Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

SILAHKAN KLIK & LIKE FANPAGE KETUA UMUM PPWI NASIONAL, WILSON LALENGKE, DI BAWAH INI UNTUK BERBAGI IDE, INFORMASI, BERDISKUSI, DAN LAIN SEBAGAINNYA...

Petani Garam Korban Gempa, Mereka Belum Mampu Bangkit Hingga Kini

KOPI, Banda Aceh - 7 Desember 2016, gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah, jalan raya dan fasilitas umum. Seseran gempa juga berdampak langsung terhadap petani garam di Gampong (desa) Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Bentuk kerusakan seperti runtuhnya Jambo (rumah produksi) dan Jantan (alat penyaring air dan pasir laut) serta keretakan tanah di area Jambo maupun aliran air menyebabkan air laut bebas masuk ke lahan.

Pasca 7 Desember 2016, selama lebih satu bulan lebih mereka yang bertani garam, bersama penduduk lainnya juga harus hidup di tenda di Dusun Lapangan. Sampai minggu ketiga Februari 2017, dari 402 kepala keluarga di Gampong Lancang Paru, masih banyak tidur di tenda yang didirikan di depan rumah dengan alasan untuk keamanan dari gempa susulan atau bagian-bagian rumah yang retak atau rubuh.

Turun-temurun Petani garam di Gampong Lancang Paru, sudah ada lebih 100 tahun lalu. Saat ini terdapat 94 unit rumah produksi (Jambo) dan sedikitnya 200 orang penduduk gampong menjadi petani garam yang didominasi perempuan, dengan lahan dan tampat produksi tidak jauh dari rumah. Mereka ada petani yang memiliki Jambo dan lahan sendiri serta ada menyewa atau menjadi pekerja di lahan orang lain dengan sistem bagi hasil; dua bagian untuk pemilik lahan dan Jambo serta satu bagian untuk pekerja.

Garam yang diproduksi adalah garam kasar untuk konsumsi rumah tangga dengan pasar utama di Kabupaten Pidie Jaya. Garam dari Lancang Paru memiliki keistimewaan karena diolah alamiah dan sangat baik digunakan untuk mengolah asam sunti. Jika menggunakan garam produksi pabrik, asam sunti yang diolah cepat busuk dan rasanya kurang enak. Garam tersebut juga digunakan untuk penyedap rasa masakan.

Rutinitas kerja sejak zaman nenek-moyang tersebut dianggap menjadi tradisi kerja dan identitas mereka. Identitas yang tidak hanya memberikan makna terhadap kehidupan dan pola relasi di lingkungan kerja tapi sekaligus menjadi ciri yang melatarbelakangi usaha pertanian garam tetap mereka lakukan sampai sekarang. Identitas sebagai petani garam dari nenek moyang tersebut telah merupakan totalitas dan menunjukkan ciri-ciri, keadaan khusus atau jati diri dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari pekerjaan dan kehidupan mereka sehari-hari.

Alasan ini pula menyebabkan model produksi baru yang pernah disediakan satu lembaga internasional pasca gempa dan tsunami Aceh tahun 2010 lalu mereka tinggalkan, karena dianggap menjauhkan dari tradisi yang mendarah-daging. Rutinitas kerja Pagi hari, jam 07.00, mereka mulai bekerja, mengangkat pasir laut ke Jantan dan menyiram pasir dalam Jantan dengan air laut.

Hasil saringan air yang ditampung dalam jerigen kemudian dibawa dalam tong bekas cat atau jeregen dengan cara menjunjung ke Jambo, kemudian dimasukkan ke kuali untuk dimasak selama 10-12 jam. Bekerja lebih 12 jam sehari dengan memasak 200 liter air asin dalam dua tungku, petani garam akan menghasilkan 20-25 kilogram garam. Dengan harga jual Rp. 3.000/kg maka penghasilan diperoleh Rp. 60-75 ribu/hari. Jumlah harian garam yang diproduksi tidak pasti. Menurut petani, jumlah dan kualitas garam tergantung musim hujan atau kemarau.

Musim hujan, kandungan garam berkurang, jika dimasak 100 liter biasanya menghasilkan 15-16 kilogram garam. Pada musim kemarau, dengan jumlah air yang sama akan menghasilkan 20-25 kilo garam. Musim kemarau kandungan garam dalam pasir dan air lebih tinggi. Harga jual garam petani kepada muge (pengumpul) yang datang menggunakan sepeda motor, tidak pasti, setiap hari. Muge yang menentukan harga. Jika produksi petani banyak, musim kemarau, harga beli Muge biasanya rendah; pada kisaran Rp. 1.800-2.000/kilo. Jika produksi berkurang (musim hujan) harga garam akan naik, dengan harga tertinggi Rp. 4.000/kilogram.

Dengan demikian range harga jual garam petani kepada Muge adalah Rp. 1.800-4.000/kilo. Jika musim kemarau, sambil memasak air garam, petani biasanya mengangkat pasir laut untuk disimpan di Jambo (rumah produksi). Pada musim hujan, pasir simpanan tersebut yang dipergunakan. Mereka mengangkat kembali pasir dari Jambo ke tempat penyaringan (Jantan) yang letaknya 15-30 meter dari Jambo dengan menjunjung dalam karung plastik dengan berat 20-35 kilogram. Pernah dipergunakan alat atau kereta dorong, namun daya tahan alat dorong tersebut tidak lama, akibat pengaruh air asin, daya tahannya maksimal enam bulan.

Membeli kembali alat dorong baru, secara ekonomi dikatakan tidak mungkin. Alat pengangkat pasir dan air yang lain belum ada ditemukan petani. Petani garam mengatakan, mereka hanya kuat mengangkat pasir 30-40 kali sehari. Selain karena berat beban pasir dan air yang diangkat, pekerjaan tersebut setiap hari dilakukan, sehingga lelah kemaren belum hilang, hari ini sudah melakukan pekerjaan yang sama. Apalagi, selain menjadi petani garam, pada saat bersamaan pekerjaan domestik dikerjakan.

Rutinitas perempuan di pedesaan tetap dilakukan. Bagi perempuan orang tua tunggal, sambil bekerja di ladang garam, mereka menjaga anak, memasak, mencuci dan pekerjaan rumah tangga lain. Jika proses memasak air sudah dilakukan di Jambo, mereka berjalan kaki pulang ke rumah untuk mencuci atau memasak dan kemudian kembali lagi ke Jambo untuk mengecek proses pemasakan air menjadi garam.

Hasil garam untuk keluarga Hasil jual garam berkontribusi langsung terhadap nafkah harian keluarga dan membiayai keperluan anak sehari-hari seperti uang transport ke sekolah, uang jajan dan keperluan harian lain. Suami yang berkerja sebagai buruh kapal penangkap ikan, penghasilannya tidak pasti. Mereka umumnya keluarga miskin dengan penghasilan pas-pasan. Anak-anak mereka ada putus sekolah terutama setelah tamat sekolah menengah pertama.

Biaya harian anak ke sekolah seperti transport, uang jajan dan keperluan sekolah lain dirasakan membebani, apalagi jumlah anak mereka antara 4-5 orang. Pemerintah memang menggratiskan uang sekolah, namun transport dan jajan harian serta pungutan lain dianggap memberatkan. Terutama akibat kenaikan harga-harga kebutuhan sekarang, total pendapatan keluarga dianggap tidak mencukupi. Putus sekolah dan kemudian bekerja membantu orang tua menjadi pilihan anak laki-laki dan perempuan.

Bagi perempuan yang memiliki suami, jika penghasilan suami dari melaut tidak mencukupi, uang dari hasil bertani garamlah menjadi tumpuan, termasuk jika suami tidak bekerja karena ada acara sosial di kampung atau faktor cuaca menyebabkan nelayan tidak melaut. Belum bangkit sendiri Besarnya biaya pembangunan Jambo dan Jantan bagi banyak perempuan, terutama orang tua tunggal, yang mencapai 5-7 juta disebutkan sebagai faktor utama mengapa dua bulan lebih pasca gempa belum bertani garam lagi.

Jambo-jambo dan Jantan yang rubuh akibat gempa sampai sekarang masih ada dibiarkan begitu saja, beberapa sudah dirubuhkan dan Jambo yang masih dianggap kuat, petani sudah memulai aktivitasnya seminggu pasca gempa. Selalu menanti bantuan kemanusiaan, dianggap bukan pilihan terbaik untuk kelanjutan hidup keluarganya. Tidak semua keperluan hidup terpenuhi dari bantuan kemanusiaan berbagai pihak.

Tidak semua bantuan yang datang dapat merespon secara spesifik keperluan korban gempa, terutama untuk perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas. Bantuan berbagai pihak dominan berupa makanan, mie instan, minyak goreng atau keperluan anak sekolah. Sensifitas kemanusiaan kita masih dominan pada aspek tersebut. Mereka, petani garam di Gampong Lancang Paru, merupakan korban gempa bumi.

Usaha mereka terdampak langsung dan gempa tersebut menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan mereka. Masyarakat korban gempa Pidie Jaya, khususnya petani garam, bukan saja berhak atas bantuan kemanusiaan pada masa tanggap darurat, dalam konteks hak asasi manusia, kita berkewajiban untuk secara bersama-sama membangun kembali bagian mata pencaharian mereka yang rusak akibat gempa, sebagaimana dimandatkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Bukan “belas kasihan” atau turut serta pada masa tanggap darurat, tetapi akan sangat penting untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi dan mata pencaharian petani garam korban gempa oleh pemerintah maupun masyarakat dengan membangun kembali Jambo, Jantan dan menyediakan peralatan kerja sehingga korban bangkit bersama membangun kehidupannya, dengan tetap memperhatikan dan mengakui identitas diri petani garam untuk meningkatkan produksi, meringankan beban kerja, mempersingkat waktu dan alur kerja, meningkatkan harga jual dan menyediakan ruang kerja yang sehat untuk perempuan


Artikel Lainnya:

 

Bali Tuan Rumah Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF
Senin, 16 Oktober 2017

KOPI, Bali - Indonesia tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia (World Bank) di Bali , bulan Oktober 2018. Semua mata mata tertuju ke Indonesia akan menjadi pusat perhatian utama dunia.   Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menuturkan kepada wartawan “Indonesia juga bisa mendapatkan nilai plus dari penyelenggaraan acara ini karena ajang tahunan tersebut, bisa meningkatkan kegiatan bisnis. Semua mata di dunia ekonomi akan melihat... Baca selengkapnya...

Kunjungan Delegasi Bisnis Maroko Hasilkan Tiga Nota Kesepahaman
Senin, 16 Oktober 2017

KOPI, Jakarta - Delegasi bisnis dari Kerajaan Maroko berkunjung ke Republik Indonesia dari tanggal 11 hingga 15 Oktober 2017 dalam rangka Trade Expo Indonesia ke-32. Delegasi yang terdiri atas 30 pengusaha ternama itu mewakili tiga wilayah/kota di Kerajaan Maroko, yaitu Wilayah Fez-Meknes, Souss-Massa dan Kota Casablanca.   Salah satu tujuan utama kunjungan para pengusaha dari Negeri Matahari Terbenam itu adalah untuk meningkatkan... Baca selengkapnya...

Pengamat : PDIP Riau Sudah Digadaikan, Pilgubri Usung Kader Partai Lain
Minggu, 08 Oktober 2017

KOPI, Pekanbaru – Hiruk pikuk Pilgubri (Pemilihan Gubernur Riau)  akan diadakan pada Pemilu serentak tahun 2018 mendatang. Suasana politik di daerah Riau mulai memanas, masing-masing ketua Parpol (partai Politik) wilayah Riau mencari koalisi dengan partai lain. Bagi Parpol yang memenuhi kuota electoral threshold 20 % atau 13 kursi di DPRD Riau masih bisa mengusung kandidat pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Riau sendiri Periode... Baca selengkapnya...

Sambut Hari Batik Nasional, Pasaraya Blok M Gelar "Tribute to Batik 2017"
Senin, 02 Oktober 2017

KOPI, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari Batik nasional 2 oktober 2017, Pasaraya menyuguhkan sebuah acara dengan tema "Tribute to Batik". Acara ini berlangsung pada 2 -8 oktober 2017, yang dibuka sesuai jam operasional Mall, yaitu pada pukul 10.00 - 22.00 WIB. "Tribute to Batik 2017" merupakan pameran Bazar batik kontemporer dan diisi dengan beragam kegiatan guna memupuk cinta batik pada generasi muda.   Pasaraya selaku salah satu... Baca selengkapnya...

Rektor Universitas Mpu Tatular Akan Perkuat Implementasi Pancasila, Sesuai Komitmen Deklarasi Bali
Senin, 02 Oktober 2017

Foto: Rektor UMT di Deklarasi Pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia di Bali   KOPI, JAKARTA Sejumlah 3.000-an Pimpinan Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia, hadir di Bali, untuk melakukan ikrar bersama dan bersatu padu melawan radikalisme.   Para Rektor, Ketua, Direktur Perguruan Tinggi tersebut menggelar aksi kebangsaan dalam bentuk Deklarasi, di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali, Senin (25/09/2017). Acara bertema Aksi Kebangsaan... Baca selengkapnya...

Begini Kronologis Dugaan Psikopat Oleh Ketum PPWI, Hingga Akan Dipolisikan Oleh Sang Walikota
Sabtu, 30 September 2017

KOPI, Langsa (Aceh) - Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke sangat menyayangkan perilaku oknum Walikota Langsa yang ceroboh telah menyebarkan informasi berbentuk video yang amat tidak layak kepada warga masyarakatnya.   Menurutnya, video berisi penyiksaan dan pemenggalan leher manusia oleh sekelompok orang berpakaian ala militer itu sangat tidak pantas disebarluaskan oleh seseorang kepada orang lain, apalagi seseorang itu adalah kepala daerah... Baca selengkapnya...

Usai Pelantikan DPC-PPWI Sijunjung, Ketum PPWI Beri Pelatihan Jurnalisme Warga.
Kamis, 28 September 2017

KOPI, Sumatera Barat - Satu kesempatan berharga yang didapatkan oleh anggota dan pengurus DPC-PPWI Kabupaten Sijunjung, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke berkenan memberikan pelatihan singkat “Workshop Jurnalisme Warga”, yang bertempat di sekretariat Jl. Lintas Sumatera, Rabu, 27 september 2017.   Hadir pada kesempatan itu ketua DPC-PPWI Kabupaten Sijunjung, Syafrimal Tanjung dengan didampingi sekretaris Hendri Payan, dan juga dihadiri... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKadin Jajaki Peluang Bisnis Lewat “Qat.....
19/10/2017 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Timur Tengah mengadakan Indonesia - Qatar Business Forum untuk menjajaki peluang bi [ ... ]



DAERAHDipo Kontainer SPIL Meledak dan Terbakar.....
17/10/2017 | Eko Subroto
article thumbnail

KOPI, Surabaya, Sabtu (13/10) - Telaah terjadi ledakan yang cukup keras di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, hingga terdengar mencapai ra [ ... ]



PENDIDIKANIPELMAJA Latih Mahasiswa Jadi Kritis.....
17/10/2017 | Rahmat Hidayat, Lbs

KOPIAceh Barat - Bertujuan untuk menjadikan mahasiswa Kritis dan bukan hanya tukang kritik, tidak pula apatis, serta tidak anarkis. Ikatan Pelajar  [ ... ]



EKONOMIArea Baru ACE Ke-9 Resmi Dibuka.....
19/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Menempati area seluas lebih dari dari 1.200 M2, ACE baru Bandung Electronic Center (BEC) secara resmi dibuka dengan menghadirkan rib [ ... ]



HANKAMMasyallah… Memalukan, Minta Parkir Gra.....
14/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Setiap upacara selalu membaca Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Pancasila. Tetapi tidak ada yang menerapkan dalam kehidupan bermasya [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAPelabuhan Ulee Lheu Sudah Dangkal, Kapal.....
05/10/2017 | Rachmad Yuliadi
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh- Dalam beberapa minggu terakhir ini aktivitas pelayaran dari pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh menuju pelabuhan Balohan Sabang terjadi k [ ... ]



POLITIK100 Hari Jalannya Roda Gubernur Aceh Per.....
18/10/2017 | Rachmad Yuliadi

KOPI, Banda Aceh - Tidak terasa waktu sudah berjalan selama 100 Hari. Pada tanggal 5 Juli 2017, pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Irwandi-Nova sec [ ... ]



OPINIAyah Sangat Berperan dalam Membentuk Seo.....
04/10/2017 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh - Dalam suatu keluarga pastilah terdiri atas ayah, ibu dan anak-anaknya. Bila sang ibu bertungas sebagai pengasuh anak maka sang ayah [ ... ]



PROFILDesa Langkan Wakili Lomba PHBS Tingkat P.....
28/09/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pelalawan - Terpilihnya Desa Langkan mewakili lomba PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) serta lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (P [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAJelang Usia 9 Tahun Majelis Sastra Bandu.....
02/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Majelis Sastra Bandung (MSB) merupakan komunitas sastra nirlaba, berdiri 25 Janurai 2009. didirikan oleh penggiat sastra seperti Ded [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATITernyata Kur BRI Aceh Barat Bukan untuk .....
11/10/2017 | Syamsul Kamal

KOPI - Hendra (31) petani asal Krueng Tinggai kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat, mengaku sulit sekali bagi petani kecil untuk meningkatkan taraf [ ... ]



SERBA-SERBIMatrix Indonesia Gelar Hairdresser Idol .....
19/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Matrix Indonesia selalu ingin meningkatkan kreativitas serta inovasi darl para hairdressers Indonesiai melanjuti kesuksesan acara Ha [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.