Presiden dari Alam (43/S)
KOPI - Dari judulnya saja memang sedikit aneh apabila dikatakan “Presiden dari Alam”, tapi yang dimaksud di sini adalah sosok yang mampu menjadi pemimpin dengan menginspirasikan dirinya dari alam. Sebelumnya, kita sudah tahu bahwa seorang presiden itu adalah seorang yang memimpin bangsa dan negaranya. Di mana ia mempunyai tanggung jawab penuh atas hak dan kewajibannya untuk menciptakan bangsa dan negara yang makmur, sejahtera dan berkecukupan. Pemimpin yang disayangi oleh rakyatnya adalah seorang pemimpin yang tahu akan keluh dan kesan dari rakyatnya, bukan sekedar mendengarkan saja walau dia punya hak akan itu, tapi tahu akan keluh dan kesah di sini adalah mengerti sekaligus bersikap secara sigap agar rakyatnya tidak menderita terus menerus, rakyatnya mampu berinovasi dan mampu bangkit dalam persaingan hidup. Karena sesungguhnya, setiap pemimpin adalah pilihan dari rakyatnya, di mana sebuah kepercayaan untuk menjadi tauladan dan menjadi pengayom dipercayakan kepadanya.
Seseorang yang terpilih lah yang pasti menjadi pemimpin karena mereka dianggap mampu untuk menjadi pemimpin, bukan karena harta dan benda yang dimiliki ataupun pangkat. Tapi rasa yang ada dalam diri merekalah yang ada, dan karakter mereka yang menjadi tolak dan ukur seorang pemimpin yang patut dihormati.
Berbicara tentang presiden yang benar-benar dihormati dan disayangi oleh rakyat, sebelumnya orang itu mempunyai sifat yang menginspirasi dari alam. Karena apa, kita berada di alam yang sama, dan semua yang ada di alam ini mampu menjadi inspirasi dan berguna bagi sesamanya. Sama akan halnya memilih seorang presiden atau menjadi seorang pemimpin. Secara tanggap dan cerdas, seorang pemimpin juga mampu menjadikan dan memposisikan dirinya sebaik mungkin dengan membaca situasi yang ada disekitarnya. Kembali ke judul yang di atas, presiden dari alam juga bisa dikatakan sesosok pemimpin yang bisa mengambil dan memposisikan dirinya layaknya bagian dari alam. Sekelumit penjabaran tentang sifat presiden dari alam, ia bisa memposisikan seperti :
1. Tanah
Mengapa dikatakan kita bisa berkiblat dengan tanah, karena tanah itu pasti memberi dan tidak meminta balasan berlebih. Apa yang diberikan tak sebanding apa yang kita keluarkan untuknya. Tanah diartikan sebuah lambang, sebagai seseorang yang tidak pelit, tidak gampang marah misalnya dikritik, dan sabar. Dikatakan demikian, karena tanah, di mana kita berpijak, seberat apapun pikulannya, dia tidak akan marah dan dia tidak akan mencelakai kita, justru ketika kita menanam tanaman, dia akan menjadi media tanam di mana hasil dari tanaman itu bermanfaat bagi mahluk hidup di atasnya. Ketika ia dikritik ketika tidak mampu menjadi tanah yang subur, ia menerimanya.
2. Air
Sifat air yaitu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, dan jika kita kepanasan, air dapat menyejukkan kita. Bagaimana semisal tidak ada air? Tentunya kita akan kepanasan. Diibaratkan seperti orang, air selalu memberikan ketentraman bagi siapa saja yang membutuhkan, juga bisa mengayomi dan selalu bertolak ke bawah sekalipun dia di berada di posisi atas.
3. Api
Api merupakan salah satu elemen yang panas, dan berani. Siapapun dan dimanapun ia ada dia mampu menghanguskan apapun yang berkaitan dengannya. Tapi diibaratkan seperti orang, api itu berwibawa. Dia akan bersikap tegas dengan apa yang ia temui. Pemimpin juga hendaklah bersikap tegas, dan berwibawa. Dia mampu menjadi berguna, dan dia juga mampu menjadi seorang yang keras ketika apa yang ia lindungi menderita.
4. Angin
Angin selalu menerbangkan apapun tanpa kecuali, angin juga bisa memberikan kesejukan. Angin akan membawa hawa dingin ketika panas, dan angin juga berguna bagi kehidupan manusia. Diibaratkan sebagai orang, dia bisa memberikan ayoman semuanya tanpa kecuali. Dia tidak akan pandang bulu dalam memberikan ketentraman, dia tidak akan mengutamakan kepentingannya sendiri, tapi kepentingan umum. Apalagi bagi yang membutuhkan.
5. Matahari
Matahari selalu menyinari dunia ini dari siang maupun malam, walau di kala malam sinarnya tertutup dan dipancarkan melewati bulan. Matahari juga menyinari seluruh isi bumi tanpa kecuali walau bergantian seiring berputarnya dunia ini. Diibaratkan sebagai orang, matahari bisa menjadi contoh, bahwa seorang pemimpin harus adil dan tidak “mencla-mencle” dalam berkata.
6. Bintang
Bintang di langit memang begitu indah, dia mampu memancarkan cahayanya sendiri. Dia juga bisa menjadi petunjuk bagi seorang petani untuk memastikan masa tanam, dan pelayan sebagai penunjuk arah. Berdasar ilustrasi, diibaratkan sebagai orang, pemimpin harus mampu meberikan petunjuk dan menjadi tauladan yang baik bagi siapapun disekitarnya.
7. Awan mendung
Awan mendung memang dikatakan gejala alam dan bisa menimbulkan bencana, namun ketika ia akan mendatangkan hujan, adalah sebuah berkah tersendiri dimana ia akan memakmurkan para petani. Dialah yang mempunyai kunci terhadap kemakmuran petani. Dengan mengambil inspirasi ini, pemimpin diharapkan menjadi berkah tersendiri ketika ia dianggap sebagai bencana.
8. Petir
Petir selalu menyambar siapapun yang ada dan dimanapun. Petir tidak akan membeda-bedakan orang atau benda yang akan disambarnya. Sudah dasarnya dan hukumnya ia akan menyambar siapa saja. Pemimpin diartikan agar bisa bersikap tegas. Dia akan menegakkan hukum dan berlaku bagi siapa saja.
9. Bunga
Bunga memberikan keharuman bagi siapa saja, ketika bau tidak sedap datang. Sebagai manusia, kriteria pemimpin harus bisa memberikan rasa nyaman bagi siapa saja ketika mereka sedang kesusahan. Membuat mereka senyum, seperti halnya ketika seorang perempuan mendapatkan setangkai bunga dari seseorang, orang itu pasti akan tersenyum bahagia.
10. Salju
Salju adalah air yang jatuh dari awan yang telah membeku menjadi padat dan seperti hujan. Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara atas (lihat atmosfer, biosfer, iklim, meteorologi, cuaca) jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk, putih, dan seperti kristal lembut. Menjadi seorang pemimpin hendaknya bersikap lemah lembut seperti salju, walaupun ia mengalami berbagai tekanan dalam hidup.
11. Buku Harian
Buku harian adalah tempat di mana setiap orang menyampaikan isi hatinya. Senang sedih atau bahkan sedang galau. Menginspirasi dari buku harian tersebut, seorang pemimpin mampu menjadi peredam rasa ketika kecewa, dan tempat berbagi suka dan duka. Di dalam hal ini seorang pemimpin pasti tahu dengan apa yang dikeluhkan, karena dengan ia mengetahui dengan apa yang dikeluhkan,.
12. Kunang-kunang
Kunang-kunang adalah seekor hewan kecil yang mungkin dianggap sebagai binatang malam yang boros karena selalu menyalakan lampu. Tapi binatang kecil itu mampu menyinari siapapun yang ada didekatnya walau tak seterang bintang malam dan tak secerah matahari. Namun melihatnya pun sudah merupakan kebahagiaan tersendiri ketika kita berada di dalam kegelapan. Mengambil inspirasi dari kunang-kunang seperti menjadi seseorang yang berharga dengan apa yang dimiliki, agar orang lain bahagia.
Walau dari semua itu sangat susah untuk direalisasikan, apa salahnya untuk menjadi yang masyarakat inginkan. Mereka dipilih karena mereka yang terpilih. Seorang pemimpin pastilah dipilih yang terbaik dari yang terbaik, dimana ia bisa memposisikan siapa dirinya dan dia tak ingin jadi yang nomor satu, tapi ingin menjadi sesuatu. Ketika ada atau tidak adanya dia, semua pasti membutuhkannya. Presiden alam, bisa dijadikan kriteria calon pemimpin yang baik.
Biodata Penulis:
Nama : Yeni Eka Surya
TTL : Bantul, 19 Desember 1994
Sekolah : SMA Negeri 1 Bantu, Yogyakarta
Alamat : Busuran, Donotirto, Kretek, Bantul, Yogyakarta 55772
No.HP : 085729038554
e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
| < Prev | Next > |
|---|
- Menjejaki Keterpurukan, Menginspirasi Grade Pemimpin Bangsa, Demi Songsong Indonesiaku Jaya (42/S)
- Kriteria Calon Presiden Indonesia Masa Depan (41/S)
- Kiat-kiat Memilih Calon Presiden Indonesia Masa Depan (40/M)
- Berkaca dari History (39/S)
- Presiden Impian Negara Indonesia (38/M)
- Sosok Soeharto sebagai Agent of Change Indonesia untuk Masa Depan (37/M)
- Kriteria Pemimpin Indonesia Ke Depan (36/M)
- Presiden Harapan Bangsa Garuda (35/M)
- Presiden yang Mencintai Rakyat (34/M)
- Menanti Sang Presiden Pembangun Puing-Puing Bangunan yang Rusak (33/U)
- Ksatria untuk Negeriku (32/M)
- Presiden Dambaanku (31/M)
- Pemimpin Idaman (30/U)
- Antara Mimpi, Umar, dan Bung Karno (29/S)
- 12 Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan (28/S)


























