Tenun Baduy Bukti Cinta Nan Elok
KOPI - Suku Baduy memang memiliki banyak keunikan, dari mulai kehidupan, hingga kebudayaan. Salah satunya Kain tenun Baduy, yang merupakan tanda cinta para wanita baduy pada keluarga. Dimana masyarakat baduy memang hanya boleh menggunakan pakaian yang dibuat sendiri oleh para wanita baduy.
Kini keindahan kain tenun yang berasal dari etnik Sunda yang menempati daerah pedalaman di ujung pulau Jawa bagian barat tersebut bisa dilihat dan dinikmati oleh semua orang bukan hanya masyarakat setempat saja seperti dulu. Terbukti dalam acara Pameran Kain Tradisional Unggulan Nusantara, yang diadakan oleh Adiwastra Indonesia, 15-19 Februari, di Hall A-B Balai Sidang, Senayan, Jakarta. Terdapat dua stan kain asal Banten, dan salah satunya adalah kain tenun Baduy.
Bahkan Gubernur Banten, Ratu Atut, khusus datang ke acara tersebut, “Bu Gubernur datang pribadi atas pemberitahuan dinas kalau ada peserta dari Banten, karena merasa tidak ada UKM yang bisa diangkat di Banten, beliau tidak percaya dan ingin membuktikan sendiri” ujar Pak Igad Permana dari bagian humas.
Ratu Atut juga mengatakan, pemerintah akan konsen terhadap pengembangan kain tenun Baduy tersebut. Pemerintah Banten melalui pemerintah pusat juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dari kain tenun asal suku Baduy luar tersebut. Upaya-upaya yang dilakukan dari mulai melakukan pelatihan dan pembinaan, hingga memberikan bantuan mesin. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pengrajin, dan menjadi sesuatu yang khas dari daerah Banten, khususnya suku Baduy. [HA]
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Inilah Eidelweis Orchestra yang Memukau Sawahlunto itu!
- Pesona Kehidupan Tradisional di Tengah Modernitas
- Pameran Unik Naga Djawi
- Warga Tionghoa Pekanbaru Rayakan Imlek Bersama
- Iven Temu Sastrawan Numera Promosikan Pariwisata Sumbar
- Sanggar Satoeempatsatoe Tangerang Launching Antologi Puisi "Tidak Ada Apa-apa Kalau Tak Ada Apa-apa"
- Curhat Warga Pekanbaru Saat Pergantain Tahun
- Seniman Asal Kota Tegal H. Tambari Gustam Kritik Pejabat Lewat Lagu ‘Umbrus’
- "Wanita Jangan Hanya di Dapur, Sumur dan Kasur"
- Indonesia Akan Adakan Kompetisi Piano Internasional
- Pusaka Aceh di Museum Nasional Copenhagen Denmark
- Kurnia Hadinata Juara Nasional Lomba Cipta Puisi Padang 2011
- Pagelaran 'Sastra Kita-Kita' Dorong Pembaruan Indonesia
- Topeng Banjet Karawang Upaya Mempertahankan Tradisi di Tengah Perubahan Zaman
- Asosiasi Persahabatan Maroko-Indonesia Adakan Rapat Umum Perdana


























