by

Proyek Rehab Bangunan Bernilai Ratusan Juta, Belum Lama Selesai Sudah Retak

Dinding bangunan SDN 5 Ketapang baru selesai dibangun sudah retak

Loading…

KOPI, Sampit – Rehab ruang kelas SDN 5 Ketapang yang terletak di Kecamatan Mentaya Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit, Provinsi Kalimantan Tengah dinilai banyak pihak bermasalah. Proyek pembangunan yang dikerjakan oleh CV. Berkah, yang bersumber dari Dana APBD tidak sesuai dengan spesifikasi dalam pengerjaannya.

Pasalnya, rehab bangunan kelas dengan nilai kontrak Rp. 183.500.000,- belum lama selesai dikerjakan, namun sudah mengalami keretakan di bagian luar dan dalam pada bagian dinding-dindingnya. Meskipun masa pemeliharaan sudah selesai, taoi tanggung jawab penyedia jasa belum berakhir, sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Jasa Konstruksi, yakni UU No. 2 Tahun 2017.

Keanehan sudah terlihat dari nama papan proyek yang terpasang di lokasi proyek. Di papan proyek dituliskan nama proyek adalah rehab ruangan kelas. Namun, faktanya yang dikerjakan adalah pembangunan gedung perpustakaan. Jika ada perubahan pekerjaan, semestinya dituangkan dalam addendum dan dituliskan di papan nama proyek.

Kenyataan tersebut mengindikasikan bahwa proyek ini dikerjakan sembarangan, tidak merujuk petunjuk dan ketentuan serta bestek proyek yang sudah ditentukan. Hal ini tentu saja berkaitan juga dengan kelalaian konsultan dan pengawas pekerjaan. Tidak mengherankan ketika tidak lama kemudian terjadi keretakan struktur bangunan. Persoalan ini semestinya menjadi tanggung jawab pihak CV. Berkah selaku kontraktor.

Setelah temuan ini diinvestigasi ke lapangan dan didokumentasikan, 28 juni 2019 lalu, selanjutnya pewarta media ini berupaya menulusuri keberadaan atau alamat CV. Berkah. Dari data yang ada, disebutkan alamatnya di Jl. Mandomai No. 15 RT.02 RW.04, Sampit, Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah. Namun, setelah didatangi, ternyata perusahaan kontraktor itu tidak ditemukan alias alamat palsu. Jika alamat ini sudah tidak diaktifkan lagi, seharusnya pimpinan CV. Berkah itu harus mengajukan permohonan mengubah data alamat perusahan kepada Kepala Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

Persoalan ini pun dikonfirmasikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim. Melalui Kepala. Seksi Sarana Prasarana (Kasi Sarpras) sebagai PPK.PPTK. Anehnya mereka meminta keterangan konkrit seolah mereka tidak punya data kegiatan proyek tersebut. Tidak lama kemudian, Kasi Sarpras menerima telepon dari Kadisdik.

Pewarta media ini kemudian diarahkan untuk langsung menemui Kadis Disdik Kabupaten Kotim. Dengan adanya hasil temuan dan informasi yang kami sampaikan secara lisan tersebut, Kadis Disdik menyampaikan terima kasih. “Sayapun juga mengutamakan kualitas demi masa depan pendidikan anak bangsa, agar kedepannya mereka bisa menikmati ruangan belajar/bangunan yang kuat dan kokoh. Saya akan segera turun ke lapangan meminta pertanggung-jawaban kepada pihak CV. Berkah sebagai penyedia jasa,” tegas Suparmadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kota Waringin Timur itu.

Penulis percaya atas janji Kadisdik Suparmadi. Setelah beberapa hari kemudian, kita melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan kondisi bangunan itu lagi pada tgl 09 Juli 2019. Namun tidak dan perubahan dan perbaikan seperti yang diucapkan oleh Kadis Suparmandi. Yahh… demikianlah pemirsa..!!??

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Loading…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JANGAN LEWATKAN...