih berjaya, termasuk media cetak yang memiliki ruang iklan besar. Internet memang sudah ada tetapi belum mempunyai kemampuan membunuh media cetak seperti sekarang.

Selain itu, saya juga mencarikan panggung untuk Rhenald sebagai pembicara tentang bisnis. Lumayan. Rhenald memang piawai di atas panggung. Dia menghibur dan bisa membungkus materi seminar kadang-kadang dengan lucu.

Denny mengatakan ingin juga bekerjasama dengan saya: menjadi pembicara publik. Proyek pertama adalah: saya membawa Denny berbicara di depan top manajemen PT Astra International. Ketika itu nama Denny mulai berkibar lagi karena sudah mulai lagi menulis di media cetak besar di Indonesia. Jadi, manajemen Astra sudah mengenal nama Denny sebagai pengamat politik. Kalau tidak salah, Denny diminta bicara tentang situasi politik saat itu.

Madu Baduy (https://www.tokopedia.com/madubaduy)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA