by

PPWI Tegak Berdiri untuk Membela Kebenaran dan Keadilan

Loading…

KOPI, Ogan Komering Ilir – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menegaskan bahwa PPWI lahir untuk membela masyarakat yang termarginalkan dan selalu akan mengambil posisi pada Kebenaran dan Keadilan. Hal itu disampaikannya saat berbincang-bincang santai bersama para anggota PPWI dan wartawan di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu, 28 Juli 2019. “PPWI akan selalu hadir pada posisi membela kebenaran dan keadilan,” ungkap Wilson.

Pada acara temu PPWI dadakan sambil menikmati Mpekmpek Lengang di warung favorit pinggiran Sungai Komering, Kayu Agung, Kabupaten OKI itu, Wilson menegaskan juga bahwa dirinya selalu mengingatkan para jurnalis agar tidak menggantungkan kehidupannya dari kerja-kerja jurnalistik semata. “Selama jadi wartawan sebagai profesi, sebagai pekerjaan utama mencari penghidupan, jangankan jadi makmur, hidup sejahtera saja hampir tidak mungkin,” ujar Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Untuk itu, Wilson mendorong agar setiap anggota PPWI tidak menjadikan kegiatan jurnalistik sebagai mata pencaharian. Artinya, setiap pewarta warga dan jurnalis seyogyanya memiliki pekerjaan lain sebagai sumber penghasilan. “Sebab, jika mengandalkan hidup dari kegiatan kewartawanan saat sekarang ini, maka hampir bisa dipastikan mereka akan menggadaikan idealisme yang melekat pada diri seorang wartawan,” kata jebolan pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris itu.

PPWI sebagai organisasi pers, yang mewadahi semua elemen masyarakat tanpa kecuali, mendorong setiap anggotanya untuk menjalankan fungsi jurnalisme, yakni mengumpulkan informasi, menyimpan dan mendokumentasikan, mengolah, dan mempublikasikan hasil karya olahan informasi yang dibuatnya. “Kegiatan saling berbagi informasi menggunakan sistim jurnalistik ini akan melahirkan inspirasi dan ide-ide kreatif dari para warga yang beraneka-ragam itu, membangun kerjasama antar satu dengan lainnya untuk saling memberdayakan di bidang usaha, ekonomi, dan bisnis,” jelas Wilson lagi.

Dari usaha bisnis itulah, menurutnya, para jurnalis dan pewarta warga dapat meningkatkan taraf hidupnya tanpa menggadaikan idealismenya sebagai jurnalis sejati. “Jika tetap mengandalkan kegiatan jurnalistik semata, maka keadaan seperti sekarang ini, Anda datang liputan ke acara-acara pemda atau pihak swasta dan mendapatkan ‘sedekah’ 50 ribuan atau 100 ribu rupiah, tidak akan pernah berubah. Idealisme dijual seharga 50-an ribu saja, amat memprihatinkan yaa,” imbuh alumni Universitas Riau, Pekanbaru ini.

Namun begitu, sebagai insan pers, kita harus menjalankan fungsi jurnalistik itu secara professional, bermutu, dan bermafaat bagi masyarakat. “Artinya, kita harus mengerjakan fungsi jurnalistik itu dengan benar, mengikuti kaidah jurnalisme dengan disiplin, menguasai semaksimal mungkin semua tata aturan menulis dan berkarya di bidang jurnalistik yang baik dan benar,” tambah Wilson.

Salah satu sarannya, Wilson mengajak seluruh anggota PPWI bisa membuat hasil karya nyata yang terbaik berupa buku, mungkin dengan menggali potensi kesejarahan suatu daerah tempat tinggal sendiri, dan kemudian menuliskannya dalam bentuk buku sejarah lokal. “Contohnya, seperti yang baru-baru ini dilakukan di Barus, Sumatera Utara bagian barat, yang ditetapkan pemerintah sebagai pusat penyebaran peradaban Islam pertama kalinya di nusantara. Kemungkinan di daerah OKI juga ada benda-benda peninggalan sejarah yang sangat penting dan monumental, setidak-nya bagi masyarakat daerah setempat, yang bisa dijadikan buku,” urainya memberikan contoh.

Satu hal penting yang juga dipesankan oleh Ketum PPWI kepada anggota di OKI agar menjaga nama baik PPWI dengan terus berkomitmen meletakkan nilai-nilai moral di atas segalanya. “PPWI tetap berdiri tegak, membela nilai-nilai keadilan dan kebenaran, jangan yang salah dibenarkan, lalu sebaliknya yang benar disalahkan. Keberadaan PPWI bukan untuk mendolimi siapapun,” tutup Wilson yang pada kesempatan hari itu, bersama tim, akan melanjutkan perjalan ke Jakarta.

Hadir pada acara temu Ketum PPWI Wilson Lalengke di OKI ini, para anggota PPWI OKI, antara lain Agung, Abbas, Redi, Aliaman, dan Tarmizi. Usai berbincang dan diskusi singkat, para peserta temu-dadakan itu berfoto bersama di Tugu Kayu Agung yang menjadi ikon ibukota Kabupaten OKI. (AGN/Red)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.