Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Wilson Lalengke Entitas Jawa yang Hilang di Pilpres 2014

Entitas Jawa yang Hilang di Pilpres 2014

Sejak dahulu, pemilihan kepemimpinan di negeri ini selalu dibayangi dan digawangi oleh jargon Jawa dan Non Jawa. Kalimat "mangan ora mangan yang penting ngumpul" sering disejajarkan dengan "mangan ora mangan yang penting presidennya orang Jawa". Pada pilpres 2014 kali ini, konsep tersebut nyaris musnah, tiada terdengar. Di sinilah kehebatan strategi politik Prabowo-Hatta dengan simbol Garuda Merahnya.

Kubuh Prabowo-Hatta sadar betul bahwa pemilih dari kalangan entitas kebangsaan Jawa, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa, umumnya adalah kalangan tradisional yang cenderung konservatif. Dibandingkan dengan keseluruhan pemilih di seantero negeri ini yang 190 juta itu, jumlah pemilih dari kalangan orang Jawa tidak kurang 59 juta orang yang tinggal di Jawa (Jatim, Jateng, dan Yogyakarta) ditambah sekira 40-an juta orang Jawa perantauan di seluruh pelosok nusantara. Jumlah itu belum lagi ditambah dengan saudara dekatnya, pemilih dari kalangan entitas Sunda di Jawa Barat yang berjumlah sekitar 33 juta orang dan entitas Banten dengan jumlah 7 juta pemilih. Bisa dibayangkan, betapa kokohnya seorang calon presiden dari kalangan "Orang Jawa" yang dalam pilpres 2014 ini hanya diwakili oleh orang Jawa asli satu-satunya yakni Jokowi.

Setidaknya ada tiga cara Tim Garuda Merah mengeliminasi dan menghancurkan ide Jawa - Non Jawa ini. Pertama, secara cepat dan cenderung radikal dimunculkan di babak-babak awal isu bahwa Jokowi keturunan China. Tidak tanggung-tanggung radikalnya, bahkan diwacanakan dalam bentuk "iklan kematian" Jokowi bertuliskan huruf China. Isu Jokowi cina yang diumpankan ke publik langsung disambar berbagai media dengan publikasi besar-besaran. Alhasil, kesan sosok Jokowi sebagai representasi entitas Jawa buyar. Di kepala publik Jawa, Jokowi tidak lebih dari seorang capres di pilpres 2014, titik.

Dahulu, juga sekarang, setiap orang sangat mengharapkan datangnya surat dari kerabat, orang tua, sahabat, kenalan, apalagi dari seorang idola (bisa pacar, musisi, penyanyi, ataupun seorang tokoh terkenal). Di Amerika sekalipun, seseorang akan sangat bahagia jika mendapatkan surat dari seorang idolanya. Mereka akan memamerkan surat tersebut kepada teman-temannya dan kepada siapapun. Strategi inilah yang dilakukan oleh Prabowo di pilpres 2014 ini.

Apa hubungannya kiriman surat Probowo kepada sekira sejuta penerima surat (kalangan guru dan lain-lain) dengan "pembuyaran" entitas Jawa yang sedang kita bahas ini? Jelas sekali. Indikator utamanya adalah surat-surat itu umumnya ditujukan untuk kalangan pemilih secara terbatas di Pulau Jawa. Sasaran tembak adalah menaikan kadar kedekatan sang pengirim surat dengan yang dikirimi surat. Apapun komentar media, yang pasti bahwa surat pribadi Prabowo itu akan disimpan di dalam peti dan di dalam hati setiap penerima. Surat itu punya nilai historis yang luar biasa bagi penerima, dan akan menjadi kenangan sepanjang hidupnya. Apalagi jika nanti sang pengirim ditakdirkan menjadi presiden, maka surat-surat Prabowo ini akan jadi "azimat" bagi penerimanya.

Naiknya derajat kedekatan emosional pengirim surat dengan penerima surat yang umumnya di kalangan masyarakat di Pulau Jawa, secara tidak disadari akan menambah "buyar" ide entitas Jawa di wacana politik pilpres 2014 ini. Jokowi tidak mengirimkan surat kepada pemilih, sehingga justru ia dianggap "kurang care" dibanding Prabowo. Jiwa korsa sebagai sesama Jawa menjadi luntur, sehingga keinginan untuk memilih Jokowi karena "ke-Jawa-an"nya menjadi mengambang.

Srategi terakhir untuk melumatkan "jiwa sebangsa Jawa" antara pemilih kalangan Jawa dengan Jokowi adalah dengan memunculkan isu PKI. Trauma pembersihan jutaan orang yang diduga terkait PKI pasca peristiwa berdarah 30 September 1965, terbanyak dirasakan oleh orang Jawa. Ketakutan yang diciptakan dengan isu PKI yang katanya lekat di tubuh PDI-Perjuangan itu semangatnya adalah memecah perhatian pemilih-pemilih Jawa agar berhati-hati dalam menentukan pilihan pada tanggal 9 Juli nanti. Seakan ingin mentahbiskan pertanyaan, "Apa artinya pilih presiden sesama orang Jawa jika akhirnya nanti kita dibantai seperti di masa dulu?"

Isu terakhir ini masih bergulir bagai bola panas yang belum mencapai titik hentinya. Hasilnya akan sangat tergantung kepada ketertarikan media-media untuk "menggoreng" bola panas ini. Jika skenario berjalan mulus, sudah dapat dipastikan bahwa para pemilih dari entitas kebangsaan Jawa makin tersisih dari "persaudaraan sesama Jawa" dengan Jokowi. Sekali lagi, akhirnya di mata orang Jawa, Jokowi dianggap tidak lebih dari sekedar seorang anak bangsa "bukan Orang Jawa" yang sedang bertarung mencapai kedudukan sebagai presiden.

Sebagai pembelajar, itulah sedikit catatan yang berkeliaran di pikiran saya selama menonton gerak dinamis pilpres 2014 ini. Selamat memilih Indonesia, pastikan yang terbaik bagi bangsa dan negaramu.***


Artikel Lainnya:

 

Keluarga Lintas Atjeh Buka Bareng "Bu Lam Oen"
Jumat, 23 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Loyalitas, Solidaritas, Soliditas Dan Jiwa Korsa terus dipupuk oleh keluarga besar Lintas Atjeh, moment kebersamaan dalam meningkatkan tali silaturahmi dengan Bukber. Ada hal menakjubkan yang dilakukan keluarga Lintas Atjeh bersama anggota PPWI Aceh Selatan pada saat berbuka puasa di rumah Rahmatillah di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (22/06/2017), yang menyajikan menu buka puasa... Baca selengkapnya...

PPWI Media Grup Aceh Selatan Bagi Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Bulan Suci Ramadhan adalah penuh berkah, semua orang, organisasi atau komunitas berlomba - lomba memanfaatkan untuk berbuat kebajikan, tak terkecuali Komunitas Persatuan, Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Aceh Selatan. Setelah sebelumnya media Lintas Atjeh dan PPWI Aceh Selatan melaksanakan buka puasa bersama dan menyantuni anak yatim piatu di Desa Lhok Ruekam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Kali ini kembali... Baca selengkapnya...

Sucikan Hati, Bersihkan Jiwa, Media Lintas Atjeh Santuni Dhuafa
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Dalam bulan puasa ini mari kita sucikan hati bersihkan jiwa, saling peduli dan mengasihi, masih banyak saudara kita yang butuh perhatian dan kasih sayang, terlebih kepada kaum dhuafa dan yatim piatu. Hal tersebut disampaikan oleh Pimred Lintas Aceh Ari Muzakki pada saat mengunjungi kediaman kaum dhuafa dan anak yatim piatu bersama rombongan dalam rangka buka puasa bersama dan menyantuni yatim piatu di Gampong Lhok Reukam,... Baca selengkapnya...

Cek Endra Beri Santunan Masyarakat Di Pasantren Miftahul Jannah
Selasa, 20 Juni 2017

  KOPI Sarolangun, Memberi santunan pada Anak yatim, orang tua Jompo serta masyarakat telah menjadi kebiasaan dimata publik dan semakin  melekat pada sosok Cek Endra yang kini juga menjabat sebagai Bupati Sarolangun. Pasalnya, Kegiatan Santunan tersebut kerab dilakukan Cek endra bukan hanya saat Bulan Ramadhan, akan tetapi telah menjadi kebiasaan, sebab berbagi dan bersodakoh adalah merupakan Amal yang Pahalanya terus mengalir. Kegiatan itu... Baca selengkapnya...

Presiden Joko Widodo Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Istana
Selasa, 20 Juni 2017

KOPI, Jakarta - Buka puasa dilaksanakan secara lesehan di Istana Negara, Senen (12/6-17). Presiden mengundang anak yatim piatu dan penyandang disabilitas berbuka bersama di istana. Sebelum berbuka di awali pembacaan pemenang lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat anak-anak digelar tadi pagi (red. Senen). Acara dilanjutkan dengan mendengarkan kultum dan buka puasa bersama. Presiden Jokowi beserta anak yatim menunaikan Shalat Maghrib... Baca selengkapnya...

Kordias Resmi Jabat Wakil Ketua DPRD Riau Sisa Masa Jabatan 2014-2019
Selasa, 20 Juni 2017

KOPI, Pekanbaru - Rapat paripurna DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dipimpin oleh Ketua DPRD Riau Septina Primawati didampingi Wakil Ketua Sunaryo dan Noviwaldy Jusman bertempat di ruang paripurna gedung DPRD Riau ,Kamis (15/6-17 ) Ketua DPRD Riau Hj. Septina Primawati mengungkapkan, pelantikan dilakukan sesuai dengan SK Mendagri nomor 161.14-3247 Tahun 2017, perihal pemberhentian dengan hormat wakil ketua DPRD Riau atas nama Manahara... Baca selengkapnya...

Ketum PPWI Hadiri Undangan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes Maroko
Minggu, 18 Juni 2017

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, yang adalah juga Ketua Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma), berkesempatan menghadiri undangan Iftar (berbuka puasa) bersama di Kediaman Resmi Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Oubadia Benadbellah, Kamis, 15 Juni 2017. Acara yang dimulai sejak pukul 17.30 Wib itu diawali dengan temu-ramah dengan Bapak Dubes Maroko, sekaligus sebagai ajang perkenalan karena beliau... Baca selengkapnya...

NASIONALDPD RI Cek Kesiapan Final Pelabuhan Tanj.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Tanjung Priuk - Wakil Ketua DPDRI Nono Sampono sambangi pelabuhan tanjung priuk dan terminal Pulogebang mengecek info kesiapan moda transportasi [ ... ]



DAERAHHari Raya Idul Fitri 1438 H, Yonif 115/M.....
24/06/2017 | Haes Hajuna

KOPI, ACEH SELATAN - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, Yonif 115/ML beserta kompi-kompi jajaran Yonif 115/ML menyerahkan zakat fitra [ ... ]



PENDIDIKANObrolan Santai dengan Kepsek SMK I Sei K.....
19/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pelalawan - Pak Kepsek (Kepala Sekolah) saya dengar dulu Sekolah ini milik yayasan alias swasta, kini sudah negeri bagaimana ceritanya. Betul ,  [ ... ]



EKONOMIHari ke-14, Pengunjung Jakarta Fair Menc.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Malam muda-mudi yang diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota DKI Jakarta yang ke-490, berhasil digelar dengan meriah di  [ ... ]



HANKAMBeri Penyuhan Hukum, Yonif PR 502 Kostra.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Kalimantan Barat - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Yonif Para Raider 502 Kostrad yang dipimpin oleh Letkol In [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATAJakarta Fair Kemayoran Tetap Buka di Har.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

  KOPI, Jakarta - Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2017 kini telah memasuki hari ke-15. Sebanyak 2.700 perusahaan yang tergabung dalam 1 [ ... ]



HUKUM & KRIMINALWaspada !!.. Menaiki Roller Coaster, Men.....
24/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Pusat perbelanjaan Trans Mart  barusan diresmikan oleh pemiliknya Chairul Tanjung sebulan yang lalu telah memakan korban seorang  [ ... ]



OPINIPeran dan Komitmen Pemerintah dalam Upa.....
21/06/2017 | Harjoni Desky

Jaminan Kesehatan Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan JKN, hadir dalam rangka memenuhi hak masyarakat dalam bidang kesehatan. Pemenuhan ha [ ... ]



PROFILObrolan Santai dengan Camat Sentajo Agus.....
11/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Obrolan santai dengan Camat Sentajo Raya Agus Iswanto, SSTP dengan wartawan Pewarta- Indonesia di ruangan kerjanya, hari Jum [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAYoesi Ariyani Lestarikan Tari Klasik Jaw.....
28/05/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai tradisi sudah mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat modern karena dianggap tidak s [ ... ]



ROHANIAl Quran dalam Seni Batik.....
13/06/2017 | Muladi Wibowo
article thumbnail

  KOPI -  Mengisi bulan dengan beragam amalan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh kaum muslim dimana saja, hal yang berbeda terjadi di kawasa [ ... ]



RESENSIFilm Jailangkung: Dari Permainan, Beruba.....
15/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - PERMAINAN boneka jailangkung masih adakah yang memainkannya? Ada dan banyak. Ritual pemanggilan arwah sangat lumrah dilakukan. Apalagi [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATISeptember Nanti Tembilahan Tuan Rumah Wo.....
06/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Indragiri Hilir (Inhil) merupakan daerah penghasil Kopra terbesar di Asia, 432 ribu Hektare kebun Kelapa milik rakyat maupun milik  [ ... ]



SERBA-SERBIMalam Muda Mudi Meriahkan Perayaan HUT J.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Malam muda-mudi yang diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota DKI Jakarta yang ke-490, digelar dengan meriah. Pada dasarn [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.