Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
RatancaPangdam III Siliwangi Mayjen TNI M.Munir bersalamaFoto026
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5015
Isi : 8249
Content View Hits : 1861220
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1577
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 93
IP Kamu : 38.107.179.217













Yang Terpinggirkan Yang Terpinggirkan Manusia Timpang
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Manusia Timpang

Manusia goncang. Kita sedang goyah, timpang, dan kadang kalap. Relijiusitas -potensi kebertuhanan itu- yang merupakan kebutuhan dasar, pun terkungkung di dalam ragu yang tampak tak berkesudahan.

Kemudian keadaan itu menjembatan secara bersambungan. Bersama aliran haru biru libertarian, kebebasan, anarkisme, perilaku vandal, individualisme, egosentrisme, juga antroposentrisme yang akut. Ya, terlihat memang tak ada deviasi yang pasti.  Pun nilai-nilai teologis pelan-pelan menjadi absurd, tidak penting kemudian.

Manusia seolah telah sangsi dengan peringatan dalam kitab suci. Agama telah terteronggok dalam perolok-olokan dan selanjutnya masuk ke tong sampah. Agama dengan beragam kitab sucinya hanyalah candu kehidupan, demikian kata Nietsche, generasi atheis di adab ke 18 itu.  

Realitas bahwa manusia butuh sandaran, dan ini –sebetulnya, bukan dalam bentuk relasi  interaktif interdependensial antara manusia dengan Tuhan, telah menjadi harapan nisbi yang tak lagi memiliki pengaruh ekstatif.  Justru ia hanya dinarasikan ke dalam prosa retoris, utopis semata.

Kerengkeng itu terlalu kuat, memang. Sulit ditanggalkan. Tentu, tanpa saya bermaksud menggeneralisir opini ini, pola yang ingin saya sebut sebagai neo-pragmatisme ini kemudian melahirkan sistem kontestasi yang luar biasa antar anak manusia. Sehingga representasi akronim homo sapiens, manusia adalah binatang berfikir, nyata telah dipertontonkan.

Homo sapiens adalah watak kebinatangan. Dia memang potensi yang dirasukkan ke dalam gaya hidup manusia sejak awal penciptaannya. Kelak dia yang kemudian menjadi dominan, mengalahkan potensi ketuhanan dan malaikat. Dominasi ini memunculkan kemelut kompetisi yang dahsyat antar anak manusia, untuk saling adu otot dan adu kuat.  Dia berlaku dengan spontan demi untuk memperebutkan posisi-posisi, kekuasaan-kekuasaan, jabatan-jabatan, kursi-kursi, tunjangan-tunjangan, harta benda dan juga wanita-wanita.

Karakter tersebut terus menggerus resistensi iman kita. Tak sedikit yang lena  mengedepankan logika rasionalitas dengan melempengkan tradisi puritan serta berdalih tetap kontekstual dalam alur berfikirnya. Dari situ selanjutnya mereka memunculkan pengertian pengertian baru tentang Tuhan. Akhirnya definisi tentang Tuhan pun menjadi kabur. Multi versi dan distorsi.

Sehingga kemudian lahirlah, misalnya, defenisi bahwa Tuhan adalah figur kabur yang tidak bisa teridentifikasi dengan abstraksi intelektual. Dan pengertian lain tentang Tuhan yang sebetulnya sama sekali tidak menabalkan pengertian dan defenisi utuh tentang Tuhan itu sendiri.

Tapi justru pengertian pengertian itu belakangan melahirkan keserampangan defenisi akan hakikat Tuhan yang sesungguhnya.

Akhirnya, saya sudahi saja tulisan ini walaupun relatif sangat tidak sistematis. Saya tidak bermaksud memberi pengajaran tapi justru sebaliknya, saya menulis karena sedang belajar. Saya mencoba melahap semuanya. Manusia itu ragu. Saya manusia. Saya ragu. Maka izinkan saya untuk mencari jawaban-jawaban dari semua tanya itu. Agar saya tidak menjadi manusia hipokrit. [ain]

Comments
Add New
abu zein  - anda manusia ragu........?   |27-05-2011 05:54:58
rasullullah SAW bersabda " da` maa yaribuka ilaa maa laa yariibuka
"
artinya.."tinggalkan apa yg meragukanmu kepada yg tidak meragukanmu.."
HR.Attirmidzi.hasan sohih
hadist ini bisa di lihat dalam kitb arba`in an nawawiyah...hadis ke
11.yahdikumullahu wa ana
Burhan Jacob  - Perenungan Mendalam   |01-01-2011 02:35:23
saya sangat tercengang membaca tulisan ini, membuat saya tereksima begitu dalam, dan masuk lebih
dalam. Perenungan tentang eksistensi manusia dan tuhan yang tak pernah selesai.
Muh.Kasim  - Tentang Manusia Timpang   |08-04-2010 07:15:30
Tulisan diatas seharusnya membuat kita pembaca untuk merenung tentang siapa kita dan sudah seberapa
jauh kita dapat mendekatkan diri dengan Tuhan Agama dan Al-quran seakan-akan sebagai Cadar yang
tidak pernah di amalkan sepertinya kita semua mengerti bacaan dari masing-masing kita Suci tapi
untuk mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari masih sulit , manusia cuma berpikir bagaimana
mengumpulkan harta , kekayaan sebab tanpa semua itu manuasi tidak bisa berbuat banyak itulah
kejadian yang terjadi saat ini sehingga banyak manusia berlomba-lomba membuat rumah mewah tanpa
menyadari bahwa esok atau lusa semua akan ditinggalkan atau sebaliknya kekayaanlah yang akan menjauh
dari manusia.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."