Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None
GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Nusantara Morowali Raya Bencana Morowali, Pelajaran bagi Semua Daerah

Bencana Morowali, Pelajaran bagi Semua Daerah

KOPI, Jika saja pemerintah berpikir panjang – lebih panjang dari usia jabatanmereka yang dipilih lewat Pemilu dan Pilkada. Pasti akan berpikirulang memilih pertambangan - yang tak terbarukan dan berumur pendek,sebagai pilihan utama ekonomi daerahnya.

 

Masih ingat banjir dan tanah longsor Morowali di Sulawesi tengah? Tahun lalu, lebih 71 orang meninggal, puluhan lainnya dirawat di rumah sakit, ribuan orang mengungsi dan tak terhitung kerugian materi yang hilang.Tak hanya tahun lalu, setidaknya 10 tahun terakhir, banjir dan longsor jadi langganan di Morowali. Dan tahun 2007 yang terparah.

Walhi Sulawesi tengah menyoroti tingginya laju hutan sebagai pemicu terjadinya banjir. Sepanjang 2001 hingga 2007, penggundulan hutan mencapai 42,27 ribu ha pertahun. Dengan laju kerusakan itu, hutan Morowali akan musnah pada 2027. Apalagi diwaktu yang sama, pemerintah telah mengeluarkan izin pembukaan lahan hutan seluas 253.418 ha untuk kebun skala besar sawit, pertambangan dan penebangan kayu. Dari luasan itu, lebih separuhnya adalah pertambangan.

Dan tahun ini, banjir berkunjung lagi. Ada tujuh desa terendam banjir. Lagi-lagi, yang terendam adalah lokasi bencana yang sama tahun lalu. Banjir kali ini akibat luapan Sungai Siombo, Makato, dan Pirangan, sungai yang sama yang meluap Juli 2007 lalu.

Rupanya untuk urusan banjir, Morowali sudah mirip Jakarta. Banjir berulang karena penyebab yang sama dan di lokasi yang sama diperlakukan sama : bagai bencana mendadak. Penggalangan bantuan banjir menjadi kegiatan utama saat banjir datang, Begitu banjir reda, penyebab banjir tak dibicarakan lagi.

Saat banjir datang, penggalangan bantuan digalakkan, dana penanganan bencana mengucur deras. Mungkin menangani banjir lebih menarik buat pemda Morowali – juga daerah lainnya. Banjir bisa menghasilkan proyek-proyek infrastruktur baru. Dan bisa jadi lahan korupsi baru. Itulah mengapa pekerjaan rumah mencegah terjadinya banjir jarang menampakkan hasil.

Bagi pemerintah di banyak tempat, banjir seolah berkah. Jika tak percaya, coba lihat pilihan-pilihan pembangunan yang digalakkan oleh pemerintah pusat dan daerah saat ini. Bagai jauh panggang dari api. Pilihan malah jatuh pada pembukaan kebun skala besar sawit dan pertambangan, yang rakus lahan dan air. Begitupun Morowali.

Menurut Sahabat Morowali, Bupati Daltin Tamalagi dan penggantinya saat ini, telah mengeluarkan sekitar 156 ijin Kuasa Pertambangan. Sebagian besar untuk tambang Nikel dan Chrom.

Setiap perijinan luasannya bisa mencapai 2 ribu hingga 3 ribu ha. Ini belum terhitung ijin Kontrak Karya milik PT Inco dan Rio Tinto – perusahaan Inggris, yang belum tuntas.

Dalam dua tahun terakhir, Morowali banyak dikunjungi para pengusaha China. Merekalah yang tertarik menambang bijih Nikel. Mereka datang ke daerah yang kaya Nikel dan berusaha mendapat Kuasa Pertambangan.

Meskipun judulnya adalah usaha tambang Nikel, tapi sebenarnya tambang- tambang itu diperlakukan mirip galian sirtu. Ini cara yang paling primitif dalam teknik penambangan. Permukaan tanah disingkap, bijih Nikel digali dan diangkut ke negara lain untuk ekspor. Tak ada pembangunan pabrik Nikel, tak ada pengolahan menjadi Nikel. Hanya tanah batuan yang diangkut.

Kabarnya Pemda malah memfasilitasi perusahaan melakukan transaksi pembebasan tanah dengan warga. Untuk tiap metrik ton bijih Nikel yang diangkut, sang pengusaha cukup membayar Rp 5000 untuk warga. Rp 2500 diberikan tunai, separuhnya untuk kegiatan pengembangan masyarakat.

Tak hanya Morowali, di Sulawesi Tenggara juga melakukan hal yang sama. Saat ini lebih 120 perijinan pertambangan yang dikeluarkan. Bahkan pulau sekecil Kabaena yang luasnya tak sampai 100 ribu ha, punya 22 konsesi pertambangan. Salah satunya adalah konsesi PT Inco, tambang Nikel raksasa milik asing.

Contoh lainnya Kalimantan Selatan. Hingga tahun 2005, setidaknya 1,2 juta ha lebih daratan yang punya ijin pertambangan. Dinas Pertambangan Kalsel – dikutip Radar Banjar, menyebut tahun lalu, terdapat 400 lebih izin usaha pertambangan di Kalsel. Sejumlah 379 izin diantaranya, diterbitkan para bupati.

Bulan Juni 2006, banjir menyapu empat kabupaten, yaitu Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Hasil analisa citra Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN) menunjukkan kejadian itu disebabkan beberapa faktor, yaitu curah hujan yang relatif tinggi, posisi topografi yang rawan bencana banjir dan kondisi penutup atau penggunaan lahan yang telah banyak menjadi lahan-lahan terbuka, baik pada daerah hilir maupun hulu.

Kawasan terbuka itu terkait dengan pengerukan batubara. Pada daerah yang dilanda banjir, seperti kecamatan Kintap di Tanah Laut dan kecamatan Satui di Tanah Bumbu, sedikitnya 27 perusahaan dengan luas konsesi lebih dari 111 ribu ha, semua menambang pas di kawasan hulu.

Tahun-tahun berikutnya Tanah Laut dan Tanah Bumbu langganan banjir.

Dan ongkos banjir ini tak sedikit. Dalam dua tahun terakhir, banjir membuat pasokan batubara untuk PLTU asam-asam terganggu. Lokasi dan jalan ke luar maupun masuk tambang terendam air setinggi satu meter. PLN akhirnya menurunkan daya listriknya dan melakukan pemadaman bergilir. Belum lagi kerugian akibat rusaknya infrastruktur dan perekonomian desa-desa korban banjir.

Jika saja pemerintah disana tak malas menghitung, pasti ketemu jumlah defisit antara pemasukan hasil kerukan batubara dengan besaran kerugian yang dialami karena banjir.

Jika saja pemerintah berpikir panjang – lebih panjang dari usia jabatan mereka yang dipilih lewat Pemilu dan Pilkada. Pasti akan berpikir ulang, memilih pertambangan - yang tak terbarukan dan berumur pendek, sebagai pilihan utama ekonomi daerahnya.

Apalagi sebagian besar kerukan mineral dan batubara itu digunakan untuk sebesar-besarnya kebutuhan asing.

Ditulis Siti Maemunah, Koordinator Nasional JATAM

Sumber : http://www.jatam.org/content/view/400/75/ (Judul asli: Pelajaran Buruk Morowali)


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Tim Persib Targetkan Jadi Juara Liga 1 2017
Jumat, 07 April 2017

KOPI, Bandung - Manajer Persib Umuh mengemukakan, Persib tidak akan bisa sebesar ini tanpa dukungan kuat Bobotoh, mereka di mana pun Persib bertanding selalu ada memberikan semangat dan energi untuk berjuang keras menghadapi lawan-lawannya.   “Oleh karena itu,  tidak ada harapan lain selain Persib harus berjuang dan mentargetkan jadi  juara Liga 1 2017 tahun ini, tanpa dukungan Bobotoh, Persib tidak akan seperti sekarang. Terimakasih,... Baca selengkapnya...

Dandim Aceh Selatan Terima Pasukan Satgas TMMD Ke 98
Selasa, 04 April 2017

KOPI, ACEH SELATAN – Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto menerima Sebanyak 100 personel Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-98 tahun 2017 di Lapangan Makodim 0107/Aceh Selatan. Selasa (4/4/17).   Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto mengatakan, Pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 98 tersebut akan diterjunkan ke lokasi sasaran dan berbaur dengan kehidupan ... Baca selengkapnya...

Akting Ibu Negara Iriana Joko Widodo Berperan sebagai “Anak Paud”
Sabtu, 01 April 2017

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja ibuk negara Iriana Jokowi beserta Ibuk Mufidah Jusuf Kalla, ke Propinsi Riau, Rabu (29/3-17). Rombongan ini didampingi oleh kunjungan kerja istri-istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE). Jadwal kunjugan kerja rombongan Istri Presiden Joko Widodo ke Riau mengunjungi sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), melakukann pemeriksaan kanker serviks leher rahim atau... Baca selengkapnya...

Persit Kodim Aceh Selatan Disambut Haru Nyak Siti Rohmat
Senin, 27 Maret 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Kemiskinan yang dialami 'Nyak' Siti Rohmat, warga Desa Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan, telah mengetuk rasa keprihatinan dan simpati Ketua Persit KCK Cabang XXIX Dim 0107/Asel, Ny. Hary Mulyanto dan pengurus Ranting 8 Koramil 07 Kluet Selatan. Selama ini, kondisi 'Nyak' Siti Rohmat memang serba kekurangan. Bukan hanya itu saja, bahkan kesehatannya pun menurun dan sering sakit. Sering kali tak memiliki makanan apalagi... Baca selengkapnya...

Dandim Aceh Selatan Tes Urine 23 Prajurit Intelijen, Hasilnya Mengejutkan!
Jumat, 24 Maret 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Dandim 0107/Asel Letkol Kav Hary Mulyanto melaksanakan pemeriksaan secara mendadak kepada aparat Intelijen Kodim 0107/Asel, bertempat di Aula Makodim setempat, Jumat (24/03/2017). 23 orang prajurit Intelijen Kodim 0107/Asel yang disidak untuk mengikuti tes urine tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah prajurit menggunakan atau mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang. Kegiatan ini langsung diawasi Dandim, Pasi... Baca selengkapnya...

Akibat Mobil Dinas Kepresidenan Mogok, Pengamat: Hubungan Jokowi - SBY Terganggu
Kamis, 23 Maret 2017

KOPI, Jakarta - Di tempat kerjanya, Mas Bray mengatakan, “Heran, kenapa ya Presiden Joko Widodo mau memakai mobil dinas kepresidenan bekas dipakai oleh Mantan Presiden? Biasanya setiap kali berganti kekuasaan di daerah (red. Gubernur, Walikota, Bupati) maka setiap tahun dianggarkan untuk pembelian kendaraan kepala daerah dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Ini, malah Presiden Jokowi memiliki rasa sense of krisis terhadap... Baca selengkapnya...

Hari Musik Nasional, Raisa Menyanyikan Lagu Indonesia Pusaka di Istana
Minggu, 12 Maret 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan, “Saya seroang fans/penggemar Raisa. Suara Raisa merdu, wajahnya serupa dengan pacar Mas Sugeng pertama saat di sekolah dulu. Salam kangen, bila bisa ketemu Masmu Sugeng". Merayakan Hari Musik Nasional, Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) merayakan seremoni kecil-kecilan di Istana Negara Republik Indonesia, di kawasan Gambir,... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMiskipun Dikabarkan Hubungan Wako Padang.....
18/04/2017 | Rifnaldi
article thumbnail

Prof. Edwar Juliartha Masih Tetap Menjalankan Fungsinya

KOPI, PADANG PANJANG - Terkait pemberitaan disalah satu media cetak harian terbitan Sumbar dan [ ... ]



NASIONALJenderal Tito Karnavian: Pilkada DKI Jak.....
18/04/2017 | AV

KOPI, Jakarta - Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian berharap pada saat pelaksanaan pemilukada DKI Jakarta 2017 putaran kedua, Rabu 19 April dapat berja [ ... ]



DAERAHProf. Edwar Juliartha Masih Menjalankan .....
20/04/2017 | Rifnaldi
article thumbnail

KOPI, PADANG PANJANG - Kabar retaknya hubungan Walikota Hendri Arnis dan Sekdako Padang Panjang, Prof. Edwar Juliartha semakin canter jadi perbincanga [ ... ]



PENDIDIKANSiswa Pasaman Dilarang coret Baju Usai U.....
15/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Lubuksikaping - Polres Pasaman AKP Reko Indro Sasongko,SH melalui Kasat Binmas Polres AKP Syafrizen SH menghimbau bagi siswa yang tamat tahun 2 [ ... ]



EKONOMIPanasonic Hadirkan Produk Inovatif Peraw.....
16/04/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Panasonic Beauty menghadirkan inovasi terbaru dalam perawatan kulit wajah, yang dikemas dalam rangkaian Panasonic Beauty Esthetic Seri [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



OLAHRAGATrail Adventure seSumatera diadakan di B.....
30/03/2017 | M. Dwi Richa JP

KOPI, Pasaman :
Wali nagari ganggo Hilia Bondan Kusbianto mengatakan  kami siap jadi tuan rumah BTRAC Pasaman (Bonjol Trail Adventure Club ) hal ter [ ... ]



OPINIRevitalisasi Pendidikan Vokasi: Upaya Me.....
13/04/2017 | Harjoni Desky

Instruksi Presiden (Inpres) terkait dengan Revitalisasi Pendidikan Vokasi telah diterbitkan dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan  [ ... ]



PROFILRekor Leprid : Peserta Terbanyak Bakar .....
14/05/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pati- Indonesia negara Bahari atau kepulauan, hampir 2/3 luas wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Ribuan pula terhampar dari Sabang hingga Pa [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.