Anda Ingin Berhenti Merokok? Pfizer Punya Solusinya
KOPI, PT. Pfizer, sebuah perusahaan biofarmasi terkemuka didunia, bekerjasama dengan Sahid Sahirman Memorial Hospital mengumumkan pembukaan Klinik Stop Merokok (13/7), yaitu sebuah layanan terpadu selama 12 minggu yang bertujuan membantu perokok yang ingin berhenti merokok.
Dengan biaya relatif terjangkau di banding biaya rokok selama setahun (Rp. 3.718.000), pasien akan mendapatkan terapi dari tim dokter secara terpadu selama 12 minggu, mulai dari konsultasi psikologis individual, sharing session, terapi farmakologis hingga pemantauan berkala melalui Costumer Relationship Management (CRM).
Kehadiran Klinik Stop Merokok ini didasari oleh fakta bahwa terdapat 70% perokok ingin berhenti tetapi hanya 5-10% yang dapat melakukannya tanpa bantuan. Data Riskesdas 2010 mwncatat bahwa secara nasional, rata-rata jumlah batang rokok yang dihisap tiap hari oleh 52,3% perokok adalah 1-10 batang dan 20% perokok menghisap 11-20 batang perhari.
Dr. Harry A. Alamudin, MA, Direktur Medis SSMH menjelaskan : ”Di tahun 2010 Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH) menerima sekitar 2654 karyawan dari beberapa perusahaan yang memberlakukan medical check up , dari hasil anamnesa 69% tidak merokok, 31% mempunyai kebiasaan merokok 11-20 batang per hari. Karyawan yang perokok setelah dilakukan pemeriksaan medis, 94% menderita penyakit kronis. Salah satu saran yang diberikan kepada karyawan yang merokok dan memiliki penyakit kronis adalah harus berhenti merokok. Pasien seperti mereka membutuhkan terapi berhenti merokok yang menyeluruh dan selektif untuk menghindari komplikasi. Dengan didampingi tim dokter yang khusus dan terlatih dalam menangani kasus merokok, diharapkan kualitas hidup pasien dan peroduktivitas perusahaan dapat ditingkatkan.”
Data WHO mengidentifikasikan, ada 4.000 zat kimia yang terkandung didalam asap rokok, dimana 250 zat kimia tersebut berbahaya dan 50 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker. Pada orang dewasa, perilaku merokok dapat menyebabkan resiko bronchitis kronis, emfisema, stroke, jantung koroner, dan kanker paru-paru. 90% dari angka kejadian kanker paru-paru dan 75% dari kejadian bronchitis kronis dan emfisema di dunia disebabkan oleh perilaku merokok.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Aulia Sani,Sp.JP (K), FIHA, FasCC, dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah dari SSMH, menerangkan, “Angka kejadian penyakit kronis dapat dengan mudah dan cepat dikurangi hanya dengan merubah gaya hidup. Mengurangi kebiasaan merokok adalah salah satu upaya perubahan perilaku yang dapat membantu mencegah terjadinya penyakit kronis atau mengurangi komplikasi penyakit yang diderita. Terapi dari Klinik Stop Merokok dilakukan secara menyeluruh dan konsisten sehingga diperkirakan tingkat keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan pasien yang melakukan terapi farmakologis saja.”
Penggunaan metode yang menggabungkan terapi psikologis dan farmakologis di Klinik Stop Merokok ini dapat dijadikan acuan bagi pelayanan medis di seluruh Indonesia untuk membantu pasien lepas dari adiksi nikotin.
Marketing Direktur PT. Pfizer Indonesia, dr. Selly H. Rorong mengutarakan, “Melalui terobosan inovatif dalam penanggulangan adiksi nikotin, diharapkan penanggulangan masalah merokok di Indonesia dapat lebih efektif dan terintegrasi.”
Masyarakat perokok yang ingin berhenti merokok, dapat mengikuti terapi di Klinik Stop Merokok Sahid Sahirman Memorial Hospital pada hari Senin – Jumat, pukul 10.00 sampai 14.00 WIB, dan pukul 18.00 sampai 20.00 WIB.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Klinik Stop Merokok SSMH 0817 – 0101 – 911
Facebook : Sahid Sahirman Memorial Hospital
Website : www.ssmh.co.id Jejaring sosial pendukung proses berhenti merokok dapat di akses melalui; www.stopmerokok.com
Twitter : @stopmerokok
Facebook : Stop Merokok
Atau : 0-800-199-0000
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Wujudkan Pola Hidup Sehat
- Waspada, Kegemukan Bisa Berakibat Fatal
- Penata-laksanaan Obesitas Holistik Cegah Resiko Penyakit Kronis
- Hidup Sehat dengan Pijat
- Viagra dalam Buah Semangka
- Rokok Bisa Tingkatkan Resiko Katarak
- Khasiat Brokoli bagi Tubuh
- Teh Kemangi, Harum dan Menyembuhkan
- Gaya Hidup Sehat Mampu Kurangi Risiko Hipertensi
- Bukan karena Menyusui, Payudara tak Indah Lagi
- Ribuan Peserta Memeriahkan Lomba Lari Hari TNI Ke-64
- Tomas dan Toga Orientasi Pelayanan KIE
- Balita Terancam Meninggal karena Tak Tertolong
- Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan Bermotor)


























