by

Reses Tahap II Anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil 8 Telah Digelar

KOPI, Lubuklinggau – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) daerah pilihan (Dapil) VIII meliputi Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muratara, dan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), mengadakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Reses ini merupakan yang kedua atau disebut juga Reses Tahap II Anggota DPRD Provinsi Sumsel.

Acara yang digelar di halaman kantor Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, dan dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Sumatera Selatan Dapil 8, yakni H. Hasbi Asadiki (Golkar), Toyeb Rakembang (PAN), Drs. H. Gani Subid (Demokrat), H. Subhan (PKS), H. Novian Fauzi (Nasdem), Hj. Rita Suryani (PDIP), dan H. Burlian (Gerindra). Dari kalangan kecamatan, hadir antara lain Camat Lubuklinggau Timur I, H. Wiwin Eka Saputra, seluruh anggota LPM, dan para ketua RT.

Selaku Koordinator Rombongan DPRD Sumsel pada reses kali ini, Hasbi Asadiki, menyampaikan bahwa pihaknya datang untuk menyerap aspirasi masyarakat. Hasil pengumpulan aspirasi itu nantinya akan tindaklanjuti di masa yang akan datang.

Madu Baduy

“Makannya kami adakan kegiatan reses, dan beri masukan pada kami, selaku mengemban amanah, dengan semaksimal mungkin akan kami lakukan hal yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Hasbi.

Sementara itu, acara ini dihujani usulan dari masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, berharap, berkeinginan, beri pendapat, dan minta solusi. Salah satu warga Kelurahan Batu, Urip Taba Taufik, menyampaikan bahwa di daerahnya ada talut yang sudah roboh.

“Di daerah kami pak, ada  talut yang sudah roboh, nah ini sudah terjadi lumayan lama. Jika mau diajukan dengan melalui Aspirasi DPRD Kota, saya rasa akan memakan waktu yang lumayan lama, sedangkan kondisinya semakin hari semakin longsor,” ujar Taufik.

Dengan adanya reses ini, lanjut Taufik, ia bisa menyampaikan langsung permintaan soal talut kepada para wakilnya di DPRD. “Saya berharap jika bisa, saya minta kepada wakil-wakil rakyat yang terhormat, minta secara pribadi, sebab talut itu tidak terlalu banyak memakan biaya, sekira 20 jutaan,” ujar Taufik. (Vhio)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA