Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6149
Isi : 8559
Content View Hits : 2799148
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini4427
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6938

Warga Online : 91
IP Kamu : 50.17.109.248
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Belajar Kepemimpinan Kekhalifahan (686/M)

Belajar Kepemimpinan Kekhalifahan (686/M)

KOPI -  Sebagai Negara yang penduduk majemuk, Indonesia perlu adanya pemimipin yang mampu untuk merangkul semua kelompok dan golongan menuju satu arah yang sama. Hal serupa juga dilakukan oleh khalifah umat manusia yakni Nabi Muhammad. Beliau telah melakukan perubahan besar dalam menyongsong hari yang lebih cerah dengan menentukan arah yang sama pada setiap insan.

Belajar dari kepemimpinan Nabi Muhammad, maka ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang khalifah untuk mencapai sebuah Negara yang sejahtera dan damai. Meskipun tidak bisa disamakan antara masa kenabian dengan sekarang, akan tetapi setidaknya apa yang telah dilakukan bisa menjadi pengetahuan untuk dijadikan sebagai pelajaran yang telah terbukti sukses.

Adapun kriteria utama yang harus dimiliki seorang kahalifah adalah seperti halnya sifat Nabi yaitu

Siddiq (benar),

Amanah (terpercaya),

Tabbliq (menyampaikan), dan

Fathanah (cerdas).

Inilah empat kunci utama yag harus dimiliki seorang khalifah untuk mencapai kesuksesan. Dari empat kriteria utama tersebut dapat dibagikan atau terseimpan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang kahilifah. Adapun kriteria-kriteria yang dimaksud adalah seperti yang berikut ini.

(SIDDIQ)

1. Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sebagai seorang yang memimpin berarti orang yang akan menanggung segala masalah dan memecahkannya. Maka dari itu sikap Bertakwa kepada tuhanyang maha esa. Hal ini menjadi sangat penting nahkan menjadi pondasi dikarnakan jikalau seorang pemimpin tidak lagi mampu untuk memcahkan persoalan bangsa maka ia masih bisa meminta perunjuk dari yang maha esa. Hal ini dikarenakan sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab pada masyrakat, bangsa dan Negara maka ia harus mampu untuk memecahkan setiap persoalan bangsa. UUD 1945 pada sila yang pertama juga mengamanahkan kepada segenap bangsa untuk beriman kepada tuhanyang maha esa yang terletak pada sila yang pertama. Jikalau seorang telah beriman kepada Tuhanyang maha esa, maka sudah memilki pelindung dari segala kemungkinan yang akan terjadi. Itu sebabnya pula sang proklamator kita menempatkan beriman kepada Tuhanyang maha esa sebagai salah satu pondasi dasar bahkan yang pertama dalam membangun sebuah bangsa.

2. Integritas

Integritas merupakan suatu sifat dimana apa yang diucapakan dengan yang dilakukan terdapat persamaan. Sehingga orang akan percaya terhadap apa yang dilakukan. selain itu orang yang mempunyai integritas juga akan diandalkan. Apa bila sifat ini dimiliki oleh seorang pemimpin sungguh sebuah Negara akan menjadi sejahtera. Bagaimana tidak, apapun yang dikatakan dalam kampanye politiknya semua dilakukan. Pemimpin yang baik merupakan pemimpin yang menghayati apa yang dilakukannya. Selain itu juga waktu dan upaya yang dicurahkan untuk bekerja menuntut komitmen dan penghayatan. Hanya saja melihat pemimpin masa kini, sifat integritas sungguh jauh dari seorang pemimpin. Hal itu dapat dilihat manakala seorang sebut saja calon presiden mau mencalonkan diri jadi presiden selalu saja mengadakan kampanye besar. Akan tetapi apa yang dikatakan hanyalah janji politik saja. Sementara setelah ia menduduki pemimpin ia harus membagi kongsi koleganya. Baik itu partai politik maupun golongan yang lainnya. Meskipun sebenarnya ini merupakan kelemahan dari sistem koalisi namun itulah yang terus dilakukan sampai saat ini.

(AMANAH)

3. Bermoral

Bermoral merupakan suatu sifat yang mesti ada pada seorang kepemimpinan. Hal ini dikarenakan apabila seorang pemimpin tidak adanya moral. Maka bagaimana ia akan membangun sebuah bangsa yang dihargai. Selain itu jikalau seorang pemimpin itu tidak memiliki moral, sebagai masyarakat dan yang dipimpinnya dimana dapat mengambil teladan? Bukankah seorang pemimpin juga tempat untuk mengambil teladan?

4. Jujur

Jujur merupakan sikap yang mudah dan sulit ada pada setiap pemimipin. Dikatakan mudah dikarenakan sikapa ini hanya menuntut untuk melakukan sesuatu berdasarkan apa yang telah digariskan. Sedangkan dikatakan sulit dikarenakan sangat sedikit pemimpin yang jujur untuk melakukan sesuatu benar-benar demi kepentingan rakyatnya.

5. Berdedikasi dan Komit

Rakyat mengharapkan pemimipin yang bisa mencurahkan perhatian kepada mereka, bukannya Cuma kepada diri sendiri. Sikap seperti ini cukup nyata ada pada seorang khalifah Muhammad. Sampai-sampai pada akhir hanyatnya menurut ceraiata ia menyebutkan kata ummati (ummatku) yang berarti pengikutnya. Begitu besarnya dedikasi yang dilakukan oleh rasulullah untuk pengikutnya. Andai saja pemimpin dimasa sekarang masih menempatkan posisi diri seperti halnya khalifah. Optimisme bangsa Indonesia sungguh luar biasa dan seluruh negeri akan memujinya. Namun apa dikata Indonesia tetaplah Indonesia.

6. Dipercaya

Kepercayaan tidak jauh berbeda denagn sikap jujur. Sikap jujur akan membawa seorang pemimipin kepada kepercayaan pada sistem pemerintahannya. Maka dari itu, keterbukaan merupakan komponen penting dari kepercayaan. Saat kita jujur mengenai keterbatasan pengetahuan yang tidak ada seluruh jawabannya, kita memperoleh pemahaman dan penghargaan dari orang lain. Seorang pemimpin apabila mampu untuk terbuka dalam posisinya sebagai pemimpin, maka ia sudah menghilangkan kecemasan. Itu berarti ia telah menghapus ketidak percayaan masyarakat yang dipimpinnya dari pemikiran menyimpang. Maka dari itu seorang pemimpin dalam melakukan sebuah kebijakan perlunya ada penjelasan kepada masyarakat mengenai apa yang akan terjadi. Sehingga akan lahirnya pemimpin yang disegani dikarenakan sikpnya yang terbuka.

(TABLIQ)

7. Katalistis

Menurut Pancasila Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Pemimpin merupakan seorang yang luar biasa mampu menyemangatkan orang lain untuk melangkah. Bergerak dari zona kenyaman kepada apa yang menjadi tujuan. Seorang pemimpin harus mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan para pengikut.

8. Menyukai Perubahan

Pemimpin merupakan seorang yang mampu melihat akan adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan kadang kala harus bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika tidak berubah takkan berkembang. Sehingga sering kita melihat bahwa ornag yang besar selalu mempunyai ide yang besar untuk berubah atau berbeda pendapat dengan apa yang telah ada.

(FATHANAH)

9. Visi dan Misi yang Jelas Banyak para tokoh yang menyatakan bahwa permasalahan bangsa kita sekarang ini adalah tidak jelasanya visi sebagai sebuah bangsa. Jikalau organisasi sebesar Negara tidak mempunyai visi-misi yang jelas, maka kehancuranlah yang akan didera. Hal itu dikarenakan visi misi merupakan arah kemana bangsa ini akan melangkah. Apakah akan berfungsi sebagai sebuah Negara yang dipimpin hanya untuk memakmurkan bangsa sendiri atau untuk dijajah oleh negara lain dengan merebut sumber daya alam. Karena selama ini kebanyakan kebijakan nasioanal yang dilakukan demi Negara asing. Seperti kata Amin Rais “selama ini banyak kebijakan nasional demi Negara asing” (Seputar Indonesia 19 mei).

10. Optimisme

Kebanyakan orang tidak mau menjadi pengikut. Sehingga ia terus bergeark untuk terus maju. Akan tetapi bilapun harus jadi pengikut berarti harus mampu untuk melihat masa depan. Bagi seorang pemimpin berarti harus memberitahukan pada yang dipimpin bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik dan mereka dapat mencapai tempat itu. Sehingga apa yang dilakukan didukung oleh pengikutnya sehingga secara bersama-sama menuju gerbang pencerahan.

11. Berani Menghadapi Resiko

Kapanpun dan dimanapun kita berada pasti yang namanya resiko pasti ada. Bedanya hanya besar kecilnya dan bagaimana disikapinya. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Seorang pemimpin harus melihat suatu resiko sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi. seorang pemimpin harus mengubah resiko menjadi keuntungan. Seperti halnya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi ekonomi global beberapa waktu lalu. Sampai menempatkan Indonesia sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dunia hingga tahun 2025 mendatang. Ini diperoleh berdasarkan laporan terbaru Bank Dunia bertajuk “Global Development Horizons 2011 Multipolarity: The New Global Economy,”

12. Ulet

Sebagai seorang pemimpin harus mampu untuk terus maju dan bersemangat. Sehingga pengikutnya juga akan tersugesti terhadap apa yang dilakukan oleh pemimpinnya. Sikap ini jug amenjadikan seorang pemimpin menjadi habis ide untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam berbagai bidang.

 

Biodata Penulis

 

Nama : SAIFUDDIN

Tempat/Tanggal Lahir : Meunye Pirak, Kab Aceh Utara, 12 Februari 1992

Alamat : Jalan Rumoh Cut Meutia Desa Meunye Pirak, Kec. Matangkuli, Kode Pos 24386, Kab. Aceh Utara, Provinsi Aceh

Universitas : Politeknik Negeri Lhokseumawe (2011- Sekarang)

Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook :Main S Kata

No. HP : 0878.1333.4432