by

Wali Kota Bontang Resmikan IGD RSIB Sebagai Syarat Rumah Sakit Type C

Loading…

KOPI, Bontang – Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) telah memiliki Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sudah direnovasi serta penambahan fasilitas IGD. Peresmian IGD tersebut dalam rangka peringatan hari ulang tahun RSIB ke-25 (jika diambil dari usia klinik) serta salah satu pemenuhan syarat rumah sakit Tipe C.

“Selamat RSIB yang sudah dinaikkan menjadi Tipe C, saya minta Pak Puguh (Kepala DPM-PTSP) Bontang untuk membuat izinnya agar sudah resmi,” kata Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni di acara Peresmian IGD RSIB, Ahad (27/10/2019).

Dikatakan Neni, setiap fasilitas kesehatan wajib meningkatkan pelayanan optimalnya. Mengingat kesehatan merupakan urusan wajib pemerintah, sama halnya dengan pendidikan. Oleh karenanya, lanjut Neni, Pemerintah Kota Bontang men-support rumah sakit swasta yang berupaya meningkatkan mutu pelayanannya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada direktur, manajemen, dan seluruh jajaran RSIB atas pelayanan terbaiknya,” ucap Neni.

Pendidikan dan kesehatan, lanjut Neni berkaitan dengan kesehatan. Sehingga tidak mungkin membangun kota jika pendidikan dan pelayanan kesehatannya kurang baik.

Dengan kenaikan kelas tipe rumah sakit, Neni berharap pelayanan yang diberikan akan lebih baik lagi. “Saya optimis, RSIB bisa memberikan yang terbaik bagi pasiennya,” imbuhnya.

Direktur Utama RSIB, dr Hari Prasetya mengatakan peresmian IGD 2019 ini masuk rangkaian Milad RSIB ke-25 atau Milad perak sejak berdirinya klinik tahun 1994. Jika dihitung dari HUT RSIB, tentu baru berusia 6 tahun pada 23 Oktober lalu. “Alhamdulillah, IGD kami sudah berstandar, dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sebagai motivator dan inspirator bagi kami,” bebernya.

RSIB, selalu membuat terobosan setiap tahun ada agenda yang diresmikan oleh Bunda Neni (sapaan akrab wali kota Bontang).

Pada kesempatan itu juga RSIB mendukung program Pemkot Bontang mengurangi sampah plastik dengan membagikan tumbler. Kepala Dinas Kesehatan Bontang dr Bahauddin mengatakan semakin kelas tinggi rumah sakit , maka mutu pelayanan harus semakin bagus sesuai dengan disiplin ilmu.

“Saya minta jika ada pasien ke RSIB perlu penanganan namun berasal dari keluarga tidak mampu dan tidak memiliki jaminan, maka diterima saja. Jangan sampai ada masyarakat yang terlantar,” pesannya.

Peresmian IGD RSIB juga dihadiri Ketua Umum Yabis Muslim Arsyad, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Abdul Kadir Tappa, 300 goweser yang mengikuti acara gowes bersama. Acara ditutup dengan pembagian tumbler kepada para goweser. (HMS/M. Nur)

Comment

BACA JUGA...