by

Freddy Hadinata Sianturi: Tuhan Proses Hidup Saya dengan Sangat Luar Biasa

Setelah sekian lama bergulat dengan kesulitan mendapatkan pekerjaan, timbul dalam hatinya suatu kehampaan atau kekosongan yang sangat tidak enak dirasakannya. Pada kondisi itu, mulai muncul keinginan untuk kembali lagi melayani Tuhan yang selama ini disembahnya. Keputusannya, harus kembali ke Jakarta dan melayani Tuhan.

Setiba di Jakarta, ia mencoba melamar pekerjaan lagi. Dengan pengalaman yang ada, Freddy tentu sangat mudah diterima kembali di perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. Namun, entah kenapa, ada kehampaan dalam hatinya yang tidak bisa terucapkan. Saat hendak membuat lamaran, dia merasa berat, tidak bersemangat lagi untuk bekerja di perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, ia bekerja di salah satu tempat usaha jualan makanan khas, Pempek Palembang, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Setelah 6 bulan bekerja di sana, pemilik usaha Pempek Palembang-nya mempercayakan Freddy untuk buka franchise Pempek Palembang sendiri di daerah Condet, Jakarta Timur. Akan tetapi, usahanya itu tidak bertahan lama karena lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan. Ia akhirnya kembali bekerja bersama bos-nya di TMII.

Ketika melewati saat-saat dalam kesendiriannya, lagi-lagi perasaan tidak enak datang tiba-tiba. Dia merasakan kondisi kekosongan dalam hidupnya. Ia coba merenungkan perjalanan hidupnya selama ini, dan bertanya apa yang sebenarnya Tuhan mau dalam hidupnya!?

Seiring waktu berjalan mulailah dia aktif kembali dalam pelayanan dan meninggalkan pekerjaan sekulernya. Freddy memilih GBI Permata Pondok Gede menjadi tempat pelayanannya. Saat itu, hidupnya seperti kembali ke titik nol, tidak punya apa-apa. Pada mulanya, selama pelayanan awal dilewati dengan penuh kekhawatiran. Pikiran dipenuhi pertanyaan apakah kebutuhan hidupnya bisa tercukupi. Perasaan galau dan gelisah berkecamuk dalam hati.

Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Freddy Hadinata Sianturi mengatakan pada fase itu dia merasakan betul bahwa Tuhan Yesus sangat baik. Saat ia aktif dalam persekutuan doa dan ibadah, di situ dia banyak belajar dan diminta untuk memimpin pujian. Awalnya ia menolak dengan alasan tidak punya talenta dalam memimpin pujian. Namun karena ketaatannya, Tuhan mulai memprosesnya, membentuk Freddy menjadi sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya, menjadi pemimpin pujian di pelayanan gereja.

Bawang Tunggal Madu

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA