by

Nelayan Langkat Keluhkan Harga Ikan yang Anjlok Akibat Isu Bangkai Babi

KOPI, Langkat – Terkait dampak pembuangan bangkai ternak babi di sungai dan kelaut, di wilayah perairan Provinsi Sumatera Utara, terkhusus di Kabupaten Langkat, menjadi momok menakutkan bagi kalangan para nelayan. Mengapa tidak, gegara isu babi yang mati terserang Virus Hog Cholera yang dibuang tersebut, berdampak pada penurunan harga ikan yang sangat dikeluhkan nelayan, begitu juga agen penampung ikan.

Mendengar hal tersebut, anggota Komisi 10 DPR RI, Djohar Arifin Husin, kemarin meninjau ke nelayan di Langkat. Johar Arifin Husin, sebagai Putra Langkat, mengatakan pihaknya tidak menyangka efek dari pembuangan bangkai babi begitu parah dampaknya bagi kaum nelayan di sini.

“Ratusan ikan mereka tidak laku, dan dibayar murah, padahal mereka sudah susah payah mencari ikan. Namun ketika dijual tidak laku, dan kini harganya masih anjlok,” sebut Johar.

Pihaknyapun mengatakan, Pemerintah harus mencari solusi dan menbantu nelayan soal harga ikan yang anjlok. Bagi sipelaku pembuang bangkai babi, sebut Johar, harus diambil langkah hukum.

Menurut Ismail dan Abdul Wahab, nelayan di Dusun Alur Kapal Desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, kepada KOPI (Koran Online Pewarta Indonesia) kemarin, mengatakan, gegara pembuangan bangkai babi itu, harga ikan yang mereka jual anjlok.

Misalnya, ikan gebung kuring besar, yang biasa diual seharga Rp. 35.000 per kilogran turun menjadi Rp. 25.000 per kilogramnya. “Begitu juga ikan koli yang bisa kami jual Rp. 28.000 per kilogram, hanya tinggal Rp. 20.000 per kilogramnya. Dan jenis lainnya, penurunan harga ikan itu rata-rata turun Rp. 10.000 dalam per kilogramnya,” keluh Ismail dan Abdul Wahab.

Bahkan sewaktu dalam dua minggu lalu itu, tambah kedua nelayan itu, di awal adanya pembuangan bangkai babi, ikan mereka tidak laku, karena agen tidak mau merima ikan, dikarenakan ikan yang dibawa agen ke Kota Medan dan lainnya tidak ada yang mau menerima. Masyarakat sempat mogak membeli ikan.

“Kami berharap, Pemerintah serius dalam membantu kami ini. Menaikan harga itu sangat membantu kami,” ungkapnya Ismail dan Abdul Wahab, seraya mengatakan, harga jual ikan yang kami jual ini, tidak sesuai dengan biaya operasional kompilasi melaut. (Reza fahlevi).

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA