by

Mirisnya Nasib Rusiah Warga Miskin Di Kabupaten Muratara

KOPI, Muratara – Rusiah (71), warga Desa Noman Baru kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara, menjadi potret kesenjangan sosial dinegeri ini. Nenek dengan kondisi mata rabun itu, hidup berdua dengan cucunya.

Bahkan, dalam kehidupan kesehariannya jauh dari kata layak. Apalagi, rumah yang ditempatnya pun kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab, dinding rumahnya terbuat dari papan yang sudah tampak rapuh  kecil bersebelahan dengan TPU desa Noman. Sehingga, kalau hujan turun bagian dalam rumahnya menjadi basah.

Meski program yang mengatas namakan pengentasan kemiskinan, marak digembar-gemborkan. Baik oleh Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara begitu gencar. Namun, Rusiah begitu ia biasa dipanggil tak pernah sekalipun mendapatkan bantuan apapun.

Keberadaannya pun, seolah-olah tidak diakui oleh pemerintah. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab namanya tidak pernah masuk sekalipun dalam Program Keluarga Harapan (PKH),Bansos,atau Bantuan lainnya. Apalagi, program bedah rumah yang sudah bertahun-tahun dilakukan pemerintah.

Saat ditanya apakah dirinya pernah mendapat bantuan dari pemerintah, ia mengaku belum pernah sekalipun mendapat apalagi merasakannya. “Saya belum pernah dapat bantuan, dalam bentuk apapun dan dari manapun,” kata Rusiah Selasa  (3/12/2019).

“Disini saya hidup berdua dengan cucu saya, anak saya  sudah menikah. Sehingga, dia (anaknya, red) memilih tinggal bersama keluarganya. Meski demikian, untuk keperluan makan sehari-hari saya hidup mencari sayuran paku dan solo keladi dipinggir sungai,” ujarnya.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA