by

Terkait Pembunuhan Khashoggi, HAM PBB: Pangeran MBS Terindikasi Terlibat

Loading…

KOPI, Jenewa –  Jamal Ahmad Khashoggi adalah wartawan Saudi, kolumnis Washington Post, penulis, dan mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al Arab News Channel. Selama bertugas sebagai jurnalis, ia sering mengkritik keluarga penguasa Arab Saudi. Khashoggi ditemukan terbunuh pada 2 Oktober 2018 di konsulat Arab Saudi di Istambul, Turki. Saat itu, ia berada di Turki untuk mengurus  dokumen persiapan pernikahan dengan pasangannya yang berasal dari Turki.

Pembunuhan itu memicu kritik internasional. Pihak Arab Saudi awalnya membantah telah membunuhnya. Mereka mengatakan Khashoggi sudah meninggalkan gedung konsulat. Namun, akhirnya Arab Saudi mengakui Khashoggi terbunuh di dalam gedung konsulat, tetapi membantah keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam peristiwa itu.

Pada Januari lalu, Pemerintah Saudi membuka sidang pengadilan pembunuhan di Riyadh, dengan 11 tersangka dan menjatuhkan hukuman mati bagi lima tersangka. Pemerintah Turki menuntut agar Arab Saudi mengekstradisi para tersangka untuk diproses di Turki. Namun, Pemerintah Arab Saudi berulang-kali menolak permintaan itu.

Ketua tim penyelidik PBB Agnes Callamard mengecam kurangnya transparansi dalam persidangan para pembunuh Jamal Khashoggi di negara Arab Saudi. Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) belakangan kembali berada dalam sorotan terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khasohoggi.

Hal itu disampaikan pejabat khusus PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk eksekusi di luar proses hukum, Agnes Callamard pada Rabu (19/6) ketika merilis laporannya tentang pembunuhan tersebut. Callamard mengatakan ada bukti-bukti yang dapat dipercaya bahwa pejabat tinggi Saudi terlibat dalam pembunuhan yang direncanakan.

“Khashoggi telah menjadi korban dari eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya, pembunuhan di luar proses hukum di mana negara Arab Saudi bertanggung jawab di bawah hukum HAM internasional,” kata Callamard menyimpulkan hasil penyelidikan PBB selama enam bulan. Agnes Callamard juga menyerukan sanksi terhadap putra mahkota Arab Saudi.

Dari Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyebut laporan penyelidik PBB bukan hal yang baru. “Laporan pejabat di Dewan Hak Asasi Manusia jelas berisi kontradiksi dan tuduhan tidak berdasar yang mempertanyakan kredibilitasnya,” tulis Adel al-Jubeir di Twitter.

Laporan PBB tersebut kemudian disampaikan secara resmi kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang beranggotakan 47 negara termasuk Arab Saudi, pada 26 Juni 2019 lalu. Agnes Callamard yang memimpin penyelidikan internasional atas pembunuhan di konsulat Saudi di Istanbul mengunjungi Turki pada Februari lalu. Dia mengatakan bahwa penyidik Turki terhambat dalam penyelidikan mereka atas pembunuhan Khashoggi di Istanbul.

“Bukti yang dikumpulkan selama misi saya ke Turki menunjukkan bahwa Khashoggi adalah korban pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh pejabat negara Arab Saudi,” tandasnya.

Para penyelidik PBB tidak dapat menemukan jenazah Khashoggi, tetapi memiliki akses ke beberapa rekaman audio yang mengerikan yang diperoleh dari otoritas Turki, kata Callamard.

Seorang petinggi Arab Saudi lainnya yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu adalah Saud Alqahtani, penasihat senior Pengadilan Kerajaan. Para penyelidik HAM PBB tidak mengetahui keberadaannya kini. Ada dugaan Saud bernasib sama dengan Jamal Khashoggi atau disembunyikan oleh otoritas Arab Saudi.

CBS News mengutip, Callamard dalam laporan tersebut menyadari sensitivitas ekstrem khususnya terhadap orang-orang yang diduga terlibat. MBS, yang saat ini menjalankan tugas administrasi negara bersama ayahnya, Raja Arab Saudi. Penelitian akademis terhadap Arab Saudi menunjukkan tanggung jawab dan otoritas manajemen negara dalam bidang politik, ekonomi, dan kemananan yang diberikan ke Putra Mahkota sangatlah besar.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip CNN, CIA menyimpulkan bahwa MBS memang memerintahkan langsung pembunuhan Khashoggi sendiri, dan hal tersebut berdasarkan pengetahuan bahwa dia memiliki kendali atas apapun yang dilakukan oleh aparat keamanan di negaranya, seperti yang dirujuk oleh Callamard. Bukti menunjuk ada 15 orang yang ditunjuk untuk misi eksekusi Khashoggi, yang memerlukan koordinasi, sumber daya, dan pembiayaan pemerintah. Arab Saudi mengatakan bahwa sumber daya tersebut berasal dari Ahmed Asiri (pembantu Senior MBS yang didakwa bersalah dalam kasus ini).

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Loading…

Comment

Leave a Reply

BACA JUGA...