by

Himpaudi Adakan Workshop Menuju Indonesia Emas

Loading…

KOPI, Bengkalis – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Mandau, kembali menggelar Workshop di Gedung Bathin Betuah Kecamatan Mandau, Sabtu (07/09/2019). Tema kegiatan pada workshop Melukis Praktis dengan Jari (Finger Painting) dan Pengembanganya bagi Guru-guru PAUD ini adalah ‘Dengan Seni Kita Pupuk Karakter Bangsa yang Unggul’. Acara yang merupakan hasil kerjasama 4 kecamatan di Kabupaten Bengkalis, Riau, bersama rumah karakter Patra Jaya Sumbar itu menghadirkan narasumber Wafdi Dahlan, S.Sn.

Selaku tua Rumah Ketua Himpaudi Kecamatan Mandau, Gusmayenti, S.Pd dalam laporannya menitipkan dua harapan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis yaitu Pertama, diharapkan pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan yang mempersyaratkan ijazah TK atau PAUD sebagai persyaratan wajib untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).  “Ini juga dalam rangka menyongsong Gerakan PAUD Indonesia 2025, yaitu wajib belajar usia 5-6 tahun, sehingga keberadaan PAUD di 4 Kecamatan  juga tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat,” cetus Gusmayenti.

Yang kedua, mewakili curahan hati para kepala sekolah PAUD yang ada di Kecamatan Mandau, Pinggir, Talang Muandau dan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, mengharapkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan dan kemajuan guru-guru PAUD. Hal tersebut, kata Gusmayenti, dapat membuka peluang bagi guru-guru untuk berubah status dari guru honorer menjadi guru kontrak yang hanya bergaji Sajuta, yaitu Sabar Jujur dan Tawakkal, menjadi pegawai negeri sipil dengan gaji yang memadai.

Menurut Gusmayenti lagi, dalam menghadirkan PAUD yang berkualitas, tidak hanya membentuk sekolah PAUD sebanyak mungkin dengan fasilitas yang memadai. Namun hal penting adalah mempersiapkan guru-guru yang berkualitas dengan metode-metode yang inovatif dan berkarakter.

“Olehnya itu Himpaudi sebagai organisasi tenaga kependidikan anak usia dini, setiap tahunnya melaksanakan program kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kualitas SDM para pendidik PAUD Kecamatan melalui diklat secara berjenjang, melalui seminar dan workshop dengan mendatangkan narasumber, baik lokal maupun nasional seperti yang dilaksanakan pada hari ini,” ungkap Gusmayenti.

Sementara itu Korwilcam Dinas Pendidikan Kecamatan Mandau Hj. Fauziah sekaligus buka acara tersebut  dalam pengantar sambutannya mengharapkan para guru KB dan TK harus percaya diri dibanding guru-guru lainnya. “Guru PAUD harus memiliki kebanggaan dan rasa percaya diri bahwa ibu-ibu sekalian para guru PAUD adalah peletak dasar pondasi kualitas karakter dari murid-murid kita,” ucap Fauziah.

Menjadi guru PAUD kata Fauziah adalah profesi yang berbeda dengan profesi lainnya, termasuk berbeda dengan guru SD SMP dan SMA, oleh karena usia yang paling sensitif dan paling rawan dalam membangun karakter generasi muda adalah di usia kanak-kanak. Fauziah juga merasa bangga dengan semangat guru PAUD yang hadir mengikuti workshop dengan biaya sendiri.

“Kami berharap para guru-guru PAUD kita memberikan bukti bahwa ibu-ibu sekalian yang menjadi bagian dari penyejuk dan sumber inspirasi kepada kita semua,” pintanya.

Selain itu imajinasi-imajinasi guru PAUD juga harus kuat membangun proyeksi perkembangan di masa mendatang. Karena sebenarnya, lanjut Fauziah tugas guru itu merancang masa depan. “Makanya yang disampaikan kepada muridnya tentang masa depan, bukan masa lalu. Bukan lagi bercerita bahwa dulu saya nak, jalan kaki ke sekolah,” katanya lagi. 

Untuk diketahui, peserta pada kegiatan ini adalah guru KB dan TK yang berasal dari 4 kecamatan dengan jumlah peserta 155 orang dengan rincian Kecamatan Mandau 67 orang, Kecamatan Pinggir 37 orang, Kecamatan Talang Muandau 11 orang, Kecamatan Bathin Silapan 40 orang. (Team Siboroto)

Loading…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

BACA JUGA...