Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

 

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI 12 Kriteria Kepemimpinan Yang Akan Disayangi, Disegani, Dan Memenuhi Aspirasi Majoritas Masyarakat (492/M)
DIRGAHAYU PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI), 11 NOVEMBER 2007 - 11 NOVEMBER 2014, SENANTIASA TEKUN BELAJAR DAN BERKARYA BAGI PENCERDASAN BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA DAN SEANTERO BUMI BRAVO PPWI... BRAVO INDONESIA... BRAVO PEWARTA WARGA...!!!

12 Kriteria Kepemimpinan Yang Akan Disayangi, Disegani, Dan Memenuhi Aspirasi Majoritas Masyarakat (492/M)

KOPI -  “ Siapa yang Harus Dipilih?

1.Calon yang dipilih itu hendaklah kapabel dalam ilmu pemerintahan. Kapabilitas pemimpin terpilih tidak hanya terbatas pada kemahiran di bidang politik saja, tetapi harus meliputi semua aspek kehidupan umat seperti aspek ekonomi, dan budaya serta kemahiran untuk menciptakan hubungan pemimpin dengan masyarakat, pemimpin dengan atasan, dan hubungan antar sesama masyarakat dengan penuh keharmonisan.

 

2. Percaya Diri Kepercayaan yang kuat mengerakan piliran untuk mencari jalan dan sarana serta cara melakukannya. Dan percaya bahwa kita dapat memimpin suatu negara maka pikiran kita akan mencari cara untuk menuju ke arah yang kita inginkan.

3.Harus bersifat jujur, amanah, dan adil

Sehingga dalam setiap sepak terjang politiknya, pemimpin tidak bersifat pilih kasih terhadap rakyat jelata. pemimpin harus menyayangi dan menghargai rakyatnya sama rata sebagaimana ia menyayangi dan menghargai setiap anngota tubuh dirinya, dan bahkan menempatkan kepentingan masyarakat banyak di atas kepentingan pribadinya.

4. Bertindak Tegas Dan Tidak Pilih Kasih.

Siapa saja yang melanggar hukum harus ditindak dengan hukuman yang berlaku tanpa membedakan status, keturunan, dan kekayaan. Karena sifat pilih kasih baik dalam memprioritaskan peruntukkan kesejahteraan maupun dalam menegakkan hukum kepada rakyatnya akan menyebabkan kehilangan kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan, dan bahkan akan mengundang malapetaka. Dalam bertindak, pemimpin haruslah mampu mengikuti praktek Rasulullah dalam menegakkan hukum, seperti sabda Rasulullah saw yang berarti: “Sungguh Allah swt telah membinasakan umat sebelum kamu, karena apabila ada di antara orang besar mencuri dibiarkan saja, tetapi jika orang kecil yang mencuri dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Demi Allah swt yang jiwaku berada ditanganNya, andaikata anakku Fatimah putri Rasullullah mencuri pasti akan ku potong tangannya” (al-Hadits). Sikap tegas seorang pemimpin di perlukan di negeri ini agar negara-negara tetangga tidak semudanhnya “merampok” dan mengakui budaya indonesia menjaji budaya mereka

5.Memahami dan paling berjasa terhadap daerah dan masyarakatnya.

Keberhasilan Rasulullah saw dan Khalifah Umar bin Khattab ra memimpin rakyatnya, sehingga Rasulullah diakui Barat sebagai tokoh nomor satu dan Umar bin Khattab ra sebagai tokoh dari kalangan umat Islam yang masuk rangking sepuluh besar tokoh paling berpengaruh dalam sejarah umat, seperti disebutkan Michael Hart (1979) dalam bukunya, “The 100, Ranking of the Most Influential Persons in History”.

6. Hidup sederhana (moderation) dan segala atribut penampilannya tidaklah mencolok mata.

Sifat ini penting dimiliki oleh seorang pemimpin agar tidak menimbulkan fitnah dan rasa iri hati rakyatnya yang umumnya hidup di bawah garis kemiskinan. Juga penampilan yang mencolok mata akan menjadi penghalang keakraban antara pemimpin dan masyarakat.

7. Mampu Bekerjasama Dengan Masyarakat. pemimpin terpilih juga harus tidak sungkan-sungkan meminta pendapat para cerdik pandai dan ulama dalam setiap keputusannya untuk kepentingan rakyat. Karena menurut Umar bin Khattab ra, orang cerdik pandai adalah orang yang dapat menimbangkan sesuatu dengan penuh kewarasan dan akal pikiran sehat sekalipun perkara itu tidak pernah diberitahu sebelumnya.

8. Pemimpin terpilih harus mengutamakan masyarakat golongan menengah ke bawah daripada golongan menengah ke atas, dan memprioritaskan kepentingan kaum hawa daripada kaum Adam. Hal ini seperti telah dikatakan Khalifah Umar bin Khattab ra: “Sesungguhnya orang yang lemah disisimu adalah kuat disisiku, karena aku tidak mempunyai kuasa untuk mengambil sesuatu dari mereka (golongan lemah), dan orang yang kuat disisimu, sesungguhnya adalah lemah disisiku karena aku berkuasa untuk mengambil sesuatu darinya”. Oleh karena itu, dalam setiap keputusannya, kepentingan golongan menengah ke bawah dan kaum hawa harus dikedepankan dari kepentingan golongan menengah ke atas dan kaum lelaki.

9. Pemimpin terpilih harus bersikap lemah-lembut,

Tetapi tidak terlalu lembek dan bersikap tegas, namun tidak terlalu kasar”. Sikap ini penting diperhatikan, karena kata Umar bin Khattab ra: “janganlah bersikap terlalu lembut sehingga kamu akan dijajah dan jangan pula kamu bersikap terlalu keras (kasar) sehingga kamu hancur karenanya”. Namun, pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang memiliki kombinasi sifat ke-empat Khulafaur Rasyidin, seperti dikatakan Rasulullah saw sendiri sebagai berikut: “orang yang mempunyai sifat paling belas kasihan terhadap umatku ialah Abu Bakar as-Siddiq ra; orang yang paling teguh dengan pegangan Allah ialah Umar bin Khattab ra. Sesungguhnya Allah telah menegakkan kebenaran melalui Umar; orang yang paling pemalu adalah Usman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Talib ra pula adalah orang yang paling adil dalam segala perkataannya”.

10. Bertanggung jawab secara penuh terhadap kesejahteraan dan kepapaan atau maju-mundurnya rakyatnya.

Untuk melaksanakan tanggung jawab terhadap rakyatnya, pemimpin terpilih harus mampu merespon setiap keluhan rakyatnya dan sekaligus memberikan solusi. Perlunya para pemimpin memiliki rasa tanggung jawab yang menyeluruh terhadap bawahannya, sebenarnya, dapat kita pedomani dari kata-kata Umar bin Khattab ra berikut: “seandainnya ada keledai yang jatuh dari atas gunung di kawasan Irak sehingga patah kakinya, pasti Allah swt meminta pertangungjawaban saya (Umar) karena tidak membuat jalan untuk dilintasi keledai tersebut”; dan “kalau kambing tersasar dan hilang di pingiran sungai Efrat, maka Umar akan bertanggung jawab pada hari akhirat”.

11. Mengadakan evaluasi terhadap kemajuan kepemimpinannya

Yang meliputi semua kemajuan bawahan dan rakyatnya secara reguler dari waktu ke waktu. Tindakan ini perlu, karena seperti kata-kata Umar bin Khattab ra yang dikutip Naceur Jabnoun (1994), dalam bukunya “Islam and Management” sebagai berikut: “apakah kamu pikir jika saya (Umar) telah menunjuk seseorang sebagai wakil kamu untuk kebaikan umat dan memerintah mereka untuk melakukan keadilan, apakah umar telah melakukan tugasnya dengan baik? Ya, jawab sahabat. Tetapi beliau menjawab tidak, selagi saya belum melihat sendiri apakah orang yang saya tunjuk itu telah berbuat seperti yang diperintahkan”. Evaluasi ini juga, sebenarnya, harus dilakukan setiap pemimpin terhadap bawahannya. Dan bila dalam evaluasi tersebut ditemui kejanggalan-kejanggalan dan penyelewengan amanat rakyat, maka tanpa segan-segan pemimpin harus memecat bawahannya.

12.Terakhir, kalau dalam memilih pemimpin, para anggota dewan meragukan kelayakan pimpinan terpilih, maka pemimpin terpilih harus diberi masa percobaan untuk menguji apakah ianya layak atau tidak untuk mengemban tugas kepemimpinan. Begitu juga dengan pemimpin dalam memilih bawahannya, beliau harus mengetes kelayakan bawahan yang dipilih tersebut terlebih dahulu dengan memberi masa percobaan, katakanlah selama tiga bulan. Melalui masa percobaan ini, anggota dewan dapat menilai kelayakan pemimpin terpilih, dan begitu juga pemimpin dapat menilai kelayakan bawahan yang dipilihnya.

Perlunya masa percobaan diberikan pada pemimpin terpilih adalah seperti dipraktekkan Khalifah Abu Bakar as-Siddiq ra ketika melantik Yazid bin Abu Sufian dengan berkata: “Aku telah melantik kamu, tetapi pelantikan ini merupakan ujian dan percobaan kepada diri kamu, dan aku (Abu Bakar) berkuasa untuk memecat kamu. Jika kamu mampu melaksanakan semua tugas yang diberikan dengan baik dan sempurna, maka akan kukekalkan jabatan kamu. Sebaliknya, jika aku mendapati kamu tidak berupaya untuk melaksanakan tugas yang diberikan, maka kamu akan kupecat”. Proses pemecatan ketika masa percobaan selama tiga bulan diberikan, pernah dilakukan Rasullullah saw ketika memecat Alak bin Hamdani dari jabatan Gubernur wilayah Bahrain, dan kemudian digantikan oleh Aban bin Said

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Rivai,Veitza.2009.Islamic Leadership. Edisi Pertama, Bumi Aksara.Jakarta

Maxwell,John.C.2004.Kepemimpinan 101.Terjemahan, Alexander Sindoro, Penerbit Interaksara.Jakarta

Schwartz,David J.2007.Berpikir Dan Berjiwa Besar.Terjemahan, Budiyanto, Penerbit Binarupa Aksara.Jakarta


BIODATA PENULIS

 

Nama : ALIMUDDIN

Alamat tinggal : Jln. Selorejo No.23b Lowokwaru Malang

Nim : 09.120.241

Jurusan : Manajemen Perusahaan

Tempat tgl Lahir : Bima, 30 Juli 1989

Nama Universitas : SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI Indonesia

( STIE ) Malang Alamat Universitas : Jln. Megamendung No.09 Tel. (0341) 568116 Fax. (0341) 56341

No HP : 081.803.864.133

Telp : e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.