Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kriteria Pemmimpin Terbaik Dari Pemimpin Yang Berhasil (329/S)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Kriteria Pemmimpin Terbaik Dari Pemimpin Yang Berhasil (329/S)

KOPI -  Kriteria apa ya yang tepat untuk " Calon Presiden Indonesia Masa Depan". Pada dasarnya untuk memilih calon presiden maupun anggota DPR sama halnya dengan memilih seorang pemimpin. Karena didalam negeri kita tercinta ini mayoritas penduduknya Islam, maka tidak salah kita menggunakan kriteria seorang pemimpin yang baik menurut pandangan Islam dapat dijadikan pedoman untuk memilih " Calon Presiden Indonesia Masa Depan " bila yang dimaksud masa depan adalah masa depan yang lebih baik, maka terdapat beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang calon presiden Indonesia di masa depan, diantaranya:

1. Punya DUIT Sudah sering kita dengar pertanyaan-pertanyaan serupa mengenai cara memilih seorang pemimpin yang baik bagi kita semua. Dan beberapa ustad menjawab sama yaitu Punya D.U.I.T.

D: untuk Doa.

Bagi umat muslim yang dimaksud doa ialah Sholat. Maka seorang calon pemimpin yang baik dapat kita lihat dari sholatnya sehari-hari. Apakah sholatnya itu sudah baik dan istiqomah atau belum karena ada dalam suatu ayat menerangkan: “ Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar “ ( QS. 29:45 ) Dan tentunya tidak satupun diantara kita yang ingin memiliki seorang pemimpin yang keji lagi mungkar.

U: Usaha.

Seorang pemimpin tidak mungkin berhasil tanpa usaha. Apabila kita ingin menentukan pemimpin yang baik bagi kita, perlu juga melihat usaha yang ia lakukan untuk mencapai keberhasilan sebagai seorang pemimpin: “ Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri ” (QS. Al-Ra`d:11)

I: Ikhlas.

Seorang pemimpin yang baik harus menjalankan tugas kepemimpinannya dengan hati yang ikhlas, tanpa mengharap imbalan ataupun mencari udang dibalik batu.

 

T: Taqwa itulah modal utama yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tentunya, apabila seorang pemimpin tidak bertuhan mau dijadikan apa negeri kita tercinta ini, memangnya mau negeri yang indah ini menjadi negeri komunis yang tidak bertuhan.

Siapa yang tidak mengenal Rasulullah SAW. Beliau merupakan pemimpin utama umat Islam. Ia memiliki empat sifat seorang Rasul yang wajib ditiru oleh semua umat manusia terlebih oleh seorang pemimpin:

1.Benar ( Siddik ) Seorang pemimpin haruslah benar dan jujur.

Bicaranya selalu benar dan kata-katanya dapat dipegang. Apabila hanya janji-janji tanpa adanya tindakan dan bukti tentu kita sudah tau orang seperti itu tidak bisa kita jadikan sebagai pemimpin.

2.Dapat dipercaya ( Amanah )

Amanah merupakan salah satu sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Apa jadinya Negeri kita tercinta ini jika memiliki pemimpin yang tidak amanah. Tentu saja seorang pemimpin harus bisa memegang amanah berupa jabatan yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya. Pemimpin yang memegang amanah tentu tidak akan sembarangan dalam menjalankan tugasya, apalagi sampai menyeleweng dari tugas yang harus dijalankan sebagai seorang pemimpin.

3.Cerdas ( fathonah )

Sifat Rasul yang satu ini sangat berpengaruh untuk menjadikan seorang pemimpin mampu membawa kehidupan yang lebih baik bagi yang dipimpinnya. Kecerdasan disin bukan semata-mata kecerdasan otak ( IQ ) namun yang lebih penting lagi yaitu kecerdasan emosional dan spiritual ( ESQ ). Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi akan mampu membawa diri dan senantiasa berpikir yang terbaik untuk rakyatnya.

5. Menyampaikan ( tabligh )

Pada masa kepemimpinan Rasulullah masyarakat Arab pada waktu itu sangat berperadaban tinggi dan modern. Hal itu dikarenakan metodenya dalam memimpin umat dengan selalu menyampaikan kebenaran. Sebagai seorang pemimpin wajib baginya untuk menyampaikan kebenaran dan kenyataan yang dihadapi oleh Negaranya baik ataupun buruknya agar segala masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik karena tidak dihadapi sendiri melainkan seluruh rakyat mersakannya bersama-sama. Seperti yang kita ketahui setelah Rasulullah wafat beliau menjadikan seorang sahabatnya untuk menjadi khalifah. Sahabat yang menjadi khalifah pertama yang dipilih langsung oleh Rasulullah ialah Abu Bakar As Siddiq. Perlu kita ketahui bahwa Abu Bakar dipilih Rasulullah sebagai seorang khalifah ialah karena beliau dekat dan mengetahui sifat-sifat Abu Bakar , dan sifat yang dimiliki oleh Abu Bakar menurut Rasulullah ialah sifat-sifat yang harus dimiliki oleh para pemimpin. Dan sifat tersebut juga harus dimiliki oleh semua calon pemimpin sehingga sifat yang dimiliki Abu Bakar ini layak untuk dijadikan kriteria berikutnya untuk memilih seorang pemimpin. Sifat-sifat tersebut ialah rendah hati, lemah lembut, tidak angkuh ataupun sewenang-wenang dengan jabatannya.

6. Rendah hati

Kalau ada orang yang memujinya, dia hanya berkata, “Ya Allah, Engkau lebih mengetahui tentang diriku daripada aku sendiri.” Itulah yang dilakukan Abu Bakar, jika kita memiliki pemimpin yang rendah hati dan tidak silau terhadap pujian tentu kita akan menjadi bangsa yang tidak mudah tertipu oleh rayuan-rayuan gombal perpolitikan.

7. Lemah lembut

Abu Bakar adalah orang muslim pertama yang membebaskan budak. Kita tentu tidak ingin memiliki pemimpin yang menggunakan tangan besi atau diskriminasi, oleh karenanya seorang pemimpin harus memiliki sifat lemah lembut baru bisa menjadikan negeri ini damai sentosa. Apalagi didalam dasar dan tujuan Negara kita ini sangat tidak membenarkan adanya penjajahan diatas dunia.

8. Adil

Adil tentu salah satu sifat seorang pemimpin yang baik dan sangat perlu dimiliki oleh calon presiden kita. Adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Tidak pandang bulu siapapun yang salah harus dihukum, dan yang benar dibela. Adil dalam menentukan tindakan serta menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun yang maha adil hanya Sang Pencipta, namun sebagai manusia kita patut berusaha untuk bersikap seadil mungkin.

9. Memahami tujuan dan dasar NKRI Bagaiman bisa menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang baik apabila tujuan dan dasar negaranya saja tidak tahu. Presiden yang baik tentu mengerti apa-apa saja yang dibutuhkan oleh rakyatnya, dan hal-hal yang dapat melemahkannya.

10. Peka terhadap kondisi disekitarnya Peka dan tenggang rasa menjadi sikap yang patut pula dijadikan kriteria untuk memilih calon presiden Indonesia. Peka bukan hanya pada saat kampanye memperebutkan jabatan. Namun lebih peka lagi pada saat memegang jabatan dan tau hal yang terbaik untuk dilakukan.

11. Menjunjung tinggi pancasila sebagai dasar Negara

Negeri kita tercinta memiliki dasar negara yaitu pancasila, juga sistem demokrasi yang juga berdasar pada pancasila. Namun pada kenyataanya, selama ini pancasila sudah tidak dijadikan pedoman hidup bangsa. Bahkan lebih parahnya lagi mungkin dapat dihitung dengan jari pegawai pemerintah yang hafal pancasila. Kalau lafalnya saja tidak tahu bagaiman bisa mengamalkannya. Itulah sebenarnya penyebab kemunduran bangsa kita, bangsa yang tidak mempunyai dasar dan tujuan atau lebih tepatnya lupa pada dasar dan tujuan bangsa.

12. Mencintai dan dicintai rakyat Indonesia

Seorang pemimpin bukan hanya bertugas memimpin atau mengeluarkan perintah. Pemimpin juga bukan pelayan rakyat yang pada akhir-akhir ini sering dijadikan kiasan untuk melukiskan tugas pemerintah. Namun seorang yang sebenarnya hanyalah manusia biasa yang memperoleh tugas lebih dari rakyat biasa, namun bukan berarti kelebihan tersebut menjadikan jurang pemisah yang amat dalam antara pemimpin dengan yang dipimpinnya, justru pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat dan mengerti kebutuhan rakyat. Untuk itulah seorang pemimpin harus mencintai rakyat dan menjaikannya prioritas, baru bisa menjadi pemimpin yang sempurna dan dicintai oleh rakyatnya. Memang tidak ada manusia yang sempurna dapat memiliki semua sifat diatas, namun seorang pemimpin paling tidak bisa mendapatkan dukungan oleh rakyat maupun orang terdekatnya. Itulah modal terpenting yang harus dimilikinya. Apabila kita memiliki presiden seperti itu atau minimal paling sedikit kekurangan, InsyaAllah Negara Indonesia akan menjadi Negara yang lebih baik dimasa depan.

 

BIODATA

 

Nama : Rizky Azawajalah

Tempat/Tanggal Lahir : Lamongan 10-10-1995

Nama Sekolah/Universitas : SMA Shafta

Alamat Sekolah/Universitas: Jl. Raya Lontar Citra No. 177-B

Alamat Rumah : Jl. Manukan Rukun 26/27

Nomor Telpon Rumah : 7457103

Alamat E-Mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Akun Facebook : Risq Rezpector Conansinichi

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.