by

Disnaker Tobasa Adakan Pelatihan Tata Boga

Loading…

KOPI, Laguboti – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Toba Samosir (Disnaker Tobasa), Provinsi Sumatera Utara, melaksanakan program pemberdayaan wanita melalui kegiatan pelatihan tata boga atau kuliner. Pelatihan itu dimaksudkan agar kemampuan wanita di rumah tangga maupun di masyarakat dapat meningkat. “Pelatihan tata boga ini sangat penting, sebagai uspaya memberdayakan peranan wanita Kabupaten Toba Samosir,” ujar Kadisnaker Tobasa, T. Sianturi, saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan di Laguboti, Balige, Tobasa, Selasa, 29 Mei 2019.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 40 hari, dari tanggal 29 Mei s/d 16 Juli 2019 itu diikuti oleh 20 orang peserta. Materi utama pelatihan adalah Tata Boga, yang meliputi segala hal terkait masak-memasak, termasuk masalah kesehatan dan gizi masakan. Peserta pelatihan terdiri atas ibu-ibu rumah tangga dari berbagai desa di Kabupaten Tobasa.

“Dalam kegiatan pelatihan dan pendidikan ini, para ibu-ibu dilatih untuk trampil dalam hal masak-memasak, terutama dalam pembuatan kue dan makanan ringan yang dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga,” ujar Kadisnaker Sianturi.

Madu Baduy

Para peserta yang merupakan ibu-ibu menjelang paruh baya itu sangat antusias dan berterimakasih kepada Pemerintah Toba Samosir atas kegiatan ini. “Kami sangat senang bisa belajar membuat kue-kue dan makanan kering lainnya. Terima kasih kepada Pemerintah Tobasa yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan berlatih,” ujar Ibu S. Hutabarat salah seorang peserta.

Kadisnaker Tobasa T. Sianturi mengharapkan agar para peserta diklat memanfaatkan ilmu dan ketrampilan yang sudah dilatihkan untuk kepentingan keluarga masing-masing. “Saya berharap agar ilmu yang diperoleh dapat berguna untuk menambah penghasilan dan sangat diharapkan dapat membuka lapangan kerja baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain,” harap Sianturi.

Program diklat yang menggunakan APBD sebesar Rp. 135 juta itu, juga mencakup penyediaan peralatan masak-memasak kepada para peserta secara gratis. Peralatan itu antara lain portabel oven merek hock, blender, cetakan kue, timbangan ,serta peralatan lainnya sebanyak 20 set.

Menurut pengakuan peserta lain, Ibu Merice, ia mengatakan sejak mengikuti pelatihan dia telah bisa memproduksi apa yang dipelajari. “Sejak pelatihan ini saya telah mampu memproduksi apa yang telah saya  pelajari,” demikian jelas Ibu Merice br Manurung kepada pewarta media ini. (AH-MS/Red)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Loading…

Comment

BACA JUGA...