Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6152
Isi : 8590
Content View Hits : 2834814
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini3310
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin7487

Warga Online : 90
IP Kamu : 23.22.252.150
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Indonesia-Maroko Pariwisata sebagai Kekuatan Silaturahmi RI-Maroko (577/S)

Pariwisata sebagai Kekuatan Silaturahmi RI-Maroko (577/S)

KOPI, Indonesia dan Maroko. Kedua negara yang telah bersahabat kurang lebih untuk 50 tahun terakhir ini, bisa dikatakan telah banyak mengukir sejarah yang terdapat di dalam kisah persahabatannya.

Indonesia, salah satu Negara demokrasi yang berada diwilayah asia tenggara, bagian timur dari benua asia. Sedangkan Maroko adalah Negara kerajaan yang berada di wilayah afrika utara atau bagian barat dari benua Afrika yang sering disebut dengan Maghribi (negeri matahari terbenam).

Jarak kedua Negara yang melebihi sekitar sepertiga lingkaran dunia tidak menghalangi hubungan kerjasama antara kedua Negara, bahkan hubungan tersebut telah dimulai sejak awal kemerdekaan kedua Negara tersebut. Maroko sering menyebut Indonesia sebagai "Akh Syaqiq"(Saudara kandung) dikarenakan kedekatan antara kedua Negara.

Lebih jauh hubungan Indonesia-Maroko telah terjalin sejak pertengahan abad 14 Masehi ketika musafir terkenal Ibnu Battutah melakukan perjalanan dari Maroko menuju Mesir, India, dan akhirnya tiba di Indonesia di Kerajaan Samudera Pasai, Aceh. Begitu juga Maulana Malik Ibrahim, salah satu sesepuh Wali Songo, yang lebih dikenal dengan nama “Syeikh Maghribi” juga datang dari negara ini.

Pada zaman modern, hubungan diperkuat lagi. Tahun 1955, Maroko turut aktif berperan di Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat. Dan tanggal 2 Maret 1956, Maroko merupakan salah satu negara pertama di Afrika Utara yang meraih kemerdekaan dari kolonial Perancis. Empat tahun kemudian, 2 Mei 1960, Presiden Soekarno tiba di kota Rabat bertemu Raja Muhamad V. Soekarno merupakan presiden pertama yang datang ke negara itu. Ini awal hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko. Presiden Soekarno juga dianggap sebagai pemimpin revolusi dunia yang membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika.

Dari kunjungan Presiden Soekarno dan hubungan persahabatan itulah yang membuat Raja Mohammed V memberi kenang-kenangan khusus bagi Soekarno yaitu penamaan jalan yang mengambil namanya yaitu Rue (jalan) Soekarno di jantung kota Rabat, ibukota kerajaan Maroko.Tidak hanya jalan Soekarno saja yang ada di kota Rabat ada lagi nama jalan yaitu Rue (jalan) Bandoeng dan jalan Jakarta.

Penamaan jalan tersebut juga membuat Presiden Soekarno mengambil nama Casabalanca yaitu kota perdagangan terpenting dan kota pelabuhan di Maroko sebagai nama jalan terpenting dan tersibuk yang ada di ibukota Negara kita yaitu Jakarta. Selain itu kota Casablanca juga adalah sister city-nya kota Jakarta. Kunjungan tersebut juga merupakan awal mulanya pendirian kedutaan besar Republik Indonesia di Rabat yang pada awalnya bertempat di Agdal. Selain itu Warga Negara Indonesia juga dibebaskan visa untuk masuk ke Negara Maroko yang bisa kita rasakan hingga sekarang terutama bagi Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Maroko.

Peristiwa 50 tahun yang lalu itu menjadi batu pijakan pertama yang menjadi landasan penting bagi para pemimpin ke dua negara untuk lebih memperkuat hubungan dan kerja sama Indonesia Maroko, baik di bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, pariwisata dan kebudayaan.

Dalam hal pendidikan, setiap tahun Pemerintah Maroko menawarkan melalui AMCI (agen kerjasama internasional Maroko) 15 beasiswa kepada Indonesia melalui Departemen Agama. Dan mulai tahun 2010, Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Maroko telah menyetujui permintaan PBNU untuk memberikan beasiswa khusus untuk putra-putri PBNU sebanyak 10-15 orang setiap tahun guna belajar di institusi pendidikan yang berada dibawah Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Maroko, khususnya Universitas Qarawiyyin dan Pendidikan Tradisional (at Ta'liim al Atiiq) di masjid Qarawiyyin.

Namun sayangnya jatah yang sudah diberikan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia, dengan tidak maksimalnya kedatangan mahasiswa Indonesia ke maroko sesuai kuota tersebut. Dan juga kurang selektifnya dalam memilih utusan-utusan penuntut ilmu, sehingga tidak sedikit yang kurang maksimal dalam belajar di negeri seribu benteng ini.

Penganut Tariqah yang berkaitan dengan tasawuf pun berkembang pesat di kedua negara. Masing-masing mempunyai tariqah yang sama seperti Tariqah Tijaniyah dan tariqah Budsyisyiah. pengikut thariqah ini di Indonesia sangatlah banyak, Setiap tahun mereka diundang ke Maroko untuk mengikuti Haul dan Muhadarah (pertemuan).

Selain dalam bidang pendidikan, dalam bidang kebudayaan pun kedua Negara telah berpartisi aktif, semakin terlihat jelas ketika Indonesia turut berpartisipasi Dalam Rangka Festival Teatre International untuk Pemuda ke XI di Taza, Maroko, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat, menampilkan Sendratari Ramayana dengan berbagai macam improvisasi alias sedikit menyimpang dari aslinya. Pertama dalam sejarah, kisah Ramayana dipagelarkan dalam bahasa Arab yang di pentaskan oleh Masyarakat Indonesia di Maroko, Sebagian besar pemainnya adalah mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam wadah PPI Maroko.

Kemudian pada Festival Music Internattional di Fes, Maroko, Dengan dukungan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Indonesia menampilkan Musik Marawis yang dibawakan oleh Syubbanul Akhyar dari Cirebon, Indonesia. Gaya musik Marawis, warisan budaya sufi Yaman. Sebuah musik di persimpangan musik Arab dan musik Indonesia, segar dan sederhana dalam berekspresi yang terserap dalam musik tersebut. (Ali, Burhan).

Berdasarkan keterangan di atas, dapat kita ketahui bahwa Republik Indonesia - Maroko telah mengukir sejarah yang panjang. Upaya untuk mendukung hubungan bilateral ini pun terus ditingkatkan guna mempererat tali silaturahmi antar kedua negera tersebut.

Dewasa ini Maroko sedang giatnya untuk meningkatkan industri pariwisatanya (Bappenas). Berhubungan dengan hal tersebut, Maroko dan Indonesia masing-masing mempunyai tempat wisata menarik yang bisa kita kunjungi. Khususnya bagi Warga Negera Indonesia yang ingin berlibur ke Maroko ada banyak kota yang mungkin bisa dikunjungi, antara lain kota Marrakesh. Di kota ini kita bisa mencicipi perjalanan udara sambari menikmati pemandangan kota Marrakesh di suatu komunitas resort di kota ini. Dan yang membuat kita tergiur dengan aktifitas ini adalah biaya untuk menikmati aktivitas ini adalah gratis.

Selanjutnya, kota yang menjadi perhatian adalah Essaouira. Kota dimana kita bisa menyewa kuda sebagai kendaraan untuk menikmati pemandangan kota Essaouira yang kental akan suasana Afrika-nya. Biaya yang gratis juga menjadi faktor larisnya kota Essaouira oleh para wisatawan. Dan yang terakhir adalah Merzouga. Di sini kita bisa menikmati atraksi off road yang menegangkan serta bisa memacu adrenalin Anda (tripadvisor.co.id).

Selain itu, bagi warga Maroko yang ingin mengisi waktu liburan, Indonesia mempunyai banyak kota wisata yang tak asing lagi seperti, kehangatan di pantai Kuta, Bali dan kentalnya budaya Jawa di kota Yogyakarta.

Dengan ini tali persahabatan antar Republik Indonesia - Maroko bisa semakin kuat dimana kedua negara saling bersilaturahmi dan saling memajukan potensinya di bidang wisata juga meningkatkan pendapatan per-kapitanya dari sektor wisata.

Semoga hubungan bilateral yang telah terjalin oleh kedua negara dapat ditingkatkan dibidang-bidang yang berpotensi seperti pariwisata, investasi, pendidikan dan budaya dengan basis sejarah dalam upaya meningkatkan hubungan antarwarga atau "people to people contacts" yang menghasilkan pengertian yang makin besar diantara kedua Negara, seperti yang telah diharapkan oleh Dubes Tosari Widjaja dalam sambutannya di resepsi peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia- Maroko.

Daftar Pustaka

Ali, Burhan. 2011. Berawal dari Sejarah Indonesia-Maroko. http://www.ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&id=112:be rawal-dari-sejarah-indonesia-maroko&catid=51:info-maroko&Itemid=83.Diakses pada tanggal 25 Juni 2011.

 

Biodata Penulis

Nama Lengkap : Triani Pradinaputri

Tempat/Tanggal Lahir: Palembang, 1 Januari 1995

Sekolah : SMA Plus Negeri 17 Palembang

Alamat Sekolah : Jalan Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang

Alamat Rumah : Komplek Sintramanjaya Blok D-12 Sekip Ujung Palembang

Telp. Rumah : 0711-368141

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : Triani Pradina


Artikel Lainnya: